ShareThis

Headlines News :
Home » , , » Pulau Salahnama kan Jadi Primadona Wisata

Pulau Salahnama kan Jadi Primadona Wisata

Written By Unknown on Jumat, 24 Juni 2016 | 09.26

Batu Bara,Pariwisata-Pemerintah Daerah Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara telah memulai membangun objek wisata di Pulau Salahnama. Dan kini pulau tersebut membutuhkan investor untuk dijadikan objek wisata, agar tak kalah dengan objek wisata pulau lainnya di Indonesia.Perut seperti dikocok untuk menuju ke sebuah Pulau yang berjarak sekitar 45 menit dari bibir dermaga Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Maklum jarak itu ditempuh dengan perahu motor (boat) berkecepatan tinggi.Sedangkan jika menggunakan kapal nelayan yang hanya bermesin dompeng dapat memakan waktu hingga 1 jam 30 menit, baru sampai di sebuah pulau yangasri tersebut.


Setibanya disana perut yang tadinya mual, akibat guncangan perahu motor, terbalas dengan keindahan pulau yang benar-benar eksotis dan masih perawan. Pemandangan dipulau ini dipenuhi denganpasir putih, air laut yang jernih, terumbu karang yang terlihat jelas dan ikan warna-warninya yang berenang sampe ke bibir pantai. Pulau ini juga katanya surganya para pemancingPemerintah Batu Bara berharap pulau ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sigap Bupati Kabupaten Batu Bara, OK Arya ZulkarnainSH MM langsung melakukan penataan dan pembangunan. Sebab menurut OK Arya pembenahan ini sejalan dengan program Menteri Pariwisata yang menginginkan adanya peningkatan devisa di sektor pariwisata.Hal ini terkait masih banyaknya objek wisata yang belum tersentuh seraya serius. “Kedepan, objek wisata Pulau Salahnamayang memilki jarak sekitar 9,5 mil dari Tanjung Tiram ini bisa dijadikan primadona wisata di Sumut setelah Danau Toba,”kata OK Arya Zulkarnain SH MM, saat disambangi dikantornya, Kota Limapuluh, Sumut, akhir bulan lalu.


Foto : Bupati Batu Bara, OK Arya Zulkarnain SH MM hilirisasi.com

Pemerintah Kabupaten Batu Bara telah melakukan penataan pembangunan, infrastruktur jalan, air, pemondokan dan lainnya. Tahun depan Bupati juga berharap adanya investor yang melirik pulau ini. “Sudah ada investor namun mereka bukan mau buat wisata tapi mau membuat kerambah apung untuk ikan kerapuh. Dermaganya sudah ada, alatnyabantuan dari kementerian perikanan, cuma permodalannya kerjasama,” ujar OK Arya.Menurut Bupati yang terpilih secara independent sejak 2008 ini, objek wisata Pulau Salahnama memiliki prospek cerah karena wisatawan bisa memanfaatkan berbagai sarana seperti memancing, jet sky, diving (menyelam), Snorkling,menikmati panorama alam di pagi hari maupun senja.

Akses transportasi menuju pulau ini dikatakan OKArya masih sebatas kapal nelayan serta dua kapal masing-masing milik Dinas Kelautan Perikanan dan Dinas Kesehatan. “Kedua kapal dinas tersebut adalah bantuan dari pemerintah pusat. Dan kami merencanakan tahun depan ada kapal dari Dinas Pariwisata yang dapat mengangkut lebih dari 50 orang nantinya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Kabupaten Batu Bara, H. Prayitno, SH, MMA membeberkan biaya yang dipatok jika ingin berkunjung ke Pulau Salahnama.Untuk retribusi di laut menurut undang-undang itucuma Rp. 3.000 per orang. Sedangkan untuk akses lainnya seperti menginap dan mencarter kapal nelayan plus menginap itu berkisar Rp. 2.000.000 per rombongan. “Satu kapal nelayan dapat mengangkut hampir 50 orang,” ujar Prayitno.

Prayitno optimis industri Pariwisata akan meningkatkan devisa maupun kesejahteraan masyarakat bila dikembangkan dan dikelola secara profesional. Melalui pengelolaan yang lebih profesional, lanjutnya, peluang Batu Bara menjadi salah satu tujuan wisata akan menjadi kenyataan. “Betapa beruntungnya kita andaikata Batu Bara termasuk salah satu daerah tujuan utama para wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.

Pulau Salahnama merupakan pulau terluar di Provinsi Sumatera Utara, yang berbatasan dengan Pulau Berhala yang berada di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Pulau Salahnama ini sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 2 jam perjalanan untuk sampai kenegara Malaysia, dan 4 jam untuk perjalanan ke Thailand dan Filipina. Karena letaknya yang dekat dengan perairan Kabupaten Batu Bara, maka Pulau Salahnama ini disebut sebagai pulau terluar yang masuk sebagai bagian dari wilayah hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara.Pulau ini dahulunya bernama pulau Ujung Punai yang berarti tabu bagi masyarakat Batu Bara. Punai menurut masyarakat Batu Bara berarti kelamin laki-laki. Sehingga masyarakat menyebutnya dengan Pulau Salahnama.

Banyak pemberitaan yang mengatakan bahwa Bupati telah membangun vila pribadi miliknya. Namun ketika awak hilrisasi.com diberikan kesempatan untuk berkunjung ke pulau yang memiliki luas sekitar 13 hektar ini, awak hilirisasi.com tidak melihat adanya vila nan megah milik Bupati, seperti yang beredar di media. Hanya terlihat wisma atau pos dari berbagai dinas terkait, seperti wisma atau pos Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Perhubungan Laut, Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Kelautan dan Perikanan, dan Puskesmas.

“Dalam pembangunan infrastruktur untuk pulau ini kita sudah menghabiskan biaya sekitar Rp. 14 miliar. dan untuk tahun ini anggaran untuk pulau ini kita hentikan sampai mendapatkan investor,” tutup Bupati.(Epan/Red)

Sumber : hilirisasi.com


Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
Proudly powered by Blogger