Kajen, – Jembatan Pringgodani atau lebih dikenal Jembatan Surobayan yang baru diresmikan pada 14 Januari 2016 sore tadi sekitar pukul 14.30 wib Minggu,( 7/2), amblas.
Amblasnya penyangga jembatan yang digadang-gadang menjadi ikon pembangunan Kabupaten Pekalongan itu menimpa rumah milik Fauzan (53), warga RT 1 RW 1, Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan,
Fauzan mengaku, bahwa sebelum kejadian itu dirinya sedang menyapu di rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara keras, dan limpahan material jembatan berjatuhan menimpa jendela rumahnya yang berada disamping jembatan dan menjebol jendela rumahnya.
“Dari tadi siang hujan deras, kemungkina terkena rembasan air hujan, sehingga hancur seperti ini,” katanya kepada gemmacakrawala.co.id.
Meski demikian, pihaknya telah menyadari bahwa talut peyangga pada jembatan yang terletak disamping rumahnya sudah terlihat retak dan longsor pada, Sabtu (6/2/2016) lalu.
Namun dia tidak menyangka, kerusakan parah akibat amblasnya penyangga jembatan tersebut terjadi berselang satu hari.
“Kami jadi was-was kalau kerusakan itu semakin parah. Apalagi tugu jembatan juga sudah goyang-goyang. Saya khawatir menimpa rumah, karena bawahnya juga sudah pada retak,” kata dia.
Dari pantauan dilapangan, jembatan yang pembangunanya dilaksanakan oleh PT Tirta Bumi Kencana dengan anggaran 25,5 milyar dari APBD I dan APBD II tahun 2015 itu terlihat retak-retak pada jalan dipangkal jembatan dan amblas sepanjang lebih kurang 5 meter karena tanah yang menjadi dasarnya terkikis air hujan. [Red]Gemmacakrawala.co.id
Amblasnya penyangga jembatan yang digadang-gadang menjadi ikon pembangunan Kabupaten Pekalongan itu menimpa rumah milik Fauzan (53), warga RT 1 RW 1, Desa Surobayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan,
Fauzan mengaku, bahwa sebelum kejadian itu dirinya sedang menyapu di rumah. Tiba-tiba dia mendengar suara keras, dan limpahan material jembatan berjatuhan menimpa jendela rumahnya yang berada disamping jembatan dan menjebol jendela rumahnya.
“Dari tadi siang hujan deras, kemungkina terkena rembasan air hujan, sehingga hancur seperti ini,” katanya kepada gemmacakrawala.co.id.
Meski demikian, pihaknya telah menyadari bahwa talut peyangga pada jembatan yang terletak disamping rumahnya sudah terlihat retak dan longsor pada, Sabtu (6/2/2016) lalu.
Namun dia tidak menyangka, kerusakan parah akibat amblasnya penyangga jembatan tersebut terjadi berselang satu hari.
“Kami jadi was-was kalau kerusakan itu semakin parah. Apalagi tugu jembatan juga sudah goyang-goyang. Saya khawatir menimpa rumah, karena bawahnya juga sudah pada retak,” kata dia.
Dari pantauan dilapangan, jembatan yang pembangunanya dilaksanakan oleh PT Tirta Bumi Kencana dengan anggaran 25,5 milyar dari APBD I dan APBD II tahun 2015 itu terlihat retak-retak pada jalan dipangkal jembatan dan amblas sepanjang lebih kurang 5 meter karena tanah yang menjadi dasarnya terkikis air hujan. [Red]Gemmacakrawala.co.id

