ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label SOSBUD. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label SOSBUD. Tampilkan semua postingan

    Menpora Hadiahi Marquez Dan Pedrosa Kain Batik

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memberikan kain batik kepada dua pebalap MotoGP dari Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez di Kuningan Village, Jakarta, Sabtu (13/2).

    Untuk Pedrosa, Menpora memberikan batik berwarna biru dengan motif pebulutangkis yang sedang melakukan lompatan. Sementara untuk Marquez, pria asal Jawa Timur itu memberikan batik berwarna coklat keemasan dengan motif pesepakbola yang sedang melakukan tendangan.


    Tak mau kalah, kedua pebalap asal Spanyol itu juga memberikan kenang-kenangan untuk Imam. Cenderamata tersebut berupa replika motor Honda yang terbuat dari kaca.

    Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendapatkan replika motor Honda bernomor 26 yang merupakan nomor motor Pedrosa. Selain itu, Imam juga mendapatkan replika motor Honda nomor 93 yang merupakan nomor motor dari Marquez.

    Kehadiran kedua pebalap asal Spanyol itu sendiri merupakan rangkaian acara Honda yang akan meluncurkan motor teranyar di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (14/2) besok.
    Otosia.com
    Bola.net
    (fit/kny)


    Mahasiswa Indonesia Kenalkan Budaya Indonesia di Arab

    Jakarta Mahasiswa Indonesia ikut memeriahkan dan memperkenalkan sejumlah warisan budaya asli Tanah Air pada Festival Budaya Bangsa di Universitas Qasim University Saudi Arabia, 31 Januari -2 Februari 2016.

    "Kami sengaja memajang beberapa karya seni budaya seperti pakaian adat, senjata tradisional, anglung, minimatur andong, becak, sepeda ontel, peta Indonesia, patung garuda, wayang kulit dan uang rupiah," jelas Koordinator Mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, Fadli Multazam.

    Selain itu, kata dia, mahasiswa Indonesia yang berjumlah sebanyak 45 orang ini juga menghadirkan dan memperkenalkan beberapa permainan tradisional mulai dari enrang (longga) dan gasing tradisional, termasuk olah raga asli Indonesia yakni pencak silat.

    "Sebagai warga Indonesia yang melanjutkan kuliah diluar negeri, kami tidak lupa dengan budaya kita meski jauh diperantauan," katanya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (6/2/2016).

    Mengenai tanggapan dan respon masyarakat atau peserta dari berbagai negara terhadap karya budaya yang ditampilkan, dirinya mengaku mendapat respon yang luar biasa dari para peserta dan mahasiswa asing.

    Bahkan tidak hanya disambut tawa dan tepuk tangan, para pengunjung dan mahasiswa dari negara lain juga begitu kagum dengan negara Indonesia yang memiliki begitu banyak aneka ragam budaya.

    Pihaknya juga berharap dengan keterlibatan mereka di festival ini membuat Indonesia bisa lebih dikenal jauh. Sekaligus diharapkan semoga mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani study di Qassim saat ini bisa memberikan pengorbanan yang nyata dan persembahan yang lebih berarti bagi ummat dan bangsa kedepan.

    "Para pengunjung mengaku kagum melihat penampilan teman-teman mahasiswa Indonesia. Untuk mahasiswa Indonesia di Arab Saudi, kita tentu berharap lebih berarti saat kembali ke kampung halamanya masing-masing,"ujarnya.

    Ia menjelaskan, untuk acara festival ini memang lebih bergengsi. Sebab diikuti sedikitnya 17 negara seperti Arab Saudi, Indonesia, Filipina, Pakistan, China, Pantai Gading, Mesir, Kosova,Gambia, Tajikistan, Afghanistan. Canada, Suriah, Senegal. Yaman, Maladewa, dan Burkina Faso.

    'Tentu suatu kebahagian bisa memperkanalkan berbagai seni budaya asli Indonesia di dunia internasional," sebutnya.Liputan6.com



    Pos via Blogawalking

    Sebanyak 2.800 Lampion Hiasi Kelenteng Dewi Kwan Im

    PALEMBANG -- Sebanyak 2.800 lampion berwarna merah menghiasi halaman Kelenteng Dewi Kwan Im di kawasan 10 Ulu, Palembang,  Kamis (4/2/2016).

    Kelenteng yang didirikan di tepian sungai Musi pada 1668 lalu ini, telah bersiap menyambut tahun baru Imlek 2567 dengan suka cita.

    Ini dibuktikan dengan dipasangnya 2.800 lampion.

    Seperti yang dikatakan oleh Humas Kelenteng Dewi Kwan Im, Harun, lampion yang dipasang ini pun lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya 1.800 lampion.

    Harun mengatakan, lampion ini bisa menjadi objek wisata religi karena keindahan dan keelokkan lampion ini bisa terlihat dari jembatan Ampera Palembang.

    Selain itu Kelenteng Dewi Kwan Im juga sudah menyiapkan 10 ribu kertas sembahyang bagi pengunjung yang akan memadati Kelenteng.( Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari)


     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger