ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

    Wonderful Indonesia Dendangkan Rendang di San Fransisco

    Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak henti berunjuk gigi, menciptakan kreativitas baru di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Karena hanya dengan ide-ide tidak biasa itulah, yang membuat Wonderful Indonesia dikenal dan memperoleh perhatian ekstra. Di Negeri Paman Sam, AS, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu kembali membuat sensasi di San Fransisco Travel dan Adventure Show 2016.

    Perhelatan yang berlangsung dari tanggal 5-6 Maret 2016 ini, Kemenpar menampilkan sesuatu yang khas Indonesia. "Kami menempati lahan seluas 800 M2, selain itu didukung dan melibatkan 5 industri Pariwisata Indonesia, Alhamdulillah lancar," ujar I Gde Pinata, Deputi Pemasaran Mancanegara didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya.
    Industri tersebut adalah, Top Indonesia Holiday, Panorama Destination, Thrifty International Travel & Tour, Sayang Holiday Travel dan Wordlink Amerika. Lebih lanjut Nia mengatakan, untuk memperlihatkan wonderful Indonesia, di booths Global Beats Stage. "Tim Wonderful Indonesia menampilkan Tarian Tradisional Indonesia dari Bali, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, NTT dan Papua selama 2 hari berturut turut. Pengunjung sangat antusias, salah satu tarian yang kami sajikan adalah Tari Yospan," ujar wanita kelahiran Malang itu.

    Bukan itu saja, Indonesia terus menebarkan pesonanya di perhelatan tersebut. Ada panggung Destination Theater yang juga disulap oleh WI. Itu setelah, tokoh wisata Indonesia Sugeng Suprianto dari Top Indonesia Holiday, mengisi panggung tersebut. "Pak Sugeng tampil memperkenalkan Indonesia dengan Tema Indonesia; Explore the Wonders," ujarnya.

    Ada yang lebih menarik yang dipamerkan tanah air di Negeri Adi Daya itu. Pada booth Taste of Travel Theatre, harum masakan atau kuliner Indonesia menyambar hidung dan membuat perut keroncong

    Owner atau Chef Lime Tree Restaurant, menampilkan cara memasak Rendang yang terkenal di dunia itu," kata wanita yang orang tuanya asli Bandung itu. Siong Ming merupakan Chef yang sudah bermukim di San Fransisco. Karena itu, dia sudah tahu selera orang Amerika dalam mengkonsumsi makanan. Dia padukan antara masakan khas Indonesia dengan selera bule yang tidak boleh terlalu pedas itu. Menpar Arief Yahya menyebut inilah "diplomasi kuliner." Benchmark-nya cukup banyak. "Yang profesional, kita bisa lihat Thailand. Restoran dan masakan Thailand sudah menyebar di seluruh penjuru dunia. Dari makanan itulah, mereka promosi pariwisata," kata Arief Yahya, peraih Marketeer of The Year 2013 yang dikeluarkan MarkPlus itu.

    Vietnam juga sama, menggunakan "teste" di lidah untuk menjajakan potensi kuliner dan budayanya ke seluruh dunia. Jepang juga melakukan hal yang sama dengan sushi, teriyaki, tepanyaki, wasabi, dan lainnya. Korea pun meniru dengan mempromosikan kimchi melalui restoran korea di banyak negara. Tiongkok apa lagi? Tidak terhitung jenis makanan khas Negeri Tirai Bambu itu di mana-mana, dari aneka Dim Sum, Pekking Duck, sampai segala jenis mie.

    "Kuliner termasuk cultural industry. Kuliner Indonesia juga banyak, ratusan jumlahnya. Dan selera lidah Indonesia yang beragam rempah itu sangat mudah di lidah banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Rendang adalah salah satunya," kata Menpar Arief Yahya.

    Nia menambahkan, untuk semakin memperkenalkan daerah tujuan wisata Indonesia, pihaknya akan terus berpromosi di Eropa dan Amerika. Karena tanah air ini memiliki berbagai potensi alam dan budaya yang belum banyak diketahui warga AS pada khususnya. “Indonesia has a lot more to offer than Bali,” tukas Nia.
    Ia juga menyampaikan kebijakan Pemerintah Indonesia mencapai target wisman 20 juta antara lain menghilangkan Clearing Approval Indonesia Territory (CAIT) memudahkan masuknya kapal pesiar dan yacht ke Indonesia serta gencarnya penyelesaian berbagai proyek infrastruktur mendukung industri pariwisata tanah air.

    Setelah ke Amerika, Indonesia akan kembali unjuk gigi di Internationale Tourism Bourse (ITB) Berlin, 9-13 Maret 2016 mendatang. Sedikitnya 100 industri pariwisata akan mengisi booth berdesain Kapal Phinisi dua lantai di arena Messe Berlin, Jerman itu. Selain branding dan advertising, Kemenpar juga rajin mengikuti salles mission. Tiga besar pameran industri pariwisata selalu dioptimalkan. Yakni ITB Berlin, WTM London, dan FITUR Madrid. Selain itu, untuk pasar Timur Tengah, Indonesia juga tidak absen di ATM Dubai.
    Lalu pasar China di CTM Kunming dan berbagai kota besar di Negeri Tirai Bambu itu. Pasar Jepang, Korea, Hongkong, juga menjadi target market.

    Dalam Technical Meeting ITB Berlin 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, semua persiapan dirinci dengan detail. I Gde Pitana, Deputi Pemasaran Luar Negeri Kemenpar menambahkan, homebase promosi Paviliun Indonesia akan dipusatkan di Hall 26A Nomor 122. “Kami sudah melakuk persiapan secara optimal,” tutur Pitana.(*)INDOPETRONEWS.COM



    Pos via Blogawalking

    Seru, Festival Durian Sumber Agung Kemiling Lampung

    Lampung punya cara unik untuk memasarkan destinasi wisata barunya. Sebuah festival durian digelar di Kampung Hutan Durian Taman Hutan Raya, Kemiling, Lampung, Kamis (3/3). Hasilnya, ribuan warga dari berbagai daerah menyemut di sekitar Taman Hutan Raya. Semua berebut makan 1.750 durian gratis yang disiapkan panitia.

    Bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya, Durian sudah menjadi buah favorit. Rasanya legit. Aroma pun khas. Warga Lampung dan sekitarnya seolah tak sabar mencicipi. Cerminan itu terlihat saat Festival Durian Sumber Agung di Kemiling, Lampung. Semua warga menyatu. Dari mulai pejabat, wisatawan hingga masyarakat setempat berbaur jadi satu.

    “Ini sekaligus pra launching Kampung Hutan Durian Taman Hutan Raya (Tahura). Ternyata antusiasme masyarakat lumayan dahsyat. Festival yang digelar Kamis kemarin (3/3, diserbu ribuan masyarakat dari berbagai daerah,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandar Lampung Yus Amri, Jumat (4/3).

    Rencananya, Kampung Hutan Durian Taman Hutan Raya di Kemiling akan dibangun kawasan wisata. Lahan seluas 22 hektar itu akan menjadi bagian dari pengembangan wisata Teluk Lampung sebagai Lampung Forest By The Bay. Kawasan ini ditargetkan menjadi destinasi wisata favorit pilihan para wisatawan. ”Ini merupakan bagian untuk membantu program Kementerian Pariwisata dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Lampung. Setelah pra soft launching, ditargetkan 2017 sudah menjadi kawasan pelestarian alam Lampung,” tambahnya.

    Yus memang tak ingin kendor menggenjot angka kunjungan wisatawan ke daerahnya. Laju cepat Kementerian Pariwisata ingin diimbanginya. Yus tak ingin Brand Wonderful Indonesia sudah naik valuenya mengalahkan Truly Asia-nya Malaysia dengan skor 10-2 terbuang sia-sia.

    Kepak sayap Wonderful Indonesia tadi diakui Yus langsung berdampak positif. Tingkat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Lampung semakin meningkat. Tahun 2015, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 5 juta dari domestik maupun mancanegara. Jumlah, ini lebih tinggi dibandingkan 2014 hanya 3,5 juta wisatawan.

    “Kami tinggal mengejar advertising dan selling pariwisatanya. Di 2016 kami targetkan ada pertumbuhan 7 juta hingga 8 juta kunjungan wisatawan dibanding 2015,” ungkap Yus.

    Nah, Festival Durian di Kampung Hutan Durian Taman Hutan Raya dirasa pas untuk mengejar target tadi. Maklum, durian merupakan komoditi unggulan di Lampung. Jenis yang bermacam-macam membuat nama durian di sekitar Lampung sangat beragam.

    “Mudah-mudahan setelah festival ini wisatawan yang sudah datang ke Kemiling, Lampung, akan datang kembali untuk membelinya di tempatnya langsung. Ini akan makin melengkapi destinasi wisata yang sudah ada seperti taman hiburan umum, peninggalan sejarah, wisata alam dan tirta, budaya, religi, agro, bahari, dan wisata buatan,” ungkap Yus.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menyebutkan Lampung itu tidak jauh dari Jakarta. Kota dengan market pariwisata yang sangat kuat. Tidak lebih dari 35 menit, sudah mendarat, istilahnya baru naik sudah mau turun. "Jika aksesnya bagus, maka Jakarta-Lampung itu dekat. Nah, karena itu promosikan di market Jakarta dan Banten yang tinggal menyeberang di Merak Bakauheni," ujar Menpar Arief Yahya.

    Arief Yahya pernah bertemu Gunernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. "Lampung punya potensi wisata yang bagus, dan memperkenalkan wisata di sana dengan berbagai Festival juga akan menambah awareness terhadap Lampung. Yang pasti harus dipromosikan dengan baik," jelas Arief.(*)INDOPETRONEWS.COM


    Di Magelang Hari Ini Ditentukan, Siapa akan Dinobatkan Jadi Putri Durian 2016

    Untuk pertama kalinya, sebuah kontes yang melibatkan putri-putri daerah diselenggarakan dalam kaitannya seluk-beluk buah durian.

    Pemilihan Putri Durian Candimulyo 2016, demikian nama kontes itu, digelar di kawasan durian terpadu Desa Kebonrejo, Kembaran, dan Tegalsari di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

    Asosiasi Masyarakat Petani, Buruh dan Pedagang Durian Candimulyo (Amrih Dadi Mulyo) merintis kontestasi ini dengan tujuan menanamkan rasa kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk peduli terhadap potensi buah durian yang melimpah di kawasan lereng Gunung Merbabu tersebut.

    Puguh Djaka Sulistya, Koordinator Amrih Dadi Mulyo, menjelaskan, pemilihan Putri Durian 2016 akan diikuti oleh puluhan remaja maupun wanita dewasa asal Kecamatan Candimulyo dan sekitarnya.

    Panitia telah melakukan seleksi dari ratusan peserta yang mendaftarkan diri di ajang yang berlangsung pada Sabtu (5/3/2016) hari ini dan Minggu besok. Acara tersebut dirangkai dengan Festival Durian Unggul Lokal Candimulyo pada 7-8 Maret 2016.

    "Kami tidak menyangka kalau ternyata banyak yang berminat ikut pemilihan Putri Durian 2016. Sebagian besar peserta remaja putri usia SMP dan SMA," kata Puguh, Jumat (4/3/2016).

    Menurut Puguh, pemilihan Putri Durian ini tidak seperti kontes kecantikan pada umumnya. Meski penampilan juga diutamakan, pengetahuan peserta tentang buah berjuluk "King of Fruits" itu justru menjadi prioritas penilaian.

    "Kami akan nilai wawasan mereka tentang durian, keterampilan mengolah, ataupun membelah durian. Sebab, meski banyak warga yang punya pohon durian namun mereka tidak tahu bagaimana membelah durian dengan baik dan benar," kata Puguh.

    Puguh menyebutkan, selama ini Kecamatan Candimulyo dikenal sebagai sentra terbesar durian di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sekitar 18.000 tananam produktif dan 24.000 tanaman durian muda tumbuh di kawasan ini.

    Hanya saja, kata dia, sebagian besar generasi muda masih kurang menyadari potensi durian di daerahnya sendiri. Sejauh ini mereka hanya sekadar tahu dan menikmati hasilnya dari orang tua mereka yang bertani atau berdagang durian.

    "Tapi mereka tidak tahu bagaimana proses durian itu menjadi layak jual. Mulai dari menaman bibit, merawat pohon yang lama, sampai proses pemasarannya. Mereka tinggal menikmati hasilnya saja," kata dia.

    Oleh sebab itu, ia berharap bahwa melalui ajang ini, para pemenang maupun finalis akan menjadi duta yang dapat mempromosikan durian Candimulyo kepada wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.

    "Pemenangnya akan mendapat hadiah uang pembinaan. Mereka juga akan kami libatkan aktif di berbagai kegiatan tentang durian, serta promosi durian khas Candimulyo di luar daerah, termasuk di social media," kata dia.
    (Kontributor Magelang, Ika Fitriana)Tribunnews.com


    Reaksi Masyarakat Korea Saat Disuguhi Kopi asal Indonesia

    JEJU - Warga Jeju, Korea Selatan, berlomba mencicipi cita rasa kopi khas dari berbagai daerah di Indonesia di gerai Wonderful Indonesia dalam ajang Jeongwol Daeboreum Fire Festival di Pulau Jeju.

    Salah satu pengunjung Kim Nam Cheol yang ikut mengantre dan mencicipi kopi Khas Indonesia di ajang Jeongwol Daeboreum Fire Festival, Jeju, Jumat (4/3/2016), mengaku sangat menyukai aroma dan ciri khas kopi Indonesia yang kuat.

    "Aromanya sangat kuat dan saya suka. Di Korea, aroma kopi tidak sekuat ini," katanya.

    Sebelum menyeruput kopi dari Malabar, Jawa Barat itu, Kim terlebih dulu mencium aromanya dan ia awalnya terkejut dengan aroma tersebut.

    "Aromanya seperti terbakar, ini pertama kalinya saya mencicipi kopi Indonesia dan saya sangat suka," katanya.

    Meski belum pernah mengunjungi Indonesia, CEO Gift It In Jeju Island itu mengaku menyukai kopi Indonesia dan kopi Asia Tenggara, seperti dari Thailand.

    "Karena kopi di Korea itu tidak ada yang sekuat ini. Saya biasanya memasukkan sampai empat 'sachet' kopi instan sekaligus untuk mendapatkan aroma yang kuat," katanya.

    Ia juga mengaku baru mengetahui kopi khas lain yang sangat terkenal, yaitu kopi luwak.


    EKA JUNI ARTAWAN
    Produk kopi luwak buat oleh–oleh di Yoga Coffee and Luwak Garden di Mengwi, Bali. Berat tiap kemasannya mulai dari 100 gram sampai 200 gram.

    Untuk bisa mencicipi kopi Indonesia secara cuma-cuma, pengunjung yang sebagian besar warga Jeju, rela antre hingga mengular di depan gerai "Wonderful Indonesia" milik Kementerian Pariwisata.

    Pengunjung pun tidak pernah sepi sejak pagi untuk menghangatkan tubuh di tengah suhu yang mencapai 8 derajat celcius tersebut.

    Selain kopi, gerai Wonderful Indonesia pun menawarkan penganan teman menyeruput kopi, yaitu kue kering dan keripik udang gratis.

    Uniknya, meskipun gerai tersebut dibuat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, sejumlah warga negara lain pun terlibat.

    Satu di antaranya yaitu Jenny dari India beserta suaminya Yu Yang dari Korea yang tidak sungkan meyeduhkan kopi untuk pengunjung.

    "Saya banyak memiliki teman Indonesia saya sangat senang membantu," katanya.

    Jenny pun yang belum pernah mengunjungi Indonesia mengaku sangat cinta dengan negeri Khatulistiwa ini.

    "Saya cinta Indonesia, meskipun belum pernah ke sana, suatu saat saya akan berkunjung," katanya.

    Kepala Sub Bidang Festival, Kuliner dan Musik Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Titik Lestari mengatakan kopi adalah salah satu komoditas yang lekat dengan citra Indonesia.


    KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
    Kopi Luwak asal Kintamani, Bali

    Titik menambahkan kopi yang ditawarkan juga disesuaikan dengan 10 destinasi wisata utama, mulai dari Aceh hingga Papua.

    "Selain kopi juga ada jahe merah dan kuenya terdapat tulisan Wonderful Indonesia agar sebelum dimakan, pengunjung bisa melihat terlebih dahulu, itu strategi kita," katanya.

    Ketua Panitia Perwakilan Indonesia di Jeongwol Daeboreum Fire Festival Jeju, Gisela Meryl mengatakan kopi merupakan salah satu alat promosi yang jitu karena kopi hadir di seluruh dunia.

    "Hampir semua orang suka kopi dan Indonesia memiliki khas tersendiri. Kopi sejak dulu disukai baik tua maupun muda," katanya. (Kompas.com)


    Ayam Kecap Penggelitik Lidah

     Menu ayam kecap mungkin sudah tak asing bagi kita. Namun, sudahkah Anda mencoba menu ayak kecap dengan resep spesial dari dengan kecap manis pedas gurih?
    Resep ayam kecap ini menggunakan varian produk baru dari Bango, yaitu Kecap Bango Manis Pedas Gurih. Rasanya selain pedas manis juga gurih. Pasti menggelitik lidah dengan sensasi pedasnya.
    Menu spesial ini cocok untuk dicoba buat bersantap siang bersama keluarga. Berikut bahan dan cara membuatnya:
    Bahan:
    - 1/2 ekor ayam, potong 6 bagian, tambahkan 1/2 sendok teh garam dan 2 sendok makan air jeruk nipis, aduk rata
    - 4 siung bawang putih, memarkan
    - 1/2 ruas jari jahe, memarkan
    - 1/2 butir bawang bombai, potong panjang
    - 2 tangkai daun bawang, potong serong
    - 5 sendok makan kecap
    - 1/2 sendok teh lada putih bubuk
    - 1/4 sendok teh garam
    - 1 buah tomat, potong panjang
    - 100 ml air
    - Minyak goreng secukupknya untuk menggoreng
    - 1 sendok makan margarin, untuk menumis

    Cara memasak:
    Panaskan minyak, goreng ayam dalam minyak panas hingga matang tapi tidak kering, angkat, sisihkan.
    Panaskan margarin, tumis jahe dan bawang putih hingga harum, lalu masukkan bawang bombai, tumis hingga layu.
    Masukkan ayam, aduk sebentar.

    Tambahkan kecap, air, garam, lada, tumis hingga matang. Masukkan tomat dan daun bawang, aduk sebentar, angkat.
    Sajikan hangat. Selamat mencoba.... Dream.co.id (Ism)

    Mengunjungi Wisata Kuliner Khas Pati

    Pati,Jateng.Jurnalisrakyat.com-Kabupaten Pati merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pati adalah dataran rendah. Bagian selatan (perbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora) terdapat rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian barat laut (perbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara) berupa perbukitan.Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Rembang. Sungai terbesar adalah Sungai Juwana, yang bermuara di daerah Juwana.
    Pati sendiri mempunyai banyak kuliner khas yang enak, jika jalan-jalan ke pati jangan lupa untuk mampir ke warung tempat makanan khasnya, kuliner khas pati yang terkenal di antaranya adalah Nasi Gandul, Mangut Ndas Manyung, Soto Kemiri, Petis Kambing Runting, Kotokan Gereh Tongkol dan Sego Tewel, kali kontributor Jateng.Jurnalisrakyat.com Pati Anik Baidawi mengajak kita untuk mengetahui kuliner khas pati.
    1.Nasi Gandul
    resep_nasi gandul
    Gandul sendiri artinya menggantung. Pikulan itu naik-turun seiring dengan langkah si penjaja.Selain itu, ada versi lain yang menyebutkan tentang nasi gandul, yaitu nasi yang gemandul, alias tidak menempel pada piringnya. Karena saat kita membeli nasi gandul itu piringnya di beri lapisan daun pisang diatasnya, sehingga menjadikan terasa lebih khasnya dan lebih nikmat dengan adanya aroma daun pisang.
    2.Soto Ayam Kemiri
    soto ayam kemiri
    Soto kemiri ini berasal dari desa Kemiri, kemiri merupakan salah satu desa di Kabupaten Pati yang terletak di sebelah utara terminal pati. sehingga nama soto di namai sesuai dari daerah asalnya, soto kemiri ini mempunyai perbedaan dalam hal pembuatannya, soto kemiri ini dibuat dengan cara mengopyok semua bahan yang akan disajikan. Dengan cara pembuatan seperti ini, hal tersebut yang menjadikan kekhasnya, Soto kemiri ini umumnya disajikan dengan ayam goreng yang garing.
    3.Petis Kambing Runting
    Petis kambing runting ini merupakan kombinasi masakan daging kambing. jika dilihat Sekilas mirip  seperti gule. karena kuahnya hijau bersantan. Namun yang menjadikan beda ialah kuahnya bercampur tepung beras dan rebusan daging yang sudah lebur. sehingga makanan khas yang satu ini banyak butiran kenyal hangat yang lumer ketika kuah sudah masuk di mulut. Rasa kuanya itu gurih.
    4.Sego Tewel
    makanan-khas-pati-sego-tewel
    Sego tewel sendiri adalah nasi dan sayur nangka muda (tewel, gori, cecek -Bahasa Jawa). Kemudian disajikan dengan piring yang dilapisi daun jati. Sehingga aroma khas daun jati yang terhirup bersama aroma tewel menjadikan khasnya mkanan ini. Dengan rasa sedikit pedas juga memberi sensasi tersendiri. Sego tewel ini dihidangkan hanya dengan lauk tempe goreng dan bakwan. Sangat sederhana. Untuk tiga porsi nasi tewel.
    Itulah beberapa khas kuliner kota Pati jawa tengah .
    Kontributor Anik Badawi
    Editor : Dewi
    http://jateng.jurnalisrakyat.com/mengunjungi-wisata-kuliner-khas-pati/
     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger