ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

    Hipmi Siap Bantu Susun Roadmap Industri Perikanan

    JAKARTA—News.JurnalisRakyat.com–Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap membantu pemerintah menyusun roadmap industri perikanan. Hal tersebut diutarakan Ketua Bidang Kemaritiman Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Munafri Arifuddin, menyusul rencana pemerintah menyusun roadmap industri perikanan nasional.

    “Sebagai mitra, kami siap membantu Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) bila diperlukan,” ujar Munafri di Makassar, Sulawesi Selatan hari ini.

    Sebelumnya Presiden meminta Menteri Susi menyusun roadmap industri perikanan nasional, penetapan lokasi, dan masterplan kawasan industri perikanan nasional sebagai proyek strategis nasional. Selain itu, Presiden juga meminta untuk mengevaluasi peraturan yang menghambat pengembangan perikanan. Perintah itu tertuang dalam Instruksi Presiden No 7/2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional yang diunggah di laman Setkab, Rabu (24/8). Evaluasi itu mencakup seluruh bidang perikanan.

    Munafri mengatakan, sudah saatnya Indonesia memiliki roadmap industri perikanan nasional. Selain itu perlu disusun kembali masterplan kawasan industri perikanan. Dia mengatakan, kebijakan Ibu Susi selama ini sudah tepat. Dengan berbagai kebijakan yang sangat ketat di hulu (penangkapan), deposit perikanan nasional saat ini menjadi melimpah. Akibat limpahan tersebut, pemerintah perlu merangsang industri olahan atau hilirisasi perikanan.

    Dia mengatakan, selain siap menyumbang pemikirannya, Hipmi juga siap menjadi penghubung antara investor dan pengusaha lokal.

    “Sehingga investor dapat melakukan efisiensi dan melakukan pengembangan usaha lebih leluasa,” Ucapnya lagi.

    Menurut dia, kawasan timur merupakan wilayah yang paling siap digarap industri perikanannya. Selain wilayah lautnya yang luas, deposit perikanannya yang melimpah, juga lokasinya dekat dengan negara-negara importer ikan asal Indonesia di kawasan pasifik.

    Hipmi Research Center mencatat meski potensi perikanan dan kelautan Indonesia sangat besar, namun kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih kecil, hanya sekitar tiga persen. Pada kuartal I 2016, PDB perikanan naik sebesar 13,5 persen.

    Kuartal I-2016, PDB perikanan perikanan nasional sebesar Rp 77,3 triliun, naik sebesar Rp 9,2 triliun atau 13,5 persen. Meski naik, peran dengan PDB keseluruhan, masih kurang dari 3 persen.

    Dari sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan OJK menargetkan total penyaluran kredit Kelautan Kemaritiman dan Perikanan melalui program JARING (Jangkau, Sinergi dan Guidelines) sebesar Rp 9,2 triliun di tahun 2016.Realisasi kredit JARING sampai dengan Desember 2015 mencapai Rp 6,69 atau 124,5 persen dari target Rp 5,37 triliun.

    Sumber : hilirisasi.com


    Pertamina Realisasikan Proyek RDMP RU V Balikpapan

    News.jurnalisrakyat.com- PT Pertamina (Persero) terus bergerak cepat melakukan penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan menyusul telah dimulainya pekerjaan Front End Engineering Design (FEED)  pada Kamis (8/9/2016). RDMP RU V Balikpapan fase I dan fase II dikerjakan sendiri oleh perusahaan.

    Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi dalam sambutannya pada Kick Off Meeting untuk pekerjaan FEED mengatakan untuk mewujudkan RDMP RU V Balikpapan dalam waktu tiga tahun tidak bisa dilakukan dengan langkah biasa. Setelah pada Juli lalu Pertamina memulai pekerjaan Basic Engineering Design (BED) dengan target tuntas pada Januari 2017, kini FEED dimulai secara paralel.

    “Pada proyek normal, FEED dimulai setelah BED selesai, namun untuk RDMP RU V Balikpapan kami kerjakan secara paralel untuk mempercepat proses sehingga target dimulainya pekerjaan fisik pada pertengahan 2017 bisa tercapai. Kami sama sekali tidak ingin mentoleransi keterlambatan untuk merealisasikan target operasional penuh RDMP RU V Balikpapan pada September 2019,” kata Hardadi.

    Terdapat beberapa milestone penyelesaian pekerjaan FEED, yaitu licencor management yang harus tuntas pada 9 Januari 2017, FEED revamp unit, yaitu pada unit-unit lama seperti crude distillation unit dan vacuum distillation unit dengan target penuntasan 15 Maret 2017, FEED licensed unit pada unit-unit baru, seperti Diesel and Kerosene Hydrotreaters, Platformer, Continuous Catalytic Reformer, Gasoline Selective Hydrotreaters, Alkylation, dan juga Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) selesai pada 30 Juni 2017 sehingga ujungnya berupa estimasi capex akan selesai pada 15 Juli 2017.

    Untuk penuntasan FEED tersebut, Pertamina telah menetapkan untuk bekerjasama dengan Bechtel International sebagai pelaksana, baik untuk enam unit baru maupun CDU dan VDU. Disamping membangun infrastruktur kilang, Pertamina juga melakukan pengembangan kemampuan sumber daya manusia internal perusahaan dengan mengirimkan kembali insinyur junior dan senior bekerja di kantor Bechtel.

    “FEED pelaksanaannya akan dilakukan di tiga lokasi Bechtel, yaitu Houston, London, dan New Delhi dan kami akan memberangkatkan kembali sekitar 80 insinyur Pertamina ke tiga lokasi tersebut untuk bekerja bersama Bechtel menyelesaikan FEED. Artinya, untuk pelaksanaan BED dan FEED RDMP RU V Balikpapan, Pertamina akan mengirimkan total insinyur sebanyak 200 orang. Ini bagian dari upaya Pertamina mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan kapasitas insinyur tidak hanya untuk RDMP RU V Balikpapan, tetapi juga proyek-proyek kilang lainnya,” ungkap Hardadi.

    Pertamina tengah fokus untuk merealisasikan enam mega proyek kilang, yang terdiri dari empat proyek RDMP yaitu, RDMP RU V Balikpapan, RDMP RU IV CIlacap, RDMP RU II Dumai, dan RDMP RU VI Balongan, serta dua proyek kilang baru, yaitu Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan GRR Bontang. Menurut Hardadi, pekerjaan RDMP dua hingga tiga kali lebih sulit dari proyek kilang baru karena dibangun di tengah-tengah unit kilang yang telah ada dan beroperasi.

    Dia mencontohkan untuk RDMP RU V Balikpapan Pertamina melakukan tiga tahapan utama dalam pelaksanaannya. Ketiga tahapan tersebut, yaitu pemindahan pergudangan dan perbengkelan yang areanya akan digunakan sebagai lokasi proyek RDMP, pengosongan kawasan hunian yang akan digunakan untuk lokasi pergudangan dan perbengkelan baru, dan pembangunan hunian baru untuk menampung pekerja yang dipindahkan dari kawasan hunian yang akan dikosongnya.

    “Dengan demikian, pembangunan hunian baru merupakan tahapan pekerjaan pertama yang paling krusial. Saat ini proyek hunian yang akan berisi sekitar 300 unit hunian tersebut sedang dibangundan telah mencapai level 10 dari 23 lantai yang direncanakan dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk sebagai kontaktor telah berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu,” tandasnya.

    Sumber : indopetronews.com


    Venezuela Pacu Produksi Minyak Mentah

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Rabu, (22/6/2016), mengumumkan negaranya akan meningkatkan produksi minyak untuk memenuhi kuota baru yang ditetapkan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)."Kami harus menurunkan biaya produksi untuk membantu investasi, dan Venezuela akan meningkatkan produksi minyaknya, sementara meningkatkan teknologi dan peralatan yang digunakan," kata Maduro dalam pidato di istana kepresidenan, seperti dilansir oleh Xinhua.Namun tidak dijelaskan berapa kuota pasti yang ditetapkan oleh OPEC atau peningkatan produksi minyak yang akan dicapai. Ia juga menjamin bahwa PDVSA, perusahaan minyak nasional, akan melakukan perbaikan dengan efisiensi maksimum di kilang dan industri petrokimia.Sementara Menteri Minyak dan Pertambangan Venezuela, Eulogio del Pino, mengatakan OPEC telah menunjuk Venezuela karena memiliki strategi penting untuk menyeimbangkan harga barel minyak, yang telah berfluktuasi liar dalam beberapa bulan terakhir. "Kami tidak terikat pada dogma mengurangi produksi. Kami sedang mencari rencana baru yang akan membawa kami ke harga yang seimbang, yang membenarkan keberlanjutan investasi," ujar del Pino. (Sofyan)
    Sumber Indopetronews.com


    Incar Proyek PLTG Jawa 1, Pertamina Gunakan Teknologi GE

    Jakarta - PT Pertamina (Persero) bersama Marubeni konsorsium (Independet Power Producer/IPP) menyepakati kerjasama eksklusif dengan General Electric (GE) untuk penyediaan teknologi Combined Cycle Gas Turbine IPP Jawa 1 berkapasitas 1.600 Mega Watt (MW).

    Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, dipilihnya General Electric sebagai penyedia teknologi pada proyek IPP Jawa 1, menandai masuknya konsorsium Pertamina-Marubeni pada tahapan penting untuk mempersiapkan diri dalam tender IPP Jawa 1 oleh PT PLN (Persero).

    "Kami optimistis dengan kesepakatan kerjasama eksklusif yang sudah terjalin antara konsorsium Pertamina-Marubeni dan General Electric," kata Wianda, di Jakarta, Minggu (13/3/2016).‎
    General Electric akan menyediakan teknologi pembangkitan listrik CCGR paling mutakhir di dunia, yaitu 9HA. Teknologi yang telah terbukti dan banyak digunakan di dunia tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi pembangkitan menjadi di atas 61 persen, sebagaimana banyak tersedia di pasar saat ini.

    "General Electric telah menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan maksimal kepada konsorsium, termasuk penyediaan teknologi yang paling advance dan efisien di dunia," tutur Wianda.

    Proyek pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) IPP Jawa 1 akan menjadi yang terbesar di Indonesia dengan perkiraan investasi US$ 2 miliar (termasuk FSRU). Proyek tersebut juga merupakan bagian dari program 35 ribu MW. PT PLN (Persero), diinformasikan akan mulai membuka penawaran tender pada awal Mei 2016.

    Konsorsium Pertamina-Marubeni juga telah menyepakati kerjasama dengan Samsung C&T sebagai penyedia jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

    Bergabungnya pemain-pemain besar di industri pembangkitan listrik tersebut, kata Wianda, membuktikan keseriusan Pertamina sebagai leader dari konsorsium ini untuk mendukung pemerintah dan PLN merealisasikan proyek IPP Jawa 1 yang telah direncanakan.

    "General Electric dengan teknologi mutakhirnya, Samsung C&T sebagai pelaksana EPC kelas dunia, dan Marubeni yang merupakan salah satu IPP terbaik global bersama-sama Pertamina yang merupakan National Energy Company Indonesia siap mendukung pemerintah untuk Program 35.000 MW khususnya IPP Jawa 1," kata Wianda. (Pew/Gdn)Liputan6.com


    Pengembang, Pemerintah dan PLN Beda Tafsirkan Aturan

    Pemerintah Jokowi – JK menegaskan proyek program 35.000 MW harus dapat terealisasi dalam waktu 5 tahun. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT).

    Menyikapi program pemerintah, Komisaris Utama PT Pat Petulai Energi, Dony Gouw mengatakan masih ada beberapa masalah mengganjal yang membuat pembangunan menjadi terhambat.

    “Masih banyak permasalahan, salah satunya adalah banyaknya peraturan yang bisa ditafsirkan berbeda- beda, dan juga adanya bentrok kepentingan antara pengembang, pemerintah dan PLN. Ini yang harus kita benahi bersama,” kata Dony kepada indoPetroNews.com Jumat (4/3/2016) di Jakarta.

    Dony mengatakanseharusnya pemerintah harus bergerak lebih cepat terlebih lagi di era ekonomi yang sangat terbuka ini. Ia mengatakan Indonesia memiliki potensi EBT dalam jumlah sangat besar, salah satu potensi besar yang ada yakni air, diyakini mampu mendorong percepatan proyek listrik raksasa ini.

    “Pemerintah harus gerak cepat untuk pembanguna ini, karena akan ada dampakya pada Masayarakat Ekonomi Asean yang sangat terbuka. Indonesia mempunyai potensi EBT yang sangat besar, salah satu potensi besar dan sudah banyak dibangun di dalam negeri adalah menggunakan energi air. Banyak keuntungan yang didapatkan dari pemanfaatan air, pertama, PLTA itu usianya bisa sangat panjang antara 50- 100 tahun, kapasitas daya keluaran PLTA relatif besar, kemudian teknologinya bisa dikuasai dengan baik oleh Indonesia, dan yang tidak kalah penting juga adalah bebas emisi karbon,” ujar Dony menjelaskan.

    Salah satu Peraturan Menteri yaitu Peraturan Menteri No.19 tahun 2015 mengenai Pembelian Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Air Dengan Kapasitas Sampai Dengan 10 MW (Sepuluh Megawatt) oleh PT Perusahaan Listrik Negara, harga jual listrik dari Independent Power Producer (IPP) kepada PLN untuk tahun 1-8 adalah US$ 12 cent dan US$ 7,5 cent untuk tahun selanjutnya sampai dengan tahun ke 20.

    PLN sebagai eksekutor sampai dengan saat ini belum dapat mengeluarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan alasan belum adanya kejelasan subsidi dari Pemerintah, karena harga beli tersebut masih di atas dari harga jual mereka. Ditambah hal itu juga berdampak pada semakin berbelit-belit nya pengurusan awal syarat-syarat sebagai pengembang di PLN Wilayah.

    Menyikapi hal ini, Direktur PT Klaai Dendan Lestari, Yogi Adhi Satria, memaparkan, pengembang memiliki ketertarikan untuk ikut berinvestasi dalam proyek listrik ini, akan tetapi ia melihat posisi pengembang terkesan “digantungkan” walaupun mereka telah mengeluarkan banyak dana untuk pengembangan. (Sofyan)INDOPETRONEWS.COM


    Citilink Buka Rute Wisata Baru ke Aceh

    Menpar Arief Yahya meyambut gembira hadirnya maskapai nasional yang hendak membuka rute baru di destinasi pariwisata Indonesia. Terutama LCC –low cost carrier—atau perusahaan penerbangan yang murah meriah yang hendak meramaikan objek wisata yang semakin banyak. “Ada banyak bandara yang sudah siap diterbangi LCC, makin banyak maskapai yang masuk, makin bagus buat pengembangan industry pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

    Ada di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Bandara Silangit Sumut, Bandara Lombok International, Labuan Bajo, Kota Baubau, Wakatobi, Ende, Kupang, dan masih banyak lagi airport yang masih kecil-kecil. Mereka membutuhkan lebih banyak pesawat yang landing dan take off dari lokasi yang objek wisatanya bagus-bagusnya itu.

    Arief Yahya malah bersurat kepada Menteri Perhubungan, agar bandara yang kosong itu ditenderkan saja. Misalnya, LCC yang masuk diberi prioritas untuk beroperasi sendiri selama 4 tahun. Kalau ada dua maskapai, diberi keleluasaan membangun pasar selama 3 tahun. Sehingga mereka merasa aman, karena bisa beroperasi sendirian. ”Ditenderkan saja siapa yang mau? Biar fair. Jangan menunggu ada pasar baru maskapai masuk. Tetapi juga ikut menciptakan pasar dan pergerakan orang,’ ungkapnya.

    Seperti diketahui, teori Menpar Arief Yahya itu syarat sebuah kawasan itu dipromosikan besar-besaran jika sudah memiliki 3A. Akses, Atraksi dan Amenitas. Akses itu factor mutlak, karena kalau tidak ada jalan menuju ke lokasi destinasi manapun, tidak akan sukses. “Karena itu, akses itu penting. Orang tidak bisa bergerak tanpa akses yang bagus,” ungkap dia.

    Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi menyebut LCC, Citilink Indonesia, tengah membuka rute baru Jakarta-Banda Aceh. Ini menyambut baik dengan penambahan penerbangan ke wilayahnya, karena itu akan mempermudah wisatawan yang datang ke Banda Aceh dari Jakarta.

    ”Apalagi pak Menteri Arief Yahya melabeli Aceh sebagai wisata Halal, kami akan mempersolek diri terus dengan peluang bertambahnya kunjungan ini,” ujar Reza. Dengan penambahan itu, target pergerakan wisata nusantara dan wisata mancanegara semoga bisa tercapai. ”10 ribu wisatawan mancanegara dan 100 ribu wisatawan nusantara akan tercapai setiap tahunnya,” ujar Reza.

    Seperti diketahui, Citilink menyambut kedatangan pesawat baru Airbus A320 yang ke-37, sebagai upaya melanjutkan ekspansi bisnis di tahun 2016 dan wujud komitmen membangun armada penerbangan yang modern dengan pelayanan yang terbaik.INDOPETRONEWS.COM


    Inalum Bakal Jadi Induk Holding BUMN Tambang

    Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menegaskan akan ada pembentukan holding BUMN pada 2016, yaitu holding BUMN di sektor jalan tol dan sektor tambang.

    PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) / Inalum akan menjadi induk holding di sektor tambang. Inalum akan membawahi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero)‎ Tbk dan PT Timah (Persero) Tbk.

    Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media‎ Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menjelaskan meski Inalum akan jadi induk holding, namun hal itu hanya bersifat sementara.

    "Karena saat ini hanya Inalum yang sahamnya 100 persen dimiliki pemerintah, jadi mudah dikontrol oleh pemerintah, nanti tahap selanjutnya akan ada New Co, inalum turun sejajar dengan yang lain," kata Fajar saat berbincang dengan wartawan seperti ditulis, Sabtu (5/3/2016).

    Fajar menilai, pembentukan perusahaan baru yang membawahi perusahaan-perusahaan tambang ini menjadi lebih pas. Kementerian BUMN menargetkan pembentukannya dalam jangka menengah.

    Fajar menjelaskan, untuk tahap pertama pihaknya lebih mempercayakan ke Inalum, dikarenakan dalam pembentukan perusahaan baru membutuhkan proses yang lama dan lebih kompleks.


    "Kalau dibuat new co, berarti buat BUMN baru dan panjang urusannya, sumber daya manusianya siapa dan duitnya dari mana, belum urus sini, urus sana," tegas dia.

    Ia menegaskan, pembentukan holding BUMN ini tidak akan mempengaruhi kinerja masing-masing perusahaan, terutama perusahaan tambang yang kini sudah melantai di Bursa Efek Indonesia‎.

    "Jadi tetap biasa, segala rencana perusahaan atau kinerja tetap laporan ke publik sebagai pemegang saham juga, hanya saja nanti laporan keuangannya yang dikonsolidasikan ke Inalum," ujar dia. (Yas/Ahm)Liputan6. Com


    Petrogasday UI, Mahasiswa Peduli pada Ancaman Krisis Energi Indonesia

    Event Petrogas day di Universitas Indonesia (UI) dimulai sejak Kamis, 3 - 5 Maret 2016 di Depok Jawa Barat. Memasang tajuk Advancing The Energy Development to Anticipate National Energy Crisis“.

    Prof Dr Ir Widodo W Purwanto, dosen energy UI, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara yang digagas mahasiswa ini menjadi momentum sekaligus bentuk kepedulian generasi muda pada keberlangsungan energy di masa mendatang. “Kita sangat support acara seperti ini,” kata Widodo.

    Menurut Bimo, penyelenggara kegiatan, Petrogas Days UI merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Departemen Teknik Kimia, Universitas Indonesia. “Pada tahun ini, Petrogas Days UI membawa pesan tentang krisis energy, “ kata Bimo kepada indoPetroNews.com Kamis (3/3/2016) di Depok.

    Tema ini diangkat berdasarkan fakta bahwa Indonesia telah menunjukkan tanda-tanda krisis energi. Walaupun beberapa kebijakan telah ditegaskan, lanjut Bimo, tetapi dampak yang dihasilkan masih belum dapat dirasakan secara optimal karena kurangnya perhatian dari publik, khususnya kalangan mahasiswa.

    Petrogas Days UI hadir sebagai forum pengembangan wawasan, memahami kondisi energi nasional dan perkembangannya, dan menggugah perhatian mahasiswa terkait topik tersebut.

    Petrogas Days UI 2016 hadir dengan 4 rangkaian acara, yaitu seminar nasional. Selain seminar, juga diadakan 8th Chemical Product Design Competition (8th CPDC), 2nd Petronation (Petroleum Integrated Smart Competition) dan Student Energy Conference.

    Seminar nasional ini, yang bakal diselenggarakan pada Sabtu (5/3/2016) merupakan merupakan sebuah seminar yang mengangkat tema besar Petrogas Days UI 2016 dan menghadirkan pembicara yang telah berkontribusi pada sektor energi nasional. Diantara pembicara yang akan tampil adalah Menteri ESDM Sudirman Said, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Darwin Silalahi CEO PT Shell Indonesia, Arief Budiman Direktur Keuangan Pertamina (Persero) dan lain sebagainya. (Sofyan)INDOPETRONEWS.COM


    PKS: Pertumbuhan ekonomi di Atas 5 Persen, tapi Kemiskinan Tidak Berkurang Signifikan.

    Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR, Jazuli Juwaini, mendukung dikembalikannya Garis Besar Haluan Negara.

    Dia meyakini sistem GBHN sudah sesuai dengan semangat konstitusi dan akan membuat pembangunan di Indonesia tidak tergantung pada pemerintahan yang berkuasa.

    "Secara substansi, Fraksi PKS setuju bahwa Bangsa Indonesia perlu haluan negara,” kata Jazuli saat membuka acara diskusi "Relevankah GBHN Pasca Reformasi" di ruang Fraksi PKS DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/3/2016).

    Menurut Jazuli, setelah GBHN dihilangkan pasca-reformasi, pembangunan di Indonesia menjadi tidak berkesinambungan.

    Sebab, setiap pemimpin baik di pusat dan daerah mempunyai visi misi pembangunannya sendiri.

    "Pembangunan bukan terkesan hanya representasi dari visi dan misi pemerintah dan hanya dinikmati sebagian kalangan," kata dia.

    Jazuli mengatakan, setidaknya ada tiga indikator yang menunjukkan pembangunan ekonomi Indonesia pasca-reformasi hanya dinikmati sebagian kalangan.

    Pertama, angka pertumbuhan ekonomi relatif tinggi di atas 5 persen, tapi angka kemiskinan tidak berkurang signifikan.

    Padahal anggaran kemiskinan sejak 2010 hingga 2013 selalu naik angkanya, mulai dari Rp 55,8 triliun, Rp 74,3 triliun, Rp 93,5 triliun, hingga Rp 119 triliun.

    "Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak sejalan dengan pemerataan ekonomi," ucap anggota Komisi III DPR ini.

    Kedua, lanjut dia, data ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin semakin memburuk. Hal itu tercermin dari koefisien Gini di perkotaan dan pedesaan, masing-masing mencapai 0,43 dan 0,32.

    "Ini menandakan yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin sengsara", kata dia.

    Ketiga, pembangunan yang masih terpusat di pulau Jawa, baik di sektor industri, keuangan, maupun infrastruktur.

    Hal ini lah yang menyebabkan urbanisasi sangat kencang dan pada gilirannya menyebabkan Pulau Jawa kelebihan penduduk.

    Wacana untuk mengembalikan haluan negara pertama kali datang dari PDI-P. Partai berlambang banteng itu ingin mengembalikan sistem pembangunan nasional semesta berencana yang sempat diterapkan pada era Soekarno.Tribunnews.com


    Pascabanjir, Harga Sayur di Pangkalpinang Naik 3 Kali Lipat

    BANGKA  -  Pasca banjir kurang lebih dua pekan lalu (9/2/2016), harga sayur mayur di pasar Induk/Pembangunan Pangkalpinang masih tergolong tinggi.

    Bayam misalnya sebelum kejadian tersebut perkilo Rp 8 ribu setelahnya menjadi Rp 25 ribu perkilo, Sabtu (20/2/2016).

    Termasuk sayur manis menjadi Rp 25 ribu perkilo yang sebelumnya Rp 7 ribu. Kacang panjang dari Rp 3 ribu menjadi Rp 12 ribu.

    Ujang (52), pedang di pasar tersebut menerangkan, pasokan dari petani berkurang. Mereka mengatakan tanamanya banyak gagal panen akibat banjir, selain itu akses jalan ada yang terputus.

    "Sayur-sayur seperti kacang panjang, bayam, sayur manis, kangkung, timun itu rata-rata dari petani di Bangka pasokannya. Otomatis banjir kemarin mereka kebanyakan terkena dampaknya, tutur Ujang kepada bangkapos.com, Sabtu (20/2/2016).

    Namun menurut penuturan Ujang, ada barang-barang yang tetap stabil harganya, seperti cabe merah kecil Rp 45, barang merah Rp 34 dan putih Rp 30, dan beberapa yang lainnya.

    "Kalau barang dari luar Bangka tidak ada kenaikan harganya," sebutnya.(*) Laporan Wartawan Bangka Pos, M. Nordin

    TRIBUNNEWS.COM


    Revisi UU Migas Makin tak Menentu

    Seiring peliknya tantangan ketahanan energi di tengah tingginya konsumsi BBM dan menurunnya harga minyak serta komoditas tambang lainnya, sektor ini terlihat terus berbenah dengan berbagai terobosan-terobosan untuk menyelesaikan beberapa persoalan ‘sistemik’ dari tata kelola migas, dari hulu hingga hilir.

    Menurut  Maryati Abdullah, Koordinator Nasional Publish What You Pay Indonesia (PWYP) telah lebih dari 4 tahun Revisi UU Migas menjadi agenda Prolegnas di DPR, tetapi hingga kini revisi UU tersebut belum juga diketok palu oleh DPR.

    “Padahal Revisi UU ini penting untuk memberi kepastian Badan Hulu (SKK Migas) karena sebelumnya BPMigas telah dibubarkan atas Putusan MK,” kata Maryati kepada indopetronews.com Jumat (12/2/2016) di Jakarta.

    Revisi UU Migas, kata Maryati, juga berkaitan penting dengan aspek ketahanan dan kemandirian energi, transparansi publik, akomodasi aspek lingkungan dan sosial, termasuk menutup celah bagi praktek mafia migas.

    “Belum selesai UU Migas direvisi, DPR juga telah memasukkan Revisi UU Minerba sebagai salah satu Prolegas dengan isu utama terkait kewajiban hilirisasi/pengembangan smelter, proses perpanjangan kontrak, dan isu terkait BUMN di sektor Minerba,” kata Maryati.

    Tidak pelak lagi, imbuh Maryati, pada 2016 pemerintah harus segera menyelesaikan revisi kedua Undang-Undang ini, untuk memberikan kepastian hukum dan memastikan pengelolaan sumber daya alam migas dan tambang menjadi lebih bertanggungjawab, transparan dan berkelanjutan demi kepentingan nasional.

    “Pemerintah dan DPR juga harus memastikan bahwa revisi kedua UU ini tidak ditunggangi oleh kepentingan ‘mafia’ yang mengutamakan perburuan rente bagi pribadi, elit dan kepentingan kelompok tertentu,” tegas Maryati.
    INDOPETRONEWS.COM
    (Sofyan)


    900 Rumah Warga Bekasi Menikmati Gas Kota

    Pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap. Targetnya 46.500 pelanggan. Sejak Kamis (11/02/2016), warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat secara bertahap mulai menikmati fasilitas jaringan gas kota. Pengelolaan jaringan gas kota yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cq Ditjen Migas melalui tahun anggaran 2014, tersebut, dilakukan PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertagas Niaga.

    Menurut President Director PT Pertagas Niaga, Jugi Prajogio, sumber gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Barat dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).  Untuk tahap awal, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke sekitar 900 rumah di wilayah Desa Jaya Mukti, Cikarang Pusat dan Kelurahan Serta Jaya, Cikarang Timur. Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga.

    “Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota yang dikelola Pertamina pada tahun 2016, setelah Bulungan di Kalimantan Utara. Ini adalah bentuk sinergi Pertamina. Gasnya dari Pertamina EP, menggunakan pipa transmisi Pertagas dan pengelolanya Pertagas Niaga,” ujar Jugi.

    Jugi menambahkan, bahwa jaringan gas kota di Kabupaten Bekasi akan berkembang terus karena banyak potensi pelanggan kecil yang bisa memanfaatkan jaringan gas kota untuk bisnisnya. Untuk itu, lanjutnya, PT Pertagas Niaga menargetkan, pada tahun ini seluruh sambungan jargas Bekasi bisa semua teraliri.

    Saat ini, Pertagas Niaga tercatat telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna sekitar 17.000 pelanggan. Dengan pengoperasian ini, maka seluruh jumlah pelanggan jargas Pertamina ditargetkan akan mencapai 46.500 pelanggan hingga akhir tahun.

    Sementara itu, Kepala Desa Jaya Mukti, Bekasi, Martin Harjawinata mengaku, warga sudah sejak lama menanti gas kota mengalir. "Kami dan Pertamina sudah melakukan sosialisasi dan sambutan warga sangat baik, “ kata Martin Harjawinata menyambut baik terealisasinya fasilitas jaringan gas kota (city gas) di wilayahnya.
    Pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap. Targetnya 46.500 pelanggan. Sejak Kamis (11/02/2016), warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat secara bertahap mulai menikmati fasilitas jaringan gas kota. Pengelolaan jaringan gas kota yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cq Ditjen Migas melalui tahun anggaran 2014, tersebut, dilakukan PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya, PT Pertagas Niaga.

    Menurut President Director PT Pertagas Niaga, Jugi Prajogio, sumber gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Barat dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).  Untuk tahap awal, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke sekitar 900 rumah di wilayah Desa Jaya Mukti, Cikarang Pusat dan Kelurahan Serta Jaya, Cikarang Timur. Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah-rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga.

    “Bekasi merupakan kota kedua yang menikmati fasilitas jaringan gas kota yang dikelola Pertamina pada tahun 2016, setelah Bulungan di Kalimantan Utara. Ini adalah bentuk sinergi Pertamina. Gasnya dari Pertamina EP, menggunakan pipa transmisi Pertagas dan pengelolanya Pertagas Niaga,” ujar Jugi.

    Jugi menambahkan, bahwa jaringan gas kota di Kabupaten Bekasi akan berkembang terus karena banyak potensi pelanggan kecil yang bisa memanfaatkan jaringan gas kota untuk bisnisnya. Untuk itu, lanjutnya, PT Pertagas Niaga menargetkan, pada tahun ini seluruh sambungan jargas Bekasi bisa semua teraliri.

    Saat ini, Pertagas Niaga tercatat telah mengoperasikan jaringan gas kota di Kota Jambi, Sengkang, Prabumulih, dan Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah pengguna sekitar 17.000 pelanggan. Dengan pengoperasian ini, maka seluruh jumlah pelanggan jargas Pertamina ditargetkan akan mencapai 46.500 pelanggan hingga akhir tahun.

    Sementara itu, Kepala Desa Jaya Mukti, Bekasi, Martin Harjawinata mengaku, warga sudah sejak lama menanti gas kota mengalir. "Kami dan Pertamina sudah melakukan sosialisasi dan sambutan warga sangat baik, “ kata Martin Harjawinata menyambut baik terealisasinya fasilitas jaringan gas kota (city gas) di wilayahnya.
    INDOPETRONEWS.COM
    (Sofyan)


    Saat Jokowi Pamer Pembangunan ke Luar Negeri

    LAMPUNG  - Ada yang beda dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Lampung, Kamis (11/2/2016). Jika biasanya Presiden Jokowi selalu mengajak wartawan Istana, dalam kunjungannya kali ini, tak satu jurnalis pun turut dalam rombongan.

    Satu-satunya yang diajak adalah wartawan dari Bloomberg, sebuah media massa dari Amerika Serikat.

    Setibanya di Lampung, Presiden mengajak wartawan dan kru media asing tersebut blusukan ke gudang lelang penjualan ikan.

    Saat blusukan itu, empat jurnalis dan kru asing yang berpakaian batik terus membuntuti Presiden.

    Seusai blusukan, para jurnalis asing dalam rangkaian rombongan Presiden menuju Tol Trans-Sumatera ruas Sabah Balau, Lampung Selatan.

    Di proyek tersebut, saat Presiden mendapat pemaparan tentang pembangunan jalan tol, jurnalis dalam negeri diminta meliput dari jarak sekitar 15 meter.

    Sementara seorang jurnalis asing yang membawa kamera video diperkenankan meliput dari dekat.

    Tidak hanya itu, saat Presiden masuk ke kantor PT Waskita Karya, hanya jurnalis asing yang diperbolehkan masuk bersama Presiden. Sementara media dalam negeri berada di luar.

    Namun, setelah sindiran dan keluhan dari sejumlah jurnalis lokal, seorang petugas meminta jurnalis asing tersebut keluar dan menunggu bersama.

    Kedatangan Bloomberg ke Lampung ternyata sudah dirancang. Pasalnya, ada satu tempat khusus yang disediakan untuk wawancara eksklusif dengan media tersebut. Wawancara digelar di simpang susun Tol Trans-Sumatera ruas Sabah Balau. Sebuah panggung kecil berukuran 3 meter x 2 meter dengan tinggi sekitar 20 sentimeter disulap menjadi studio luar ruangan.

    Tiga kamera dipasang di berbagai sisi untuk merekam wawancara itu. Selama 25 menit, Presiden yang siang itu mengenakan baju putih menjawab pertanyaan presenter Bloomberg, Haslinda Amin, yang mengenakan pakaian merah.

    Akibat jarak yang jauh, wartawan lokal tak bisa mendengar apa yang ditanya wartawan dan jawaban yang dilontarkan Presiden. Sesekali Presiden tampak menggerakkan tangannya, menunjukkan keseriusannya. Sesekali Presiden dan pewawancara terlihat tertawa.

    Seusai wawancara, Presiden mengajak Bloomberg melihat pemandangan pembangunan tol. Presiden cukup bangga dengan proyek nasional yang dikerjakan sejak ia menjabat.

    "Saya ingin tunjukkan pembangunan infrastruktur yang kita kerjakan ke negara-negara asing. Mereka harus tahu ada pembangunan Tol Trans-Sumatera, kereta cepat, tol laut, pembangunan jalur kereta di Sulawesi, pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt, dan lainnya," katanya.

    Tujuannya agar negara asing percaya infrastruktur berjalan. "Kalau kepercayaan itu muncul, akan ada arus investasi masuk," kata Jokowi lagi.

    Chris Brummitt, jurnalis Bloomberg yang ikut, mengaku tertarik dengan sosok Jokowi. Pasalnya, Jokowi dianggap berhasil memimpin Indonesia di tengah melemahnya perekonomian dunia dan Indonesia. Menurut rencana, wawancara itu ditayangkan sehari sebelum Presiden melawat ke AS, Minggu (14/2/2016). (Angger Putranto/Vina Oktavia)
    TRIBUNNEWS.COM
    Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 Februari 2016, di halaman 4 dengan judul "Saat Jokowi Pamer Pembangunan ke Luar Negeri".

    Sumber : Harian Kompas


    MatahariMall.com Jalin Kerja Sama dengan Klub Polo Pimpinan Prabowo

    JAKARTA -- MatahariMall.com menjalin kerja sama dengan Nusantara Polo Club (NPC) yang diwujudkan dalam pembelian 12 kuda ras Argentina yang akan digunakan untuk berlatih dan bertanding oleh para atlet polo berkuda di NPC. Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen MatahariMall di tahun 2016 untuk mendukung berbagai cabang olahraga berprestasi di Indonesia. 

    NPC didirikan pada tahun 2005 merupakan satu-satunya penyedia fasilitas olahraga polo berkuda dengan taraf internasional. Sejak itu, NPC telah mewakili Indonesia untuk menorehkan prestasi di kancah Internasional. Pada tahun 2014, tim polo berkuda Indonesia berhasil mempersembahkan gelar juara tingkat Asia di ajang All Asia Cup 2014.

    Tim Indonesia juga baru saja berhasil merebut posisi runner up di kompetisi All Asia Cup 2016 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada tanggal 5-16 Januari 2016 yang lalu. 

    “Tim polo berkuda Indonesia kerap mengharumkan nama bangsa di berbagai turnamen berskala internasional,” ujar CEO MatahariMall, Hadi Wenas, melalui siaran pers.

    Chairman of NPC, Prabowo Subianto mengatakan polo berkuda merupakan salah satu cabang olahraga yang identik dengan eksklusivitas. Dia ingin menghalau pandangan tersebut. Justru para atlet timnas Indonesia banyak berasal dari keluarga petani dari Sulawesi Utara dan Jawa Barat. Mereka dilatih dan dibina oleh pelatih profesional.

    "Alhamdulillah prestasi yang dicapai cukup membanggakan. Kita bisa buktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang sudah lama menekuni cabang olahraga ini," kata Prabowo.REPUBLIKA.CO.ID


    Red: Dwi Murdaningsih



    Pos via Blogawalking

    Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi Adipala Tambah 2.400 MW Sistem Kelistrikan Jawa Bali

    PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV), terdiri atas 35 tower yang merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa Bali. Untuk sirkit pertama telah beroperasi sejak 22 september 2015 lalu, sementara untuk sirkit kedua dinyatakan layak bertegangan pada akhir Januari 2016.

    SUTET yang terdiri atas dua sirkit ini mampu menghantarkan daya masing-masing 1200 mega watt (MW). Jaringan terbentang sepanjang 14 kilo meter sirkit (kms) menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Jateng Adipala dengan Gardu Induk tegangan Ekstra Tinggi (GITET) New Rawalo, Kesugihan, Jawa Tengah.

    Pembangunan SUTET ini untuk memperkuat sistem kelistrikan Jawa Bali, dengan cara mengalirkan pasokan listrik dari PLTU 2 Jateng berkapasitas 600 Mega Watt ( MW) ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

    SUTET yang terdiri atas dua sirkit ini dibangun dengan konstruksi ACSR 4x422 mm2 yang mampu menghantarkan daya masing-masing 1200 MW.

    “Dengan beroperasinya dua sirkit ini maka PLN akan mampu menambah pasokan listrik sebesar 2400 MW pada system kelistrikan Jawa Bali, hal ini tentu menjadi asupan yang sangat penting untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan Jawa Bali,” ujar Senior Manajer Public Relation, Agung Murdifi kepada indopetronews.com Minggu (7/2/2016) di Jakarta.

    Agung menambahkan SUTET Adipala - Rawalo Cilacap ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Jawa Tengah. Untuk saat ini, pasokan listrik terfokus pada Interbus Transformer (IBT) Ungaran I, II, IBT Pedan dan IBT Tanjungjati. Dengan adanya SUTET ini, beban listrik bisa dipecah ke GI Adipala, Rawalo dan Cilacap.

    Selain itu, dalam waktu dekat, PLN juga akan segera mengoperasikan SUTET Cila yang menghubungkan antara PLTU Cilacap Ekspansi 610 MW - Adipala yang saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung. Sesuai dengan rencana awal, SUTET akan dibangun sepanjang 4 kilo meter dan terdiri atas 12 tower. (Sofyan)indopetronews.com



    Pos via Blogawalking

    Pertamina Proyeksikan Laba Bersih Kinerja Hulu 2015 sebesar 11,04 Triliun


    EKONOMI-PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, memproyeksikan laba bersih dari sektor hulu sekitar US$800 juta atau setara Rp 11,04 triliun (kurs Rp 13.800) untuk kinerja operasi sepanjang 2015.

    Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina, mengatakan produksi hulu Pertamina hingga akhir tahun lalu mencapai 607.000 barel setara minyak per hari (barrel oil per day/BOEPD). “Jadi ada kenaikan laba sekitar 11% dibandingkan periode sama 2014,” kata Dia kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (1/2).

    Kontribusi terbesar minyak dan gas Pertamina, tambah Dwi, berasal dari PT Pertamina EP. Produksi minyak Pertamina EP tahun lalu mencapai 100.555 barel per hari dari target 115.100 barel per hari. Sedangkan produksi gas sebesar 1.015 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 97% dari target 1.052 MMSCFD.

    Dwi mengatakan dengan dengan harga minyak rata-rata US$48-US$50 per barel terjadi penurunan laba dari sektor hulu. Pada 2014, kontribusi hulu terhadap laba bersih perusahaan sekitar US$1,3 miliar dengan porsi sekitar 90% terhadap total laba bersih. “Untuk 2015, porsi antara hulu dan hilir komposisinya sekitar 50%:50%, kontribusi hulu sekitar US$800 juta," pungkas Dwi.(indopetronews.com)

    ‎Pemerintah Klaim Angkat 1 Juta Pegawai Honorer Jadi CPNS

    JAKARTA-Pemerintah tidak abai terhadap nasib para tenaga honorer di seluruh Indonesia. Faktanya jika merujuk kembali perjalanan sejak 2004 hingga 2015, sudah sebanyak 1.163.883 tenaga honorer diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sejak tahun 2006.

    Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman mengungkapkan, gelombang pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS sudah dimulai sejak 2006.

    Pengangkatan tenaga honorer ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah nomor 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. Selain karena kebutuhan untuk mengisi tenaga pada instansi pemerintah, pengangkatan tenaga honorer juga memperhatikan masa pengabdian.

    Sebab itu, dalam PP tersebut, tenaga honorer yang diprioritaskan untuk diangkat adalah mereka yang berusia paling tinggi 46 tahun dan sudah bekerja lebih dari 20 tahun. Prioritas berikutnya untuk tenaga honorer yang lebih muda dan masa kerjanya lebih singkat. “Jadi jelas, masa pengabdian tenaga honorer menjadi perhatian pemerintah,” ujarHerman, Jumat (5/2/2016)

    Di dalam PP 48/2005 itu juga dijelaskan bahwa mereka yang dimaksud tenaga honorer adalah yang sudah mengabdi minimal satu tahun sampai Desember 2005. Selain itu ditegaskan, mereka diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian. Sejak diberlakukan PP No. 48/2005 tersebut, pejabat tidak diperbolehkan mengangkat lagi tenaga honorer.

    Pasca terbitnya PP 48/2005, pengangkatan tenaga honorer berlangsung setiap tahun sesuai dengan formasi, dengan prioritas yang masa pengabdian panjang. Guru honorer, tenaga kesehatan, juga merupakan prioritas, mengingat banyak daerah yang masih kekurangan tenaga tersebut.

    Dalam perjalanannya, muncul kembali aspirasi baru, seperti ketentuan batas usia, masa kerja, proses seleksi yang perlu disesuaikan dalam PP 48/2005. Karena itu pemerintah menerbitkan PP No. 43/2007 tentang Perubahan PP No. 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

    Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS dilakukan hingga tahun 2009. "Mereka diangkat sesuai dengan formasi yang disediakan pemerintah. Total jenderal tenaga honorer yang pada 2004 – 2009 diangkat pemerintah menjadi CPNS mencapai 920.702 orang," kata Herman.

    Seharusnya dengan berakhirnya masa rekruitmen PNS hingga 2009, permasalahan tenaga honorer sudah selesai. Tetapi ternyata tidak. Belakangan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan juga sejumlah kelompok masyarakat menyebutkan masih ada tenaga honorer yang memenuhi kriteria PP 48/2005 dan PP 43/2007, yang belum diangkat menjadi CPNS. Untuk kelompok ini, beberapa kalangan menyebutnya dengan istilah tenaga honorer yang tercecer.

    Berdasarkan kesepakatan Pemerintah dengan Komisi II DPR, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) EE Mangindaan menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 tahun 2010. SE itu menegaskan batasan soal definisi tenaga honorer yang berhak diangkat menjadi CPNS. Hal itu dimaksudkan untuk menyaring, sehingga hanya tenaga honorer yang berhak saja yang diangkat menjadi CPNS.

    Pemerintah dan Komisi II DPR RI juga sepakat untuk mengklasifikasikan tenaga honorer menjadi dua, yakni Tenaga Honorer Kategori (THK) I, yakni tenaga honorer yang memenuhi kriteria PP 48/2005 dan PP 43/2007. Kelompok kedua adalah THK II, yakni tenaga honorer yang kriteria lainnya sama, tetapi mereka tidak dibayar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). (Yas/Gdn/liputan6.com)


    Gerhana Matahari Bikin IHSG Rontok?

    Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan turun ketika gerhana matahari terjadi pada 9 Maret 2016. Pasalnya, gerhana matahari mempengaruhi kondisi psikologis pelaku pasar sehingga mereka melakukan aksi jual saham.

    President & Founder PT Astronacci International Gema Goeryadi mengatakan, analisa tersebut menggunakan metode astronacci. Dia mengatakan astonacci merupakan metode untuk melihat kondisi pasar saham berdasarkan posisi planet. Dalam ilmu tersebut, posisi planet mempengaruhi kondisi psikologis manusia.

    "Iya itu bakal berpengaruh, kalau gerhana itukan new moon, biasanya impact-nya akan ada pembalikan arah yang cukup signifikan. Jadi misalnya turunnya bisa 3-4 persen penurunannya. Jadi inikan naik terus, setelah naik akan turun," katanya,Jakarta, Jumat (5/2/2016).

    Berdasarkan riset ilmiah posisi planet akan memberikan gelombang tertentu kepada manusia. Gelombang tersebut akan mempengaruhi kejiwannya untuk melakukan akumulasi maupun jual saham.

    ‎"Kita tinggal lihat orang kapan depresi kapan euforia. Kalau orang lagi senang orang lagi serakah kita tinggal ngitungin, kita jualan, menggabungkan fundamental dan teknikal itu orang selalu gagal. Fundamentalnya bagus tapi buktinya turun, teknikal bagus break resistance jebol ke bawah, ternyata combine time itu akur," jelasnya.

    Gema menuturkan, astranocci bukanlah metode baru. Bahkan, di luar negeri sudah banyak diterapkan. "Kita dari 2009 mulai memperkenalkannya. Kalau finansial astrologi sudah lama. Dari dulu JP Morgan itu sudah pakai 100 tahun yang lalu. Dia sampai mengeluarkan quote 'milioners dont use astrologi, billioners do' itu kata JP Morgan. Setelah JP Morgan sudah, tapi mereka masih kurang tajam, tanggal berapa," tuturnya.

    Sementara itu, dia mengatakan kondisi pasar modal dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif baik tahun ini. Indeks saham diperkirakan akan menembus level 5.200 akhir tahun.

    Dia mengatakan beberapa saham akan terus membaik sampai akhir tahun antara lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Charoen Pokhphand Indonesia Tbk (CPIN).

    "Saya pegang indeks pilih saham 12 sampai 15 saham yang layak, lainnya tidak," tutupnya. (Amd/Gdn/liputan6.com)


    Menteri Rini akan Ganti 7 Direksi BUMN

    Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berencana mengganti setidaknya 7 direksi perusahaan BUMN.

    Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro menjelaskan, pergantian ketujuh direksi tersebut karena habis masa jabatannya pada Maret ini.

    "Untuk awal tahun ini, Januari hingga Maret nanti akan ada 7 direksi yang habis masa jabatannya. Sementara untuk dewan komisaris ada 11 orang," kata Wahyu di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (5/2/2016).

    Wahyu mengungkapkan, salah satu direksi perusahaan BUMN yang rencananya akan diganti adalah Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Budi Gunadi Sadikin.

    Wahyu mengaku, jumlah pergantian direksi dan dewan komisaris BUMN akan bertambah hingga akhir tahun nanti. Hanya saja untuk total keseluruhan, Wahyu belum bisa mengungkapkan datanya.

    Kementerian BUMN memiliki sebuah portal khusus yang memuat data jajaran direksi dan‎ dewan komisaris perusahaan BUMN.

    Portal ini nantinya akan menjadi reminder para pejabat Kementerian BUMN jika dalam waktu tiga bulan ke depan akan ada direksi dan komisaris BUMN yang perlu diganti.

    "Jadi ini akan mengingatkan kita setiap tiga bulan, karena proses pergantian direksi itu mesti kita siapkan tiga bulan sebelumnya," terang Wahyu. (Yas/Nrm/liputan6.com)


    Pemerintah Gulirkan Rp 700 Juta Untuk Tiap Desa,Pada Tahun Ini

    Jakarta, JurnalisRakyat – Pemerintah serius mendorong program membangun desa dengan menambah anggaran. Tahun ini jumlah dana desa mencapai Rp 47 triliun sehingga rata-rata desa menerima Rp 700 juta. Belum lagi termasuk alokasi dana desa (ADD) dari APBD kabupaten, serta ada juga dana dari kementerian lain yang menjalankan program ke desa.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan, untuk mengawal dana desa hingga sampai sasaran, pihaknya menyarankan seluruh perangkat desa memakai sarana sosialisasi untuk membangun akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran desa.

    “Kita bisa kerja sama dengan dewan masjid biar ikut umumkan dana desa. Jamaah tahu desa A, desa B, desa C dapat sekian ratus juta. Dipakai buat apa dan sebagainya. Ini contoh sederhananya,” ujarnya kepada redaksi, Rabu (3/2).

    Selain dewan masjid, lanjut Marwan, sosialisasi juga bisa dilakukan dengan memasang papan pengumuman di pos kampling, di kantor RT dan RW. Dengan demikian semua masyarakat bisa ikut terdorong untuk terlibat dan mengetahui dana desa.

    Menteri Marwan mengingatkan, dana desa dari tahun ke tahun juga akan ditingkatkan. Jika tahun 2016 sebesar Rp 47 triliun, maka tahun depan dipastikan naik lagi bahkan bisa dua kali lipat. “Ini sesuai dengan janji Pemerintah Pak Jokowi untuk beri Rp 1 miliar ke desa dan sudah terwujud,” tegas Marwan.

    Marwan juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat tidak akan membuat sulit proses pencairan dana desa. Perencanaan penggunaan dana desa hingga pelaporannya cukup dengan dua lembar kertas. Bahkan pencairannya juga akan dipotong menjadi satu atau paling jelek dua tahap. Berbeda dengan tahun 2015 yang anggarannya Rp 20,7 triliun dicairkan dalam tiga tahap.

    “Pemerintah pusat semua akan mempermudah desa. Seluruhnya kita lakukan debirokratisasi dan deregulasi terhadap semua yang menghambat. Ini semangat pembenahan yang harus kita miliki bersama,” ucapnya dikutip rmol.co [*].
    Sumber : rmol.co , gemmacakrawala.co.id
    Edtor : Syarif Ahmad
     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger