ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

    Pulau Salahnama kan Jadi Primadona Wisata

    Batu Bara,Pariwisata-Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara telah memulai membangun objek wisata di Pulau Salahnama. Dan kini pulau tersebut membutuhkan investor untuk dijadikan objek wisata, agar tak kalah dengan objek wisata pulau lainnya di Indonesia.Perut seperti dikocok untuk menuju ke sebuah Pulau yang berjarak sekitar 45 menit dari bibir dermaga Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Maklum jarak itu ditempuh dengan perahu motor (boat) berkecepatan tinggi.Sedangkan jika menggunakan kapal nelayan yang hanya bermesin dompeng dapat memakan waktu hingga 1 jam 30 menit, baru sampai di sebuah pulau yangasri tersebut.


    Setibanya disana perut yang tadinya mual, akibat guncangan perahu motor, terbalas dengan keindahan pulau yang benar-benar eksotis dan masih perawan. Pemandangan dipulau ini dipenuhi denganpasir putih, air laut yang jernih, terumbu karang yang terlihat jelas dan ikan warna-warninya yang berenang sampe ke bibir pantai. Pulau ini juga katanya surganya para pemancingPemerintah Batu Bara berharap pulau ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sigap Bupati Kabupaten Batu Bara, OK Arya ZulkarnainSH MM langsung melakukan penataan dan pembangunan. Sebab menurut OK Arya pembenahan ini sejalan dengan program Menteri Pariwisata yang menginginkan adanya peningkatan devisa di sektor pariwisata.Hal ini terkait masih banyaknya objek wisata yang belum tersentuh seraya serius. “Kedepan, objek wisata Pulau Salahnamayang memilki jarak sekitar 9,5 mil dari Tanjung Tiram ini bisa dijadikan primadona wisata di Sumut setelah Danau Toba,”kata OK Arya Zulkarnain SH MM, saat disambangi dikantornya, Kota Limapuluh, Sumut, akhir bulan lalu.


    Foto : Bupati Batu Bara, OK Arya Zulkarnain SH MM hilirisasi.com

    Pemerintah Kabupaten Batu Bara telah melakukan penataan pembangunan, infrastruktur jalan, air, pemondokan dan lainnya. Tahun depan Bupati juga berharap adanya investor yang melirik pulau ini. “Sudah ada investor namun mereka bukan mau buat wisata tapi mau membuat kerambah apung untuk ikan kerapuh. Dermaganya sudah ada, alatnyabantuan dari kementerian perikanan, cuma permodalannya kerjasama,” ujar OK Arya.Menurut Bupati yang terpilih secara independent sejak 2008 ini, objek wisata Pulau Salahnama memiliki prospek cerah karena wisatawan bisa memanfaatkan berbagai sarana seperti memancing, jet sky, diving (menyelam), Snorkling,menikmati panorama alam di pagi hari maupun senja.

    Akses transportasi menuju pulau ini dikatakan OKArya masih sebatas kapal nelayan serta dua kapal masing-masing milik Dinas Kelautan Perikanan dan Dinas Kesehatan. “Kedua kapal dinas tersebut adalah bantuan dari pemerintah pusat. Dan kami merencanakan tahun depan ada kapal dari Dinas Pariwisata yang dapat mengangkut lebih dari 50 orang nantinya,” ujarnya.

    Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Kabupaten Batu Bara, H. Prayitno, SH, MMA membeberkan biaya yang dipatok jika ingin berkunjung ke Pulau Salahnama.Untuk retribusi di laut menurut undang-undang itucuma Rp. 3.000 per orang. Sedangkan untuk akses lainnya seperti menginap dan mencarter kapal nelayan plus menginap itu berkisar Rp. 2.000.000 per rombongan. “Satu kapal nelayan dapat mengangkut hampir 50 orang,” ujar Prayitno.

    Prayitno optimis industri Pariwisata akan meningkatkan devisa maupun kesejahteraan masyarakat bila dikembangkan dan dikelola secara profesional. Melalui pengelolaan yang lebih profesional, lanjutnya, peluang Batu Bara menjadi salah satu tujuan wisata akan menjadi kenyataan. “Betapa beruntungnya kita andaikata Batu Bara termasuk salah satu daerah tujuan utama para wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.

    Pulau Salahnama merupakan pulau terluar di Provinsi Sumatera Utara, yang berbatasan dengan Pulau Berhala yang berada di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Pulau Salahnama ini sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai kenegara Malaysia, dan 4 jam untuk perjalanan ke Thailand dan Filipina. Karena letaknya yang dekat dengan perairan Kabupaten Batu Bara, maka Pulau Salahnama ini disebut sebagai pulau terluar yang masuk sebagai bagian dari wilayah hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara.Pulau ini dahulunya bernama pulau Ujung Punai yang berarti tabu bagi masyarakat Batu Bara. Punai menurut masyarakat Batu Bara berarti kelamin laki-laki. Sehingga masyarakat menyebutnya dengan Pulau Salahnama.

    Banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa Bupati telah membangun vila pribadi miliknya. Namun ketika awak hilrisasi.com diberikan kesempatan untuk berkunjung ke pulau yang memiliki luas sekitar 13 hektar ini, awak hilirisasi.com tidak melihat adanya vila nan megah milik Bupati, seperti yang beredar di media. Hanya terlihat wisma atau pos dari berbagai dinas terkait, seperti wisma atau pos Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Perhubungan Laut, Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Kelautan dan Perikanan, dan Puskesmas.

    “Dalam pembangunan infrastruktur untuk pulau ini kita sudah menghabiskan biaya sekitar Rp. 14 miliar. dan untuk tahun ini anggaran untuk pulau ini kita hentikan sampai mendapatkan investor,” tutup Bupati.(Epan/Red)

    Sumber : hilirisasi.com


    Emha Ainun Najib: Gerhana Itu Ngikut Kita

    BANGKA -- Gerhana matahari adalah kejadian langka yang jarang sekali terjadi.

    Wajar bila banyak orang menafsirkan dengan berbagai versi sesuai dengan keyakinan, kepercayaan, ilmu, tradisi, dan lainnya.

    Ungkapan itu disampaikan Budayawan Emha Ainun Najib saat mengisi acara menyambut gerhana matahari, d Pantai Terentang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (8/3/2016) malam.

    Menurutnya, penafsiran atau makna gerhana itu tergantung kepada manusia itu sendiri.

    Selengkapnya simak pernyataan Emha dalam video di atas. (*)Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

    TRIBUNNEWS.COM


    Salat Gerhana di Masjid Agung Al Makmur Lampriet Ramainya seperti Salat Id

    BANDA ACEH - Masjid Agung Al Makmur Lampriet, Banda Aceh, dipenuhi warga yang hendak menjalankan salat gerhana. 

    Mereka datang bersama sanak keluarga. Tampak orangtua mengajak anak-anaknya seperti halnya salat di Hari Raya Idul Fitri.

    Suasana itu terjadi tak lama menjelang gerhana matahari total yang melintasi beberapa wilayah di Indonesia.

    Salat sunnah gerhana digelar tepat pukul 06.30 WIB.(*)Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Budi Fatria

    TRIBUNNEWS.COM


    Berkat Google Promosikan Gerhana, Dunia Palingkan Perhatian ke Indonesia

    JAKARTA – Situs nomor satu dunia, Google ikut mempromosikan Pesona Gerhana Matahari Total (GMT) 2016.

    Peran Google telah menyihir masyarakat di seluruh dunia untuk memusatkan perhatian mereka ke Indonesia.

    Demam gerhana matahari terjadi bukan hanya di DKI Jakarta, tapi khususnya melanda kota-kota yang mengalami langsung peristiwa yang terjadi 350 tahun sekali itu.

    Tentu ini bukan karena sesuatu yang simple, karena mesin pencari terbesar di dunia ini mengangkat secara khusus gerhana dengan istilah hanya satu-satunya negara di muka bumi ini yang dilalui fenomena alam 350 tahun sekali itu.

    Seperti sering disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, ada tiga hal menarik dari gerhana matahari, sehingga harus dipromosikan secara besar-besaran di berbagai belahan bumi.

    "Pertama, ini peristiwa langka yang terjadi 3,5 abad sekali di titik yang sama. Kedua, ini hanya terjadi di Indonesia, persisnya di 12 provinsi. Ketiga, kemenpar mengkoordinasi 100 event untuk menyambutnya," ujarnya.TRIBUNNEWS.COM


    Hati-hati Saat Memotret Gerhana Matahari, Ini Tipsnya

    Jakarta - Tanggal 9 Maret 2016 ini akan terjadi gerhana matahari total di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya di Palembang, Bangka, Belitung, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, sampai Maluku.

    Di tempat-tempat lain seperti di Jakarta, kita akan bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian. Kejadian gerhana matahari ini akan berlangsung dari pagi hari pukul 06.20 sampai 08.30 WIB di Sumatera dan Jawa. Di Indonesia bagian timur, gerhana matahari satu atau dua jam lebih lambat.

    Memotret matahari secara langsung tanpa filter sangat berbahaya. Sebelum memotret, kita perlu mempersiapkan lensa dengan filter ND (Neutral Density). Filter ini akan meredam cahaya yang masuk ke dalam lensa sehingga sensor kamera tidak terbakar. Filter ND bermacam-macam, ada yang 3 stop (ND8), dan ada yang 10 stop (ND400). Minimum dibutuhkan filter 10 stop, idealnya 14 stop. Kita bisa menumpuk beberapa filter ND untuk mencapai 14 stop, misalnya 1 filter ND 10 stop, dan satu lagi filter 3 atau 6 stop.

    Alternatif yang lebih baik yaitu menggunakan Solar filter ND 3.8 yang meredam cahaya matahari sebesar kira-kira 14 stop dan juga sinar inframerah dan ultraviolet yang berbahaya. Solar filter biasanya digunakan untuk teleskop.

    Saat memotret jangan melihat langsung matahari tanpa atau dengan filter melalui jendela bidik optik, karena akan membahayakan kesehatan mata. Sebaiknya menggunakan live view/layar monitor, tapi itupun pastikan telah mengunakan filter ND yang pekat.

    Lensa yang digunakan seharusnya telefoto, supaya matahari bisa terlihat besar. Lensa telefoto antara 400-1000mm ideal, jika kurang panjang, bisa mengunakan teleconverter atau dikrop supaya mataharinya terlihat besar.

    Langkah-langkah setting kamera cukup sederhana yaitu:
    1. Dudukan kamera di atas tripod
    2. Gunakan ISO terendah, misalnya 100
    3. Gunakan manual fokus
    4. Pasang filter ND
    5. Mulailah dengan shutter speed tercepat, misalnya 1/4000 atau 1/8000 detik
    6. Gunakan bukaan kecil seperti f/8.
    7. Ubah bukaan sampai mendapatkan gelap terang yang diinginkan. Jika foto selalu terlalu terang, kemungkinan filter yang dipasang ke kamera belum cukup.

    Setelah semuanya siap, tidak ada artinya jika mataharinya tidak fokus. Maka itu berhati-hatilah dengan fokus. Karena matahari terletak sangat jauh dari bumi, maka fokus lensa seharusnya di set ke infinity/tak terhingga. Untuk melakukannya, kita perlu mengunakan manual fokus. Tapi berhati-hatilah karena banyak lensa yang memungkinkan Anda untuk fokus melewati infinity. Jika lebih dari infinity, keseluruhan foto Anda akan tidak tajam.

    Jika Anda menggunakan lensa yang tidak ada indikator jaraknya, cobalah cari subjek yang sangat jauh untuk difokuskan, setelah fokusnya sudah didapatkan, maka pasanglah filter ND dan ubahlah komposisinya, tapi jangan mengaktifkan mode autofokus.

    Sebelum hari H, jangan lupa banyak berlatih, misalnya dengan memotret bulan terlebih dahulu, tapi memotret bulan tentunya tidak sama, tidak perlu memasang filter ND, karena bulan jauh lebih gelap dari matahari, tapi Anda bisa berlatih fokus dan exposure. Semoga berhasil. (ash/ash) DETIK.COM


    Sambut Gerhana Matahari Total dengan Salat Sunah

    Gerhana Matahari Total (GMT) diperkirakan akan melintas di atas langit sebagian daerah di Indonesia. Beberapa daerah lain akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS).

    Seperti dicontohkan Nabi, keberadaan fenomena alam langka tersebut membuat pengurus Masjid Istiqlal akan menggelar Salat Sunah Gerhana Matahari (Kusuf). Salat akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Maret 2016 sekitar pukul 06.20 WIB.

    Profesor Nazaruddin Umar selaku Imam Masjid Istiqlal akan bertindak sebagai khatib. Sedangkan, imam salah sunah Kusuf dipimpin Ustaz Husni Ismail.

    "Kami mengajak seluruh umat Islam yang tinggal di Jabodetabek untuk dapat mengikutinya," ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Machasin, dalam keterangan tertulis diterimaDream, Senin, 7 Maret 2016.

    "Kami juga mengimbau seluruh umat Islam agar melaksanakan salat gerhana di masjid dan mushola terdekat sesuai jadwal waktu terjadinya peristiwa di masing-masing tempat," kata dia.

    Machasin mengatakan, umat Islam penting memahami peristiwa gerhana sebagai fenomena alam yang dapat dijadikan momentum meningkatkan keimaman kepada Allah SWT. Gerhana, baik matahari maupun bulan sebenarnya merupakan fenomena alam biasa yang terjadinya dapat diperkirakan menggunakan ilmu falak.

    "Peristiwa ini semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Itu adalah suatu tanda dari banyak tanda kebesaranNya dan betapa manusia sangat kecil dan lemah di hadapanNya," ucap Machasin.

    "Pendekatan diri kepada Allah dapat dilakukan dengan salat gerhana secara berjamaah, zikir, dan membaca kalimat thoyyibah. Juga dengan mengamati dan mempelajari fenomena alam ini dan perilaku makhluk Tuhan selama terjadinya peristiwa ini," kata dia.

    Berikut waktu pelaksanaan salat gerhana, berdasarkan data dari Ditjen Bimas Islam Kemenag:

    Zona Waktu Indonesia Timur (WIT):
    1. Maluku Utara (08:35 - 11:21),
    2. Maluku (08:35 - 11:17),
    3. Papua Barat (08:40 - 11:30), dan
    4. Papua (08:49 - 11:40).

    Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA):
    1. Kalimantan Selatan (07:23 - 09:48),
    2. Kalimantan Timur (07:26 - 09:54),
    3. Bali (07:22 - 09:42),
    4. Nusa Tenggara Barat (07:23 - 09:45),
    5. Nusa Tenggara Timur (07:27 - 09:51),
    6. Sulawesi Barat (07:26 - 09:57),
    7. Sulawesi Selatan (07:26 - 09:54),
    8. Sulawesi Tengah (07:29 - 10:04),
    9. Sulawesi Tenggara (07:28 - 10:01),
    10. Gorontalo (07:31 - 10:09), dan
    11. Sulawesi Utara (07:34 - 10:15).

    Zona Waktu Indonesia Barat (WIB):
    1. Aceh (07:22 - 08:27),
    2. Sumatera Utara (07:21 - 08:27),
    3. Sumatera Barat (07:20 - 08:27),
    4. Riau (06:22 - 08:30),
    5. Bengkulu (06:20 - 08:28),
    6. Jambi (06:21 - 08:29),
    7. Kepulauan Riau (06:22 - 08:33),
    8. Sumatera Selatan (06:19 - 08:29),
    9. Lampung (06:20 - 08:31),
    10. Bangka Belitung (06:21 - 08:35),
    11. Banten (06:19 - 08:31),
    12. DKI Jakarta (06:20 - 08:32),
    13. Jawa Barat (06:20 - 08:32),
    14. Jawa Tengah (06:20 - 08:35),
    15. DI Yogyakarta (06:20 - 08:35),
    16. Jawa Timur (06:21 - 08:39),
    17. Kalimantan Barat (06:23 - 08:42), dan
    18. Kalimantan Tengah (06:22 - 08:47).DREAM


    Umat Islam di Bali Boleh Gelar Salat Gerhana, Tapi...

    Toleransi antar-umat beragama di Pulau Bali memang terjalin apik. Salah satunya saat perayaan Nyepi pada Rabu 9 Maret 2016.

    Umat Islam di Bali diperkenankan menggelar salat gerhana matahari. Padahal, pada saat itu sejatinya seluruh masyarakat Bali, tak terkecuali umat Islam, tak diperkenankan melakukan aktivitas.

    Namun, berdasarkan kesepakatan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali dan Forum Kerukunan Antar-Umat Beragama (FKUB) diputuskan umat Islam diperkenankan menggelar salat gerhana di luar rumah.

    "Berdasarkan kesepakatan bersama dengan MUI Bali dan FKUB Bali, pada hari itu umat muslim diizinkan tetap melakukan salat gerhana matahari di Bali dengan tetap memperhatikan hasil kesepakatan yang dilakukan," kata Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, Senin, 6 Maret 2016.

    Meski diperkenankan salat di masjid, namun ada rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Di antaranya tidak menggunakan pengeras suara, melakukan salat di masjid terdekat, perjalanan ke masjid tidak menggunakan kendaraan bermotor.

    Kemudian umat muslim Bali juga diimbau tidak bergerombolan dan mengobrol sepanjang jalan, tidak merokok sepanjang jalan dan segera berkoordinasi dengan pecalang, aparat setempat untuk bisa bepergian saat salat. Dan, salat gerhana selesai paling lambat pukul 07.00 WITA.

    "Ini sudah kesepakatan bersama seluruh elemen terkait. Jangan sampai melanggar dan akhirnya menimbulkan polemik yang mengganggu keharmonisan di Bali," kata Sudiana.

    Seperti diketahui, pada Rabu, 9 Maret pekan depan akan terjadi gerhana matahari total. Sejumlah daerah dapat melihat secara jelas momen langka tersebut.

    Sejumlah pihak pun telah meluangkan waktu untuk melihatnya. Bahkan, Presiden Joko Widodo mengaku menyiapkan waktu khusus untuk dapat melihat fenomena alam tersebut.DREAM

    (Laporan: Berry Putra/Bali)


    Gerhana Matahari Mirip Zaman Rasul Bakal Terlihat di Semarang

    Warga Semarang bakal mendapat momentum langka saat gerhana matahari terjadi pada Rabu besok 9 Maret 2016.

    Sebab, sejumlah pakar astronomi menyatakan penampakan matahari akan terlihat seperti di zaman Nabi Muhammad SAW.

    Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin, mengatakan berdasarkan ilmu Falak, gerhana matahari di Semarang berdurasi 2 jam 15 menit 38 detik, atau terpaut sedikit dari zaman Nabi Muhammad hanya berkisar 2 jam 36 menit 11 detik.

    "Rabu besok akan ada penampakan munculnya matahari sebagian di langit Semarang. Ini sangat mirip seperti zaman Muhammad. Benar-benar istimewa bagi Kota Semarang,” kata Izzuddin, saat berdialog dengan pecinta astronomi di MAJT dikutip Dream dari laman metrosemarang.com , Senin 7 Maret 2016.

    Untuk bentuk penampakannya yang dapat dilihat nanti sama-sama punya persentasi gelap gerhana 80 persen. Hanya saja, yang terlihat di Semarang mempunyai selisih 8 persen lebih besar dari gerhana zaman Nabi Muhammad.

    "Pada zaman nabi, magnitude gerhana berkisar pada angka 0,824317767 atau 82 persen. Sedangkan gerhana di Semarang Rabu pekan depan magnitudenya berkisar 0,8742833664 atau 87 persen," imbuhnya.

    Tak hanya itu saja, gerhana matahari akan muncul seperempat pagi hari terawal, meskipun tidak tepat mirip waktunya.

    Sedangkan pada zaman Nabi Muhammad gerhana terjadi tepat 29 Syawal 10 Hijriah/27 Januari 632 Masehi. Waktu munculnya pukul 07:08:51 WD.

    "Kalau yang terlihat di Semarang besok mulai pukul 06:20:33 WIB dan puncaknya pukul 07:23:54 WIB dengan akhir gerhana pukul 08:36:11 WIB. Saat zaman nabi hampir mirip dengan puncak gerhana pukul 08:21:04 WD dengan akhir gerhana pukul 09:45:03 WD".DREAM


    Panduan Tata Cara Salat Gerhana

    PANGKALPINANG -- Gerhana matahari total akan terjadi di langit Indonesia, dan fenomena ini merupakan kejadian langka.

    Karena saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan.

    Bahkan saat itu piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari.

    Sehingga pada siang hari yang biasanya terang akan menjadi gelap, karena tidak ada cahaya matahari.

    Gerhana Matahari akan tejadi pada Rabu, 9 Maret 2016.

    Untuk Salat Gerhana dilakukan secara berjemaah.

    Solat Gerhana tidak diawali dengan azan dan iqomat, tetapi dengan seruan Ash Shalatu Jaami'ah.

    Salat Gerhana dilakukan dengan bersuara serta berniat di dalam hati.

    Berikut tata caranya:                                                                                                                                                                                                             1. Niat dalam hati
    2. Takbiratul ihram sebagaimana salat biasa
    3. Membaca doa iftitah
    4. Membaca surat Alfatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (Sunnah Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah, bila tidak hafal diperbolehkan membaca surat lain)
    5. Ruku dan memanjangkannya
    6. Bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan Sami Allahu Liman Hamidah
    7. Setelah i'tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan membaca surat Alfatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
    8. Kemudian ruku kembali (ruku kedua) lebih panjang dari ruku yang sebelumnya
    9. Kemudian bangkit dari ruku
    10. Lalu sujud yang panjangnya sebaimana ruku, lalu duduk antara dua sujud kemudian sujud kembali
    11. Bangkit dari sujud dan melaksanakan rakaat yang kedua sebagaimana yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja lebih ringan dari rakaat pertama
    12. Tahiyat
    13. Salam
    14. Setelah selesai salat, Imam menyampaikan kutbah gerhana. Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn

    TRIBUNNEWS.COM


    Kisah Peristiwa Gerhana dan Wafatnya Anak Rasulullah

    MEDAN - Wakil Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Dr H Nawir Yuslem, MA mengatakan saat zaman
    Rasulullah gerhana matahari pernah terjadi jelang anak Rasulullah, Ibrahim, wafat.

    Pada malam sebelum terjadi gerhana, Ibrahim wafat, lalu dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi pada pagi hari menjelang gerhana.

    "Saat itu masyarakat berasumsi bahwa terjadinya gerhana matahari karena anak Rasulullah wafat," katanya di Kampus PascaSarjana UMSU di Jalan Denai, Senin (7/3/2016).

    Saat itu Rasulullah mengatakan gerhana matahari dan wafat seseorang tidak ada hubungannya," ujarnya. 

    Rasulullah, kata Nawir, menyarankan jika ada gerhana matahari untuk melakukan Salat Gerhana, dengan cara dilakukan berjamaah, tanpa azan dan iqamah.

    "Dikerjakan sebanyak dua rakaat. Dimulai dari takbir, rukuk, qiyam dan sujud dua kali pada masing-masing rakaat. Pada masing-masing rakaat dibaca Al-Fatihah dan surat dengan jahar," ucapnya.

    Dia menambahkan, setelah Al-Fatihah dan surat, lalu takbir, rukuk dengan membaca tasbig, bangkit berdiri lurus, lalu membaca Al Fatihah dan surat.

    Lalu ruku kembali, bangkit, lalu sujud. Selanjutnya mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama, setelah itu khutbah. Laporan Wartawan Tribun Medan, Tarmizi Khusairi

    TRIBUNNEWS.COM


    Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Jombang

    JOMBANG  -  Sesosok mayat perempuan hanya berkaus kuning dan celana dalam ditemukan dalam posisi tertelungkup di tepi area persawahan, Dusun Ngudi, Desa Tugu Sumberejo, Kecamatan Peterongan, Jombang, Sabtu (13/2/2016).

    Selanjutnya, penemuan dilaporkan warga ke polsek setempat.

    Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti, mengatakan, mayat tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh warga.

    Saat itu seorang warga sedang melintas di area persawahan. Dia curiga ketika melihat benda asing di pinggir sawah.

    Setelah diilihat lebih dekat, ternyata benda mencurigakan itu adalah jasad manusia.
    Selanjutnya, temuan itu dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Peterongan.

    Selain melakukan identifikasi, polisi juga mengevakuasi korban.

    Sedangkan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban, jasad tersebut dibawa ke RSUD Jombang guna menjalani autopsi.

    "Korban berjenis kelamin perempuan, perkiraan usianya 40 tahun. Saat ditemukan memakai kaus lengan pendek berwarna kuning. Sedangkan bagian bawah hanya mengenakan celana dalam. Tidak ada identitas selembar pun dalam diri korban," pungkas Retno.(*) Laporan wartawan Surya, Sutono

    TRIBUNNEWS.COM


    Gempa Taiwan, Tak Ada WNI Jadi Korban

    JAKARTA -- Gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) mengguncang Selatan Taiwan, Sabtu (6/2/2016) kemarin.

    Dijelakan Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, sejauh ini belum ada korban warga Indonesia dalam kejadian itu.

    Kota Tainan mengalami dampak parah akibat gempa, sejumlah gedung di distrik Yongkang, Tainan, rusak parah.

    Sementara, tim evakuasi menurut Retno, telah menyisir wilayah Xin Hua dan Gueren di distrik tersebut.

    "Xin Hua dan Gueren evakuasi sudah selesai dilakukan dan tidak terdapat WNI korban meninggal," kata Retno kepada wartawan, Minggu (7/2/2016).

    Dalam tim tersebut, ada perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei yang telah diarahkan untuk bergabung.

    Saat ini mereka fokus mencari korban dengan kewarganegaraan Indonesia.

    Untuk diketahui, di Taiwan terdapat 230.000 WNI yang tinggal dengan berbagai tujuan, mayoritas bekerja sebagai TKI.

    17.000 dari jumlah terebut, terdaftar sedang berada di Tainan. Direktur Perlindungan WNI, Lalu Muhammad Iqbal membenarkan hal tersebut.

    Saat ini tim evakuasi sedang memusatkan pencarian di distrik dan lokasi yang disebutkan oleh Menlu Retno sebelumnya.

    Iqbal juga membantah kabar miring terkait meninggalnya tiga WNI akibat gempa Taiwan.

    "Tim KDEI Taipei yang sudah berada di lokasi sudah melakukan pengecekan ke crisis center maupun ke RS rujukan. Sejauh ini KDEI tidak menerima informasi adanya WNI yang menjadi korban," terang Iqbal.‎TRIBUNNEWS.COM


    Taiwan Diguncang Gempa 6,4 SR, Gedung Tingkat Miring dan Ambruk


    Siapa yang bisa menebak datangnya bencana? Tentu tak ada seorang pun bisa menebaknya. Seperti yang terjadi di Taiwan dini hari tadi, di mana bagian selatan Kota Tainan mendadak diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR. Kejadian mengejutkan yang diperkirakan terjadi sejak pukul 04.00 waktu setempat tak hanya bikin shock pengguna jalan raya di kota tersebut.
    Akan tetapi, gempa yang diperkirakan tidak memicu tsunami ini nyatanya malah mampu merobohkan bangunan di beberapa titik pemukiman. Gedung bertingkat dengan jumlah lantai antara 7 hingga 17 pun miring seketika hingga ambruk rata di permukaan tanah.

    Saat ini lokasi kejadian pun tengah dikepung berbagai tim evakuasi dan regu penyelamat. Sebabnya, dari kejadian ini diperkirakan korban di sekitar lokasi kejadian kurang lebih 600-an orang yang terdiri dari orang tua, dewasa hingga anak-anak, seperti dilansir melalui Dailymail.co.uk.

    Inilah situasi evakuasi korban yang masih berlanjut saat ini ©Dailymail.co.uk

    Belum lagi, menurut kabar terakhir sekitar 300-an orang masih terjebak di antara reruntuhan. Sementara lainnya kini sudah bisa dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan berbagai macam pertolongan. Situasi dan kondisi di sana pun kini masih ricuh.

    Sebabnya, gempa yang terjadi itu sempat merusak sebagian besar saluran air bersih di sana. Sehingga, bisa dipastikan warga setempat akan kekurangan ketersediaan air dalam jangan waktu yang cukup lama. Apalagi, beberapa rumah sakit juga dikabarkan dalam kondisi penuh pula.

    Hingga kini, sekitar 221 orang sudah diselamatkan dalam keadaan luka ringan, 154 mengalami luka berat dan butuh perawatan segera. Sedangkan yang lainnya mengalami kondisi kritis. Di mana sampai sekarang, pemerintah setempat masih mengupayakan penanggulangan dan evakuasi korban. Sehingga total kerugian material dan non-materi masih belum bisa dipastikan. Waduh, semoga tidak ada gempa susulan di sana ya. (dai/vit/kapanlagi.com/Dailymail.co.uk)

    Basarnas Fokus Pencarian Aviastar di Palopo



    Trending Media -


    Makassar - Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) telah melakukan pencarian pesawat Aviastar yang dinyatakan hilang sejak Jumat (2/10)sore, tim ini menuju lokasi yang diperkirakan pesawat kehilangan kontak 11 menit setelah take off dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

    Kepala Basarnas Marsekal Madya FX Bambang Soelistiyo dalam keterangannya di Kantor Pemadam Kebakaran Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (3/10) mengatakan, hari pertama pencarian difokuskan di empat sektor, masing-masing luasannya 150 nautical mile squar.

    “Operasi pencarian hari pertama ini kita fokuskan di empat sektor di wilayah Palopo dengan masing-masing luasan 150 nautical mile squre, sementara dibagian darat tim gabungan Basarnas juga melakukan penyisiran,” kata Soelistiyo didampingi Pangdam VII Wirabuana dan Kapolda Sulsel.

    Marsekal Muda (Marsda) Sudipo Handoyo, Deputy Bidang Potensi SAR Basarnas mengatakan, pada pukul 14.36 Wita pesawat masih sempat melakukan kontak dan menyampaikan posisi pesawat pada ketinggian 8.000 kaki, setelah itu hilang. Sekarang pencarian di empat sektor menyisir garis lurus atau track pesawat dari Masamba-Makassar.

    Pesawat yang hilang itu mengangkut tiga kru dan tujuh penumpang, Jumat (2/10) hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Pesawat take off dari Bandara Andi Djemma pukul 14.25, sekitar 11 menit kemudian atau pukul 14.36 Wita hilang kontak dari Menara Pemantau Bandara Andi Djemma.

    Pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 itu dipiloti Capt Iri Afriadi, Co Pilot Yudhistira dan Enginer Sukris, mengangkut tujuh penumpang, lima diantaranya penumpang dewasa dan dua bayi, masing-masing Nurul Fatimah Muhajir, Lisa Falentin, Riza Arman, M Nasir, Sakhi Arqam, M Natsir serta dua orang bayi Afif dan Raya.

    Selengkapnya  Basarnas Fokus Pencarian Aviastar di Palopo

    OC Kaligis Berang NasDem dan Paloh Disebut, Gary: Ada Sadapan Evy

    Trending Media-Detik - Jakarta- Otto Cornelis Kaligis berang kepada bekas anak buahnya M Yagari Bhastary soal adanya penyebutan sejumlah nama saat proses pemeriksaan di KPK. Kaligis marah karena Gary dianggap sengaja mengaitkan nama tertentu untuk terseret dalam perkara hukumnya.

    "Rahasia mesti kau simpen, mengapa di BAP kau bilang mengenai partai? Apa hubungannya? Kau bicara mengenai SP yang nggak pernah tahu, kau bicara mengenai apa itu? Kau nggak sadar kalau kau ngomong Surya Paloh?" kata Kaligis saat mencecar Gary dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta,Senin (28/9/2015) malam."Itu kan komunikasinya Bu Evy," jawab Gary.Kaligis lantas kembali mencecar Gary. "Di dalam BAP itu ada, kenapa? Apa perlunya? Kamu jadi saksi untuk saya. Dia lari kemana-mana Yang Mulia," sambungnya."Saya cuma mau katakan kalau sumpah jabatan itu kalau nggak ada relevansinya nggak boleh dibuka di depan umum Yang Mulia. Dia mau jadi justice collaborator katanya mau buka semua rahasia saya," sindir Kaligis dalam persidangan.Gary membantah sengaja menyebut sejumlah nama dalam berita acara pemeriksaan (BAP). "Nggak, saya nggak pernah bilang gitu Prof. Nggak pernah saya bilang begitu, tanya sama tim penyidik. Ngga pernah saya bilang begitu, saya mau buka buka. Saya hanya ngomong soal fakta aja, kalau mengenai fakta saya ngomong," timpal Gary."Itu sadapan Bu Evy ke saya kalau Bu Evy itu cerita...Jadi gini Bu Evy cerita...tapi ada sadapannya Prof," kata Gary.Namun Majelis Hakim yang diketuai Sumpeno menengahi perdebatan Gary dengan Kaligis. Hakim Sumpeno meminta Kaligis bertanya ke Gary mengenai materi dakwaan. Dalam sidang tidak terkuak pembicaraan apa yang dikomunikasikan Evy dengan Gary sehingga membuat Kaligis marah.
    Selengkapnya OC Kaligis Berang NasDem dan Paloh Disebut, Gary: Ada Sadapan Evy

    Aceng Fikri Akhirnya Jadi Tersangka


    Bandung - Masih ingat Aceng Fikri? Kepolisian Daerah Jawa Barat akhirnya menetapkan mantan Bupati Garut Aceng Fikri sebagai tersangka dalam salah satu kasus yang dilaporkan mantan istrinya, Fany Oktora. Aceng dijerat pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman penjara selama 9 bulan. "Ya, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka untuk pasal penyerangan kehormatan di muka umum atau penghinaan kepada korban Fany," ujar juru bicara Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul saat dihubungi, Selasa, 23 April 2013. "Dugaan penghinaannya lewat kata-kata yang dia (Aceng) ucapkan di media televisi waktu itu." Penetapan tersangka mantan Bupati Garut ini, kata Martinus, dilakukan penyidik setelah gelar perkara Rabu pekan lalu, 17 April. Gelar dilakukan setelah penyidik meminta keterangan ahli pidana dari Universitas Padjadjaran dan ahli bahasa Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia. Para ahli bahasa, kata Martinus, menganalisis kata-kata Aceng dalam acara wawancara di sebuah stasiun televisi nasional. "Menurut keterangan ahli bahasa ini, kata-kata Aceng di televisi itu memang memenuhi unsur penghinaan, yang dalam KUHP disebut di pasal 310 ayat 1 dan 2," katanya. Martinus menambahkan, sejauh ini polisi penyidik tidak menahan tersangka Aceng. "Karena ancaman hukumannya berdasarkan pasal 310 itu hanya 9 bulan, di bawah 5 tahun, sehingga tidak dilakukan penahanan kepada tersangka," kata dia. Seperti diketahui, Aceng berurusan dengan hukum setelah secara siri menikahi Fani Oktora dan menceraikan wanita belia itu empat hari kemudian via pesan pendek. Akibat kasus ini, Aceng juga dimakzulkan dari jabatan Bupati Garut beberapa waktu lalu. Selain pasal 310, kubu Fany mengadukan Aceng sebagai terduga pelaku penipuan dan perbuatan tidak menyenangkan seperti diatur pasal 378 dan 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Sang terlapor adalah Aceng HM Fikri. Aceng juga diadukan melakukan eksploitasi seks dan ekonomi terhadap Fany seperti diatur dalam Undang Undang Perlindungan Anak. Tak cuma itu, Aceng sempat dilaporkan karena diduga menipu dan menggelapkan duit Rp 250 juta yang disetor salah satu calon Wakil Bupati Garut pengganti Dicky Chandra. Namun,dalam kasus ini Aceng dinilai tak terlibat.

    Tragedi Bom Boston di kejuaraan Marathon

    Para peserta marathon Boston terus menyelesaikan lomba larinya menuju garis finish di saat sebuah bom meledak di dekatnya, Senin 15 April 2013. (Foto: Reuters/Dan Lampariello)
    Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menyatakan "sangat terkejut" atas serangan itu dan menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang terkena imbas musibah tersebut. Dalam sebuah pernyataan, ia mengungkapkan simpati pada warga Boston dan seluruh Amerika Serikat.

    

Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy mengutuk apa yang ia sebut "serangan mengerikan" dan menyatakan keyakinannya bahwa pelaku akan diseret ke pengadilan.



    Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyesalkan "kekerasan tak masuk akal" itu. Katanya insiden itu bahkan lebih mengerikan karena terjadi pada acara yang dikenal untuk menyatukan warga dari seluruh dunia dalam semangat sportivitas dan kerukunan.

    Kantor Luar Negeri Pakistan mengutuk "serangan teroris" itu dan mengatakan pemerintah dan rakyat Pakistan sangat terkejut dan ikut berduka atas kejadian tersebut.

    Pemerintah Australia menyampaikan ucapan ikut berduka cita kepada Amerika Serikat terkait dua ledakan bom di Boston. Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr menyatakan Australia menyampaikan dukungan moral untuk seluruh rakyat dan pemerintah Amerika dalam menanggapi pemboman yang besar kemungkinan merupakan serangan teroris.

    Mengingat ledakan-ledakan ini terjadi pada saat berlangsungnya lomba maraton yang menarik perhatian begitu banyak orang, tambah Carr, ini menunjukkan tanda-tanda serangan teroris, meskipun belum ada pengukuhan.

    Menurut Bob Carr, terorisme yang berasal dari dalam negeri merupakan kenyataan hidup di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

    Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa insiden itu diperlakukan sebagai tindak terorisme.

    VOA
     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger