Seorang pendeta sebuah gereja di Afrika Selatan yang mengaku sebagai nabi ingin menunjukkan kekuatan Tuhan di hadapan sekelompok singa. Hasilnya fatal.
Alec Ndiwane, pendeta Gereja Kristen Zion, diserang sekelompok singa dalam sebuah perjalanan safari di Taman Nasional Krueger, Afrika Selatan.
Gara-garanya, Alec ingin memperlihatkan kepada umat gerejanya bahwa Tuhan akan melindungi dia dari serangan binatang buas.
Sejumlah saksi mata menyebut, Alec kemudian masuk ke dalam kondisi "kemasukan roh" dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa asing sebelum menghambur ke arah sekelompok singa.
Namun, saat Alec berlari menuju ke arah para singa itu, kucing-kucing besar itu melihatnya sebagai mangsa dan langsung menyongsongnya.
Menyadari bahaya yang mengancam, Alec berlari kembali ke arah mobil rombongan. Namun, seekor singa masih sempat menerkam bokongnya.
Alec selamat dari kemungkinan luka yang lebih parah setelah seorang penjaga hutan melepaskan tembakan ke udara untuk menakut-nakuti sang raja hutan. Demikian kabar yang disampaikan situs GhanaWeb.
Alec kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat dan jahitan atas lukanya. Dia kini sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit.
Ade Sulaeman/Intisari-online.com
TRIBUNNEWS.COM
Mengaku Nabi Lalu Menerjang ke Kumpulan Singa, Ini yang Diterima Alec
07.10Salat Gerhana di Masjid Agung Al Makmur Lampriet Ramainya seperti Salat Id
08.14BANDA ACEH - Masjid Agung Al Makmur Lampriet, Banda Aceh, dipenuhi warga yang hendak menjalankan salat gerhana.
Mereka datang bersama sanak keluarga. Tampak orangtua mengajak anak-anaknya seperti halnya salat di Hari Raya Idul Fitri.
Suasana itu terjadi tak lama menjelang gerhana matahari total yang melintasi beberapa wilayah di Indonesia.
Salat sunnah gerhana digelar tepat pukul 06.30 WIB.(*)Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Budi Fatria
TRIBUNNEWS.COM
Sambut Gerhana Matahari Total dengan Salat Sunah
14.10Gerhana Matahari Total (GMT) diperkirakan akan melintas di atas langit sebagian daerah di Indonesia. Beberapa daerah lain akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS).
Seperti dicontohkan Nabi, keberadaan fenomena alam langka tersebut membuat pengurus Masjid Istiqlal akan menggelar Salat Sunah Gerhana Matahari (Kusuf). Salat akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Maret 2016 sekitar pukul 06.20 WIB.
Profesor Nazaruddin Umar selaku Imam Masjid Istiqlal akan bertindak sebagai khatib. Sedangkan, imam salah sunah Kusuf dipimpin Ustaz Husni Ismail.
"Kami mengajak seluruh umat Islam yang tinggal di Jabodetabek untuk dapat mengikutinya," ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Machasin, dalam keterangan tertulis diterimaDream, Senin, 7 Maret 2016.
"Kami juga mengimbau seluruh umat Islam agar melaksanakan salat gerhana di masjid dan mushola terdekat sesuai jadwal waktu terjadinya peristiwa di masing-masing tempat," kata dia.
Machasin mengatakan, umat Islam penting memahami peristiwa gerhana sebagai fenomena alam yang dapat dijadikan momentum meningkatkan keimaman kepada Allah SWT. Gerhana, baik matahari maupun bulan sebenarnya merupakan fenomena alam biasa yang terjadinya dapat diperkirakan menggunakan ilmu falak.
"Peristiwa ini semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Itu adalah suatu tanda dari banyak tanda kebesaranNya dan betapa manusia sangat kecil dan lemah di hadapanNya," ucap Machasin.
"Pendekatan diri kepada Allah dapat dilakukan dengan salat gerhana secara berjamaah, zikir, dan membaca kalimat thoyyibah. Juga dengan mengamati dan mempelajari fenomena alam ini dan perilaku makhluk Tuhan selama terjadinya peristiwa ini," kata dia.
Berikut waktu pelaksanaan salat gerhana, berdasarkan data dari Ditjen Bimas Islam Kemenag:
Zona Waktu Indonesia Timur (WIT):
1. Maluku Utara (08:35 - 11:21),
2. Maluku (08:35 - 11:17),
3. Papua Barat (08:40 - 11:30), dan
4. Papua (08:49 - 11:40).
Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA):
1. Kalimantan Selatan (07:23 - 09:48),
2. Kalimantan Timur (07:26 - 09:54),
3. Bali (07:22 - 09:42),
4. Nusa Tenggara Barat (07:23 - 09:45),
5. Nusa Tenggara Timur (07:27 - 09:51),
6. Sulawesi Barat (07:26 - 09:57),
7. Sulawesi Selatan (07:26 - 09:54),
8. Sulawesi Tengah (07:29 - 10:04),
9. Sulawesi Tenggara (07:28 - 10:01),
10. Gorontalo (07:31 - 10:09), dan
11. Sulawesi Utara (07:34 - 10:15).
Zona Waktu Indonesia Barat (WIB):
1. Aceh (07:22 - 08:27),
2. Sumatera Utara (07:21 - 08:27),
3. Sumatera Barat (07:20 - 08:27),
4. Riau (06:22 - 08:30),
5. Bengkulu (06:20 - 08:28),
6. Jambi (06:21 - 08:29),
7. Kepulauan Riau (06:22 - 08:33),
8. Sumatera Selatan (06:19 - 08:29),
9. Lampung (06:20 - 08:31),
10. Bangka Belitung (06:21 - 08:35),
11. Banten (06:19 - 08:31),
12. DKI Jakarta (06:20 - 08:32),
13. Jawa Barat (06:20 - 08:32),
14. Jawa Tengah (06:20 - 08:35),
15. DI Yogyakarta (06:20 - 08:35),
16. Jawa Timur (06:21 - 08:39),
17. Kalimantan Barat (06:23 - 08:42), dan
18. Kalimantan Tengah (06:22 - 08:47).DREAM
Ini yang Makruh Saat Gerhana Tiba
14.03Menurut taksiran ahli astronomi dan ahli falak, gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Di hari itu kita akan melihat fenomena alam yang tidak ditemukan biasanya pada hari lain.
Ketika menyaksikan gerhana, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk salat, memperbanyak dzikir dan doa. Beliau SAW bersabda; "Apabila kalian melihat gerhana, tunaikan salat dan berdo’a sampai kondisinya normal". (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits ini, ulama menghukumi shalat gerhana (khusuf dan kusuf) sebagai sunah mu'akkadah.
Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Habib Zen bin Semit dalam At-Taqriratus Sadidah fi Masa’ilil Mufidah:
"Hukum salat khusuf dan kusuf adalah sunah muakkadah meskipun dikerjakan seorang diri. Sementara meninggalkannya makruh. Mengerjakan salat gerhana berjamaah di masjid sangat dianjurkan walaupun tempatnya sempit."
Lantaran shalat gerhana dianjurkan, maka meninggalkannya dimakruhkan. Dengan demikian, jika mendapati fenomena ini pada Rabu (9/3) nanti kita diharapkan untuk salat secara berjamaah dan memperbanyak dzikir dan doa.
Jangan sampai saat terjadi gerhana, kita malah bersantai-santai sambil selfie di bawah lindungan gerhana matahari. Wallahu a’lam.
(Ism, Sumber: Nu.or.id)
Panduan Tata Cara Salat Gerhana
13.29PANGKALPINANG -- Gerhana matahari total akan terjadi di langit Indonesia, dan fenomena ini merupakan kejadian langka.
Karena saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan.
Bahkan saat itu piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari.
Sehingga pada siang hari yang biasanya terang akan menjadi gelap, karena tidak ada cahaya matahari.
Gerhana Matahari akan tejadi pada Rabu, 9 Maret 2016.
Untuk Salat Gerhana dilakukan secara berjemaah.
Solat Gerhana tidak diawali dengan azan dan iqomat, tetapi dengan seruan Ash Shalatu Jaami'ah.
Salat Gerhana dilakukan dengan bersuara serta berniat di dalam hati.
Berikut tata caranya: 1. Niat dalam hati
2. Takbiratul ihram sebagaimana salat biasa
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Alfatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (Sunnah Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah, bila tidak hafal diperbolehkan membaca surat lain)
5. Ruku dan memanjangkannya
6. Bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan Sami Allahu Liman Hamidah
7. Setelah i'tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan membaca surat Alfatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
8. Kemudian ruku kembali (ruku kedua) lebih panjang dari ruku yang sebelumnya
9. Kemudian bangkit dari ruku
10. Lalu sujud yang panjangnya sebaimana ruku, lalu duduk antara dua sujud kemudian sujud kembali
11. Bangkit dari sujud dan melaksanakan rakaat yang kedua sebagaimana yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja lebih ringan dari rakaat pertama
12. Tahiyat
13. Salam
14. Setelah selesai salat, Imam menyampaikan kutbah gerhana. Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn
TRIBUNNEWS.COM
Putus Asa Melanda, Baca Ayat Ini
21.36Mengingat setiap hela nafas manusia yang hidup di bumi pasti akan memperoleh ujian. Baik berupa kebahagiaan, maupun cobaan yang menyedihkan.
Tidak sedikit diantara kita mampu melakoni setiap tamparan pedih yang disiapkan Allah SWT. Menyerah dan tidak berdaya pasti menyelimuti perasaan, sehingga pada kondisi inilah manusia merasa berada pada titik terendah dalam hidupnya.
Alquran adalah obat bagi semua permasalahan hidup. Termasuk saat manusia dalam sikap berputus asa.
Allah SWT sudah mempersiapkan ayat yang bisa dibaca dan kandungannya membuat takjub. (Ism)







