ShareThis

Headlines News :
Home » , , , , , » Indonesia Paling Banyak Koperasi tapi tidak Efisien

Indonesia Paling Banyak Koperasi tapi tidak Efisien

Written By Unknown on Sabtu, 08 Agustus 2015 | 05.39


Batang JurnalisRakyat – Pengamat perkoperasian Lutfi adam menyebut Indonesia merupakan negara pemilik badan hukum koperasi terbanyak di dunia atau rata-rata 3 koperasi formal di setiap desa.

“Kita ini menjadi pemilik koperasi berbadan hukum terbanyak di dunia dan setiap desa berarti rata-rata ada 3 koperasi formal,”

Menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) Syahril Hanafi SE MBA , kondisi tersebut jelas tidak sehat karena menunjukkan daya saing koperasi yang lemah baik ditinjau dari skala ekonomi maupun tawar menawar politis.

Ia berpendapat jalan keluar bagi persoalan itu salah satunya melalui pembubaran koperasi “papan nama” lalu koperasi yang tersisa dikonsolidasikan.

“Selama ini koperasi-koperasi papan nama itu hanya dijadikan sebagai alat untuk memutar-mutar dana bantuan sosial dan juga dana-dana karitatif lainnya. Ini sudah tidak sehat. Kalau ditertibkan maka idealnya memang satu desa satu,” katanya.

Bahkan jika memungkinkan, kata dia, koperasi yang ada perlu dikonsolidasikan lagi agar mereka terus merger dan semakin besar skala usahanya.

“Setelah upaya pembubaran, sebaiknya dilakukan upaya konsolidasi dan termasuk di dalamnya memperbaiki citra koperasi dengan cara menertibkan rentenir yang berbaju koperasi yang selama ini turut merusak citra koperasi,”

Selain itu, ia menyoroti pentingnya fungsi pengawasan terhadap koperasi agar semakin efektif dan untuk langkah awal penertiban dan konsolidasi ini sebaiknya diberikan anggaran yang memadai agar segera dapat diselesaikan.

Ia menegaskan, proses akumulasi puluhan tahun koperasi papan nama ini harus segera diakhiri agar program pemerintah menjadi jelas targetnya.(LFD)
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
Proudly powered by Blogger