ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label JATENG. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label JATENG. Tampilkan semua postingan

    Sebelum Gerhana Total, Asteroid Selapangan Basket Lewati Bumi

    Sebuah asteroid seukuran lapangan bola basket akan melintas di dekat orbit Bumi. Asteroid yang diberi nama 2013 TX68 itu diperkirakan melintas di dekat Bumi pada 5 atau 8 Maret mendatang.

    Dikutip Dream dari laman news.com.au, Jumat 4 Maret 2016, asteroid ini sebelumnya sudah pernah melintas di dekat Bumi pada dua tahun silam. Kala itu melintas pada jarak 1,3 juta miles dari Bumi.

    Ada sedikit kekhawatiran bahwa asteroid ini akan menumbuk Bumi. Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yakin asteroid ini akan melintas tanpa menimbulkan bahaya kehidupan di Bumi.

    “Kami sudah mengetahui asteroid ini, 2013 XT68, akan melintasi Bumi dengan aman pada awal Maret, tapi data tambahan ini memungkinkan kita untuk mendapatkan pegangan yang lebih baik pada jalur orbitnya,” kata Paul Chodas, dari NASA.

    “Data itu mengindikasikan bahwa asteroid kecil ini kemungkinan akan melewati Bumi dengan jarak lebih jauh dari sebelumnya.”

    NASA memprediksi asteroid ini akan melintas dengan jarak 4,8 juta kilometer dari Bumi. Masih ada kemungkinan asteroid ini akan melintas lebih dekat dengan Bumi, tapi yang pasti tak akan sampai berjarah 24.00 kilometer dari permukaan Bumi.

    Asteroid ini kemungkinan akan sulit untuk diamati. Selain jaraknya yang lumayan jauh, ukurannya agak kecil. “Dan lebih suram dari yang diperkirakan sebelumnya,” tutur Chodas.

    Fenomena luar angkasa ini terjadi sebelum terjadinya gerhana matahari total (GMT) yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang.


    Pasar Semawis Jadi Tujuan Wisata Imlek di Semarang

    Jakarta Selain menyimpan peninggalan sejarah yang melimpah, Kota Semarang juga menjadi salah satu kawasan pecinan terbesar di Indonesia. Tak heran jika kota berjuluk The Port of Java ini kerap menjadi tujuan wisata banyak orang saat menjelang imlek.

    Banyak lokasi di Kota Semarang yang bisa menjadi tempat untuk menyambut tahun baru imlek bersama keluarga, salah satunya adalah Pasar Semawis. Pasar yang berlokasi di Jalan Gang Warung, Kecamatan Semarang Tengah, ini selalu mnyuguhkan berbagai atraksi menarik saat perayaan Imlek.

    Baca Juga

    Asyiknya Wisata Sejarah di Kelenteng Sam Poo Kong
    Kesan Angker Tutupi Pengetahuan Sejarah Lawang Sewu
    Rahasia di Balik Masjid Cheng Ho Surabaya
    Junaedi, pramuwisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia chapter Semarang saat dihubungi Liputan6.com, Senin (1/2/2016) mengungkapkan, “Kalau Imlek banyak yang spesial di Semawis, ada panggung hiburan, barongsai, pesta kembang api, pesta kuliner. Biasanya perayaannya itu sudah ada dua minggu sebelumnya, acara puncaknya pas hari-H.”

    Menurut Junaedi, perayaan Imlek tahun ini menjadi sangat spesial. Selain telah jadi hari libur nasional, perayaan Imlek tahun ini juga bersamaan dengan perayaan 600 tahun pendaratan Laksamana Cheng Hoo di tanah Jawa.

    Sudut-dudut kawasan pecinan di sekitar Gang Warung telah dipenuhi dengan lampion merah. Tak hanya diramaikan oleh berbagai atraksi menarik, seperti gambang Semarang, Jipin, Twa Kok Djwee, dan Tambur saja, perayaan Imlek di Pasar Semarwis juga akan dilengkapi dengan konsultasi Feng Shui dan pengobatan tradisional khas Tiongkok.

    “Kunjungan wisata ke Semarang sejauh ini masih baik, menjelang imlek banyak juga yang sudah booking hotel dan segala macamnya untuk pas hari-H,” ungkap Junaedi. Liputan6.com


    Bunda Jaka Mulyanta Tidak Sangka Anaknya Terduga Teroris Jaringan Santoso

    KLATEN - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror menangkap Jaka Mulyanta (44), terduga simpatisan teroris jaringan Santoso.

    Ia ditangkap seusai Salat Jumat sekitar pukul 12.45 WIB, di sekitar kediamannya di Dukuh Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper-Klaten, Jl Solo-Jogja KM 4, Jumat (12/2/2016) kemarin.

    Menurut penuturan sang ibu, Sri Sunarni (72), ia sebelumnya tak tahu ihwal penangkapan anaknya.

    Ia mengaku baru mengetahui hal tersebut, ketika diberitahu oleh menantunya.

    "Awalnya saya tidak tahu, namun kemudian menantu saya memberitahu bahwa anak saya ditangkap. Lalu saya tanya kepada Polisi yang menggeledah rumah anak saya, tapi tak memberi keterangan dengan jelas. Namun mereka menyebut dari Densus, lalu saya menerka-nerka apa anak saya terlibat teroris.

    Akan tetapi itu hanya terkaan saya dalam hati," ujarnya, Sabtu (13/2/2016).

    Dikatakannya, ketika meminta keterangan kepada kepolisian dirinya dijanjikan akan diberitahu secara tertulis.

    Alasannya, jika dijelaskan secara lisan akan takut menimbulkan salah persepsi

    Akan tetapi hingga saat diwawancara, dirinya belum mendapatkan penjelasan secara tersurat.

    Ia menceritakan awal mula didatangi polisi sekitar pukul 14.00 WIB.

    Saat itu sedang menjaga toko miliknya seorang diri.

    Kemudian ada petugas yang meminta untuk membukakan pintu rumah milik Jaka, setelah meminta izin mereka langsung menggeledah beberapa ruangan dan meminta ditunjukan tas milik anaknya itu.

    Dikatakan Sri, Densus juga membawa beberapa buku yang bersangkutan dengan islam.

    Sementara buku yang berkaitan dengan kesehatan dan ilmu umum tidak ikut dibawa serta.

    Menurutnya, pekerjaan anaknya itu hanyalah sebagai terapis akupuntur.

    Adapun ilmu yang didapatnya berasal didapatnya setelah menimba ilmu di sebuah universitas di Malang, sekitar 10 tahun lalu.

    "Anak saya tak berbuat apa-apa, saya serahkan hal ini pada Allah. Sebab anak saya pekerjaannya hanya akupuntur. Pernah mengadakan pengajian juga biasa saja. Ada tamu juga biasanya mau terapi," ujarnya. (*) Laporan Wartawab Tribun Jogja Padhang Pranoto

    TRIBUNNEWS.COM


    Bupati Demak Dachirin Said Meninggal Dunia

    SEMARANG  -  Kabar duka menyelimuti warga Kabupaten Demak atas meninggalnya Bupati Demak, Dachirin Said.

    "Bapak meninggal karena sakit. Sudah dua minggu dirawat," ujar Kabag Humas Setda Demak Daryanto.

    Menurut Daryanto, almarhum akan dibawa pulang ke Demak menggunakan ambulans RSUD Demak.

    Almarhum akan disemayamkan di rumah dinas pendopo Demak sebelum dimakamkan Minggu (14/2/2016) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

    "Akan dimakamkan di pemakaman Masjid Agung Demak," ujarnya.

    Di ruang ICU, selain keluarga, terdapat sejumlah pejabat pemerintahan kabupaten Demak. Antara lain, Kabag Pemerintahan, Asisten 3, Kepala Diklat, Kabag Humas, dan Kabag Umum.

    Sebelumnya, kata Daryanto, beberapa kyai sepuh Demak turut mendampingi dan mendoakan almarhum sebelum meninggal. Di antaranya, KH Yasin Mayadi, KH Munawar, dan KH Hariri.

    Kabar duka ini juga telah disampaikan ke Gubernur Jateng melalui Kabiro Humas Provinsi Jateng.

    "Ya harapannya, gubernur bisa rawuh ikut upacara pemakaman, karena bapak statusnya masih bupati aktif," ujarnya.

    Keluarga korban belum dapat dimintai keterangan. Kesedihan nampak jelas di wajah salah satu putra Dachirin, matanya berkaca. Dliyak yang mengenakan kaos merah terlihat panik, keluar masuk ruang ICU.

    "Nanti saja ya mas," ujarnya saat hendak dimitai keterangan.

    Pukul 16.03 WIB jenazah diturunkan dari ruang ICU menuju mobil ambulans RSUD Sunan Kalijaga bernopol H 9369 XX yang telah terparkir di pintu masuk UGD. (*) Laporan Reporter Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

    TRIBUNNEWS.COM


    Kuasa Hukum Keraton Yogyakarta Persilahkan PKL Menghadap

    JOGJA  -  Pihak keraton Yogyakarta mengatakan akan menerima dengan tangan terbuka kedatangan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

    Untuk diketahui, PKL Gondomanan yang kalah di PN Yogyakarta oleh pemegang kekancingan Keraton, Eka Aryawan, dikabarkan akan mengahadap keraton.

    "Kita akan menerima, tapi nanti kita akan koordinasi dengan gusti-gusti dulu," jelas Kuasa Hukum Keraton Yogyakarta, Achiel Suyanto Sabtu (13/2/2016).

    Namun dia menegaskan sampai saat ini belum bisa memberikan keputusan terkait karena belum melihat salinan lengkap putusan dari PN Yogyakarta.

    "Kita kan tidak bisa mencabut kekancingan lalu diberikan kepada pihak yang lain begitu saja jelasnya," ucap Achiel.

    Tim hukum keraton sendiri sebenarnya sudah memberikan rekomendasi terkait masalah ini saat masih dalam tahapan mediasi.

    Pertama pihak pemegang kekancingan harus mau menyelesaikan masalah dengan orang yang sudah menempati tanah tersebut sebelumnya.

    Hal tersebut sudah ada dan menjadi salah satu persyaratan perjanjian dalam kekancingan dan sudah ditandatangani oleh pihak Eka Aryawan.

    "Sejak awal pemegang kekancingan sudah tau ada yang menempati tapi dia cuma bisa menyelesaikan dua sementara yang 5 gak selesai sampai sekarang berarti kan mereka mengingkari kesepakatan," jelasnya.

    Apabila hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka tim hukum keraton memberikan dua rekomendasi kepada Panitikismo Keraton Yogyakarta yaitu membatalkan kekancingan yang sudah diberikan atau tidak memperpanjang kekancingan sampai batas waktu terakhir yang berlaku sampai dengan tahun 2019 itu.

    Rekomendasi tim hukum sendiri sudah diberikan kepada Panitikismo Keraton Yogyakarta sejak beberapa waktu yang lalu, namun hingga saat ini memang belum ada keputusan dari pihak panitikismo mengenai masalah ini.

    "Itu rekomendasi tim hukum, mau dipakai atau tidak itu terserah pengageng kita hanya rekomendasi," uajrnya.

    Dia sendiri masih tetao berharap akan ada penyelesaian yang lebih kekeluargaan dalam perkara ini.

    "Kalau misalnya PKL mau geser sedikit atau bagaimana lalu ada perdamaian kan gapapa, putusan pengadilan tidak harus dijalankan," tandasnya. (*) Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

    TRIBUNNEWS.COM


    Polisi Tembak Betis Kiri Kepala Dusun Asal Kendal

    SEMARANG - Seorang kepala dusun di Desa Banjarejo, Kaupaten Kendal, mendapat luka tembak polisi di betis kirinya karena ketahuan mencuri.

    Anton Ariadi (43) diam-diam menyambi sebagai pencuri rumah kosong. Setidaknya sudah 30 rumah kosong di Kota Semarang, barang-barangnya Anton satroni.

    Tim Resmob Polrestabes Semarang pimpinan Ipda Dimas Charis Nugroho dan Aiptu Jnadi terpaksa melumpuhkan Anton.

    "Sasarannya rumah kosong, baik yang ditinggal kerja maupun ditinggal ke luar kota," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Burhanudin, kepada wartawan, Jumat (12/2/2016).

    Barang berharga yang dicuri Anton meliputi alat elektronik seperti televisi LED, komputer jinjing, telepon seluler, perhiasan emas, hingga alat olahraga.

    Anton selalu beraksi sendirian. Berbekal motor dan linggis sepanjang 50 sentimeter, Anton mencari rumah kosong di beberapa perumahan di Kota Semarang.

    "Saya main sendiri, tidak ada teman," kata Anton yang kakinya ditembak polisi karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.
    Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muh Radlis

    TRIBUNNEWS.COM


    Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi Adipala Tambah 2.400 MW Sistem Kelistrikan Jawa Bali

    PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV), terdiri atas 35 tower yang merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa Bali. Untuk sirkit pertama telah beroperasi sejak 22 september 2015 lalu, sementara untuk sirkit kedua dinyatakan layak bertegangan pada akhir Januari 2016.

    SUTET yang terdiri atas dua sirkit ini mampu menghantarkan daya masing-masing 1200 mega watt (MW). Jaringan terbentang sepanjang 14 kilo meter sirkit (kms) menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Jateng Adipala dengan Gardu Induk tegangan Ekstra Tinggi (GITET) New Rawalo, Kesugihan, Jawa Tengah.

    Pembangunan SUTET ini untuk memperkuat sistem kelistrikan Jawa Bali, dengan cara mengalirkan pasokan listrik dari PLTU 2 Jateng berkapasitas 600 Mega Watt ( MW) ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

    SUTET yang terdiri atas dua sirkit ini dibangun dengan konstruksi ACSR 4x422 mm2 yang mampu menghantarkan daya masing-masing 1200 MW.

    “Dengan beroperasinya dua sirkit ini maka PLN akan mampu menambah pasokan listrik sebesar 2400 MW pada system kelistrikan Jawa Bali, hal ini tentu menjadi asupan yang sangat penting untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan Jawa Bali,” ujar Senior Manajer Public Relation, Agung Murdifi kepada indopetronews.com Minggu (7/2/2016) di Jakarta.

    Agung menambahkan SUTET Adipala - Rawalo Cilacap ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Jawa Tengah. Untuk saat ini, pasokan listrik terfokus pada Interbus Transformer (IBT) Ungaran I, II, IBT Pedan dan IBT Tanjungjati. Dengan adanya SUTET ini, beban listrik bisa dipecah ke GI Adipala, Rawalo dan Cilacap.

    Selain itu, dalam waktu dekat, PLN juga akan segera mengoperasikan SUTET Cila yang menghubungkan antara PLTU Cilacap Ekspansi 610 MW - Adipala yang saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung. Sesuai dengan rencana awal, SUTET akan dibangun sepanjang 4 kilo meter dan terdiri atas 12 tower. (Sofyan)indopetronews.com



    Pos via Blogawalking

    Belum Sebulan Diresmikan, Bibir Jembatan Surobayan Amblas

    Kajen, – Jembatan Pringgodani atau lebih dikenal Jembatan Surobayan yang baru diresmikan pada 14 Januari 2016 sore tadi sekitar pukul 14.30 wib Minggu,( 7/2), amblas.

    Amblasnya penyangga jembatan yang digadang-gadang menjadi ikon pembangunan Kabupaten Pekalongan itu menimpa rumah milik Fauzan (53), warga RT 1 RW 1, Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan,

    Fauzan mengaku, bahwa sebelum kejadian itu dirinya sedang menyapu di rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara keras, dan limpahan material jembatan berjatuhan menimpa jendela rumahnya yang berada disamping jembatan dan menjebol jendela rumahnya.

    “Dari tadi siang hujan deras, kemungkina terkena rembasan air hujan, sehingga hancur seperti ini,” katanya kepada gemmacakrawala.co.id.

    Meski demikian, pihaknya telah menyadari bahwa talut peyangga pada jembatan yang terletak disamping rumahnya sudah terlihat retak dan longsor pada, Sabtu (6/2/2016) lalu.

    Namun dia tidak menyangka, kerusakan parah akibat amblasnya penyangga jembatan tersebut terjadi berselang satu hari.

    “Kami jadi was-was kalau kerusakan itu semakin parah. Apalagi tugu jembatan juga sudah goyang-goyang. Saya khawatir menimpa rumah, karena bawahnya juga sudah pada retak,” kata dia.

    Dari pantauan dilapangan, jembatan yang pembangunanya dilaksanakan oleh PT Tirta Bumi Kencana dengan anggaran 25,5 milyar dari APBD I dan APBD II tahun 2015 itu terlihat retak-retak pada jalan dipangkal jembatan dan amblas sepanjang lebih kurang 5 meter karena tanah yang menjadi dasarnya terkikis air hujan. [Red]Gemmacakrawala.co.id

    BEM UNS Kritik Kondisi Ekonomi di Hari Kesaktian Pancasila

    TrendingMedia,SOLO – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelah Maret (UNS) turun ke jalan menggelar aksi di Bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi, Kamis (1/10/2015).

    “Saat ini kondisi Bangsa Indonesia cukup memprihatinkan, bisa dilihat lemahnya ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Yang mana Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mulai dilupakan,” ujar Wakil Presiden BEM UNS, Nurdin Hidayatullah di sela-sela aksinya, Kamis (1/10).

    Ia mengungkapkan Pancasilan sebagai ideologi bangsa harus ditegakan untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Pasalnya Pancasila di dalamnya terkandung nilai-nilai yang harapannya dapat ditransformasikan oleh kompenen bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi kenyataan itu, lanjut dia, tidak terjadi dan banyak dilupakan tidak diterapkan pemerintah.

    “Lewat aksi ini kami ingin mengingatkan kepada pemimpin untuk memakai ideologi Pancasila dalam memerintah dan sebelum mengambil keputusan. Yang mana sudah lupa dengan janji-janjinya selama ini ke masyarakat,” kata dia.

    Dalam aksinya, mereka menuntut agar Pemerintah menjalankan program-programnya sesuai dengan Pancasila dan mengembalikan rupiah menjadi empat digit. Mereka juga minta agar revolusi mental Jokowi-JK dan kabinetnya sebelum merevolusi mental masyarakat.

    Selengkapnya >> BEM UNS Kritik Kondisi Ekonomi di Hari Kesaktian Pancasil

    Kronologi Penangkapan Anggota Brimob Perampok Uang Rp4,8 M

    Trending Media,Seorang anggota polisi bernama Brigadir Suprianto yang diduga terlibat perampokan di wilayah Jawa Tengah ditangkap petugas gabungan dari Polda Jateng dan Denintel Kodam IV/Diponegoro, Semarang.

    Informasi yang diperoleh di lapangan, polisi tersebut ditangkap, Kamis 1 Oktober 2015 sekitar pukul 07.30 WIB di Kos D'Paragon, Jalan Pandega Duksina, Condongcatur, Depok, Sleman. Tempat kost itu milik Jon Dayat.

    "Oknum tersebut Rabu, 30 September 2015 sekitar pukul 17.25 WIB tiba di kos dan memesan kamar nomor 11," kata petugas jaga kos yang enggan disebutkan namanya.

    Menurut petugas jaga kos, Suprianto sempat menitipkan tas yang diduga berisi uang senilai Rp1 miliar. Namun, belum sempat menikmati hasil kejahatannya polisi tersebut sudah dicokok petugas gabungan dan langsung dibawa ke Semarang. "Petugas hanya bilang langsung dibawa ke Semarang," ujarnya.

    Sementara itu, Humas Polda DIY AKBP, Anny Pudjiastuti, mengaku tidak mengetahui adanya penggrebekan tersebut. "Sudah kami konfirmasi dengan Jajaran Ditreskrimum Polda DIY, disampaikan tidak ada penangkapan," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

    Selengkapnya Kronologi Penangkapan Anggota Brimob Perampok Uang Rp4,8 M

    Anggota Brimob Rampok Uang Rp 4,8 Miliar dari Mobil yang Dikawalnya

    Trending Media SEMARANG - Seorang oknum anggota Brimob Polda Jateng, Brigadir Supriyanto, merampok mobil pengangkut uang yang dikawalnya sendiri. Kejadian itu berlangsung Senin (28/9/2015) sekitar pukul 18.30 di penggilingan padi Hendra Setia, Desa Kwagean, Tengaran, Kabupaten Semarang.

    Brigadir Supriyanto dan seorang rekannya yang belum diketahui identitasnya menyekap karyawan perusahaan jasa pengangkutan uang PT Advantage dan melarikan uang dari dalam mobil itu senilai Rp 4,8 miliar.

    Dari informasi yang dihiimpun Tribun Jateng, mobil pengangkut uang itu berangkat dari kantor PT Advantage di Jalan Karanganyar Gunung, Kota Semarang sekitar pukul 07.30, Senin (28/9/2015).

    Di dalam mobil terdapat dua orang dua orang karyawan bernama Frendy Agus Irawan dan Tri Ivan serta dikawal oleh pelaku, oknum anggota Brimob Polda Jateng, Brigadir Supriyanto.

    Seelngkapnya Anggota Brimob Rampok Uang Rp 4,8 Miliar dari Mobil yang Dikawalnya


    Indonesia Paling Banyak Koperasi tapi tidak Efisien


    Batang JurnalisRakyat – Pengamat perkoperasian Lutfi adam menyebut Indonesia merupakan negara pemilik badan hukum koperasi terbanyak di dunia atau rata-rata 3 koperasi formal di setiap desa.

    “Kita ini menjadi pemilik koperasi berbadan hukum terbanyak di dunia dan setiap desa berarti rata-rata ada 3 koperasi formal,”

    Menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) Syahril Hanafi SE MBA , kondisi tersebut jelas tidak sehat karena menunjukkan daya saing koperasi yang lemah baik ditinjau dari skala ekonomi maupun tawar menawar politis.

    Ia berpendapat jalan keluar bagi persoalan itu salah satunya melalui pembubaran koperasi “papan nama” lalu koperasi yang tersisa dikonsolidasikan.

    “Selama ini koperasi-koperasi papan nama itu hanya dijadikan sebagai alat untuk memutar-mutar dana bantuan sosial dan juga dana-dana karitatif lainnya. Ini sudah tidak sehat. Kalau ditertibkan maka idealnya memang satu desa satu,” katanya.

    Bahkan jika memungkinkan, kata dia, koperasi yang ada perlu dikonsolidasikan lagi agar mereka terus merger dan semakin besar skala usahanya.

    “Setelah upaya pembubaran, sebaiknya dilakukan upaya konsolidasi dan termasuk di dalamnya memperbaiki citra koperasi dengan cara menertibkan rentenir yang berbaju koperasi yang selama ini turut merusak citra koperasi,”

    Selain itu, ia menyoroti pentingnya fungsi pengawasan terhadap koperasi agar semakin efektif dan untuk langkah awal penertiban dan konsolidasi ini sebaiknya diberikan anggaran yang memadai agar segera dapat diselesaikan.

    Ia menegaskan, proses akumulasi puluhan tahun koperasi papan nama ini harus segera diakhiri agar program pemerintah menjadi jelas targetnya.(LFD)
     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger