Taipei - Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang sisi selatan Taiwan, tepatnya di dekat kota Tainan. Akibat gempa kuat ini, satu apartemen roboh.
Dilansir Reuters, Sabtu (6/2/2016), sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan. Belum ada laporan soal korban jiwa atau luka serius.
Setidaknya ada 5 gempa susulan dengan kekuatan 3,8 SR atau lebih setelahnya. Gempa susulan terjadi dalam selang waktu 30 menit.
Media setempat, Formosa TV menampilkan tayangan ketika polisi, pemadam kebakaran, dan petugas lainnya berada di lokasi. Tangisan penghuni yang terjebak di apartemen itu terdengar dari luar.
Pemadam kebakaran mengosongkan apartemen dan petugas lainnya menggunakan tangga serta crane. Gedung itu roboh hingga ke lantai pertama.
Baju anak-anak tampak beterbangan keluar gedung. Kebanyakan penghuni sedang tidur saat gempa.
(imk/imk)detik.com
Gempa 6,4 SR Guncang Taiwan, Apartemen Roboh dan Penghuni Terjebak
00.48Duduk di Kursi Roda, BJ Habibie Ikut Salati Jenazah Sang Kakak
06.36Ibunda Adrie Subono, Titie Sri Sulaksmi Subono, menghembuskan napas terakhir Jumat malam kemarin. Jenazah disemayamkan di komplek pesantren Subono Mantofani, Ciputat, Tangerang siang tadi (6/2).
Tampak BJ Habibie turut melepas kepergian sang kakak. Ia hadir ditemani putra pertamanya, Ilham Akbar, beserta rombongan paspampers yang setia menjaga.
Meski berada di atas kursi roda, Presiden RI ke-3 ini tetap mengikuti prosesi pemakaman dengan khidmat. Dimulai dari mensalati hingga menabur bunga di atas pusara.
Habibie ikut salati jenazah sang kakak ©KapanLagi.com®/Budy Santoso
Nenek dari artis Melanie Subono tersebut dimakamkan pukul 14.00 WIB. Adrie Subono bersama putra lelakinya, Adrian Subono, turut membantu prosesi memasukkan jenazah ke peristirahatan terakhir.
Pemilihan lokasi pemakaman bukan tanpa maksud. Pasalnya Pesantren Subono Mantofani dibangun tahun 1994 oleh Titie untuk mengenang kepergian suaminya.
Adrie Subono bercerita, awalnya ia hanya membeli tanah seluas 600 meter dari mendiang Chrisye untuk membangun masjid atas nama Ayahnya. Namun kemudian diperluas dan didirikan sebuah yayasan yang menaungi sekolah dari SD hingga SMP.
(kpl/abs/phi/kapanlagi.com)
Gempa Taiwan, 3 WNI Ikut Jadi Korban Tewas
00.23Informasi yang dihimpun Antara dari Jakarta, saat ini para pejabat Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei bergerak menuju lokasi bencana.
Mereka mendatangi lokasi gempa bumi paling parah di Kabupaten Tainan yang berjarak sekutar 317 kilometer arah selatan Ibu Kota Taiwan di Taipei untuk mendata jumlah korban berkewarganegaraan Indonesia.
Di Kabupaten Tainan terdapat sekitar 16.000 WNI yang mayoritas bekerja di sektor manufaktur dan perawat orang tua jompo.
Selain Tainan, wilayah di selatan Taiwan yang terkena dampak gempa bumi terparah adalah Kota Kaohsiung dan Kabupaten Pingtung. Di kedua daerah itu juga banyak pekerja asal Indonesia.
"Sejauh ini teman-teman BMI (buruh migran Indonesia) di wilayah kami, Alhamdulillah dalam keadaan sehat wal afiat semua," kata Dian Sidik Ramadhani, nelayan Indonesia yang berpangkalan di Pelabuhan Donggang, Kabupaten Pintung, saat dihubungi Antara dari Jakarta.
Kalangan WNI, baik pekerja maupun pelajar, saling memberikan informasi mengenai kondisi mereka masing-masing sejak peristiwa itu terjadi pada pukul 03.54 waktu setempat hingga kini.
Pusat gempa tersebut berada sekitar 27 kilometer di timur laut Kabupaten Pingtung dengan kedalaman 16,7 kilometer.
Jumlah korban akibat gempa bumi pada musim dingin di negara kepulauan berjuluk "Formosa" tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
Dari tahun ke tahun jumlah WNI di Taiwan terus bertambah dengan perincian 250.000 pekerja, 3.500 pelajar, dan 4.500 menikah dengan warga negara Taiwan.(Bisnis.com)
40 Kios dan 34 Lapak di Pasar Cimindi Kota Cimahi Ludes Terbakar
20.57Saksi Bom Boston dari Jurnalis
05.22![]() |
Boston - Ledakan bom menahan pelari bernomor punggung 19793 yang sejengkal lagi mencapai garis finish. Ia dan puluhan lainnya terkapar. Beberapa detik kemudian, ledakan bom kedua kembali menggelegar.
Produser Boston.com, Steve Silva, ada di dekat garis finish untuk mengabadikan momen lomba lari ikonik kota itu, Boston Marathon. Dia mengambil gambar apa yang seharusnya momen penuh kebahagiaan, malah menjadi jerit kengerian. Kameranya terus menyala di tengah kekacauan itu.
Semua, katanya, terjadi begitu saja dan begitu cepat di tengah-tengah kerumunan penonton. Tak seorang pun menduga hal itu akan terjadi. "Aku melihat bagian tubuh manusia, juga darah di mana-mana," kata Silva.
Seyum dan tawa gembira penonton menyambut para pelari berubah menjadi wajah penuh ketakutan dan kengerian. Semua orang berlari tanpa arah menyelamatkan diri. Keadaan makin tak terkendali ketika ledakan kedua berbunyi hanya 12 detik kemudian.
Tim penyelamat bergegas menyelamatkan korban dengan tandu dan kursi roda. Ambulans berbaris hingga beberapa blok dari lokasi kejadian. "Sungguh tak aman berada di sini sekarang," kata seorang polisi, yang memerintahkan semua orang untuk menepi.
Jim Bardin yang bekerja di sebuah gedung perkantoran antara dua lokasi ledakan menyatakan saat ledakan terdengar, ruangan tempatnya bekerja sedikit terguncang. "Saat hendak pergi untuk melihat apa yang terjadi, ledakan kedua terdengar," katanya.
Ia menemukan suasana sangat kacau di halaman kantornya. "Orang-orang berlarian karena panik," katanya
Saksi lainnya, Will Ritter, yang berada beberapa blok dari lokasi di dekat Copley Square, sedang menyiapkan ruangan untuk konferensi pers bagi seorang pelari yang baru saja menyelesaikan lomba. Namun, aktivitasnya terhenti setelah mendengar ledakan. "Seperti bunyi ledakan kembang api, lalu asap putih mengepul," katanya.
Dua ledakan terjadi di area garis finish lomba lari Boston Marathon. Lokasi ledakan hanya berjarak 50 dan 100 meter dari garis finish, dalam selang waktu beberapa detik. Dua orang tewas akibat ledakan tersebut, salah satunya diduga pelaku. Hingga kini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan itu.
CNN | TRIP B








