LESMO – Rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menyatakan siap memperpanjang kontraknya dengan Tim Garpu Tala untuk dua tahun ke depan. Dalam sebuah wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Senin (14/3/2016), rider berusia 37 tahun itu optimis masih bisa kompetitif hingga usianya mencapai 39 tahun nanti.
The Doctor menegaskan bahwa lima sampai enam seri pertama di musim 2016 akan menjadi indikator dan masa evaluasi performanya sendiri. Bila masih mampu konsisten meraih podium atau bahkan memenangkan balapan, tujuh kali juara premier class itu pun tak ragu berkomitmen dan menandatangani perpanjangan kontrak dengan Yamaha.
“Saya akan melihat lima sampai enam seri pertama musim 2016 untuk mengambil keputusan, tapi saya sangat yakin masih bisa lanjut untuk dua tahun ke depan. Saya siap dan memperpanjang kontrak dengan Yamaha. Dan setelah meninggalkan MotoGP nanti, saya bisa turun di berbagai kejuaraan balap seperti 24 Hours of Le Mans atau Reli Dakar,” ungkap Rossi.
Musim 2016 ini adalah musim ke-21 Rossi berkarir di Grand Prix. Setelah sempat menjalani dua musim buruk bersama Ducati Corse, ia pun kembali ke performa terbaiknya setelah comeback ke Yamaha pada 2013. Meski begitu, Rossi ragu dirinya akan sekonsisten musim lalu mengingat persaingan semakin ketat.
“Uji coba pramusim berjalan lebih baik ketimbang tahun lalu. Tapi, akan sangat sulit mengulang performa di musim 2015, meski saya sangat ingin naik podium. Saya yakin tetap kompetitif, tapi memang musim 2016 akan sangat sulit. Tahun lalu saya memulai musim dengan baik, namun mengakhirinya dengan buruk. Saya lebih memilih memulai musim tidak begitu baik. tapi kuat sampai akhir,” jelas rider Italia yang telah beberapa kali menyambangi Tanah Air ini.
OKEZONE.COM
The Doctor Gantung Helm di Usia 39
07.24Rossi Bertekad Pensiun Dua Tahun Lagi
01.33LESMO – Valentino Rossi mengaku akan pensiun pada usia 39 tahun. Pria yang dijuluki The Doctor itu menilai dirinya masih mampu menjadi pesaing berat untuk beberapa tahun ke depan meski kini sudah menginjak usia 37 tahun.
“Saya akan mengikuti lima atau enam balapan lagi baru memutuskan masa depan saya. Saya percaya, saya masih dapat balapan untuk beberapa tahun ke depan. Setelah itu, mungkin Yamaha baru akan membicarakan masa depan saya karena rambut saya mulai memutih!,” ujar Rossi, seperti yang dilansir dari Autosport, Minggu (13/3/2016).
“Pada usia 39 tahun saya dapat mengikuti berbagai jenis balapan seperti 24 Hours of Le Mans atau Dakar,” lanjut Rossi.
Meski demikian, saat ini pembalap tim Movistar Yamaha itu memilih untuk fokus untuk MotoGP 2016. Ia berharap bisa memetik hasil manis di akhir musim 2016.
“Uji coba musim ini lebih baik dibanding musim lalu. Musim lalu adalah salah satu musim terbaik saya. Namun itu sulit untuk diulangi kembali. Saya masih tetap bertekad naik podium musim ini. Setahun lalu saya memulai dengan baik, tapi mengakhirinya dengan tidak baik. Pada musim ini saya memilih memulai dengan tidak begitu baik, tetapi mengakhiri dengan baik,” tutup Rossi.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
LESMO – Valentino Rossi mengaku akan pensiun pada usia 39 tahun. Pria yang dijuluki The Doctor itu menilai dirinya masih mampu menjadi pesaing berat untuk beberapa tahun ke depan meski kini sudah menginjak usia 37 tahun.
“Saya akan mengikuti lima atau enam balapan lagi baru memutuskan masa depan saya. Saya percaya, saya masih dapat balapan untuk beberapa tahun ke depan. Setelah itu, mungkin Yamaha baru akan membicarakan masa depan saya karena rambut saya mulai memutih!,” ujar Rossi, seperti yang dilansir dari Autosport, Minggu (13/3/2016).
“Pada usia 39 tahun saya dapat mengikuti berbagai jenis balapan seperti 24 Hours of Le Mans atau Dakar,” lanjut Rossi.
Meski demikian, saat ini pembalap tim Movistar Yamaha itu memilih untuk fokus untuk MotoGP 2016. Ia berharap bisa memetik hasil manis di akhir musim 2016.
“Uji coba musim ini lebih baik dibanding musim lalu. Musim lalu adalah salah satu musim terbaik saya. Namun itu sulit untuk diulangi kembali. Saya masih tetap bertekad naik podium musim ini. Setahun lalu saya memulai dengan baik, tapi mengakhirinya dengan tidak baik. Pada musim ini saya memilih memulai dengan tidak begitu baik, tetapi mengakhiri dengan baik,” tutup Rossi.
LESMO – Valentino Rossi mengaku akan pensiun pada usia 39 tahun. Pria yang dijuluki The Doctor itu menilai dirinya masih mampu menjadi pesaing berat untuk beberapa tahun ke depan meski kini sudah menginjak usia 37 tahun.
“Saya akan mengikuti lima atau enam balapan lagi baru memutuskan masa depan saya. Saya percaya, saya masih dapat balapan untuk beberapa tahun ke depan. Setelah itu, mungkin Yamaha baru akan membicarakan masa depan saya karena rambut saya mulai memutih!,” ujar Rossi, seperti yang dilansir dari Autosport, Minggu (13/3/2016).
“Pada usia 39 tahun saya dapat mengikuti berbagai jenis balapan seperti 24 Hours of Le Mans atau Dakar,” lanjut Rossi.
Meski demikian, saat ini pembalap tim Movistar Yamaha itu memilih untuk fokus untuk MotoGP 2016. Ia berharap bisa memetik hasil manis di akhir musim 2016.
“Uji coba musim ini lebih baik dibanding musim lalu. Musim lalu adalah salah satu musim terbaik saya. Namun itu sulit untuk diulangi kembali. Saya masih tetap bertekad naik podium musim ini. Setahun lalu saya memulai dengan baik, tapi mengakhirinya dengan tidak baik. Pada musim ini saya memilih memulai dengan tidak begitu baik, tetapi mengakhiri dengan baik,” tutup Rossi.OKEZONE.COM
Tekad Vinales di MotoGP 2016
14.32Pemilik julukan Top Gun tersebut memiliki tekad untuk meraih podium sebanyak-banyaknya. Hal itu ia lakukan guna mengangkat reputasi Tim Ecstar Suzuki yang hingga saat ini masih dinilai tim medioker oleh pecinta MotoGP.
“Jika Anda bertanya mengenai keinginan terbesar saya di MotoGP 2016, maka saya akan mengatakan bahwa saya sangat ingin meraih banyak podium musim ini. Bukan karena saya ingin berada di atas, tetapi untuk membawa tim ini lebih dipandang,” kata Vinales, seperti dikutip Marca, Jumat (26/2/2016).
Meski begitu, Vinales mengaku tak terlalu ambisius untuk masuk dalam persaingan gelar juara dunia di MotoGP 2016. Ia hanya ingin tampil sebaik mungkin guna menjaga kariernya di ajang balap Kuda Besi tersebut.
“Untuk menjadi juara dunia di kelas ini, saya rasa masih terlalu berat untuk kami penuhi. Terlebih tim-tim seperti Yamaha, Honda dan Ducati saya rasa lebih diunggulkan ketimbang kami,” jelas pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut.
“Namun kami belum bisa memastikan di mana kami berada di musim ini, yang jelas saya hanya ingin tampil sebaik mungkin untuk membawa tim meraih kesuksesan lebih baik lagi di tahun sebelumnya,” tutupnya.
Rossi Tetap Pakai Motor Musim Lalu di MotoGP 2016
08.55PHILIP ISLAND – Valentino Rossi membeberkan bahwa dirinya bakal tetap menggunakan motor YZR-M1 milik tim Movistar Yamaha yang berlaga di musim lalu untuk gelaran MotoGP 2016. Alasan The Doctor mengambil langkah itu lantaran ia merasa lebih cocok dengan motor lamanya tersebut.
Seperti diketahui dalam dua sesi latihan pramusim yang sudah berlangsung, Rossi memang belum juga memperlihatkan kualitasnya sebagai salah satu pembalap papan atas. Bahkan selama tiga hari menjalani sesi latihan pramusim di Sirkuit Philip Island, ia tidak sekali pun mencatatkan waktu terbaik.
“Saya memutuskan untuk memilih desain motor 2015, karena saya lebih cepat. Akan tetapi yang lebih penting saya merasa lebih baik ketika saya mengendarainya,” jelas Rossi, seperti dilaporkan Crash, Sabtu (20/2/2016).
“Dengan desain 2016, saya punya sedikit masalah dalam hal memasuki tikungan. Saya sedikit lebih lambat. Saya pikir tuntas sudah mengenai adapatasi dengan motor baru. Kami akan membalap menggunakan motor musim 2015,” sambung pria asal Italia itu.
Meski begitu, Rossi menegaskan bahwa ia beserta seluruh orang di tim Movistar akan tetap mencari setting yang terbaik untuk motor mereka di MotoGP 2016.
“Faktanya, pada hari ini kami sedikit mencoba untuk memodifikasi dan bekerja terhadap motor baru serta memberikan Yamaha beberapa saran penting dalam persiapan di MotoGP 2016,” tuntas pemilik gelar juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut. okezone
Rider Muda Indonesia Lebih Memilih Ducati
08.27JAKARTA – Pembalap muda Indonesia, Ali Adrian, mengaku sangat menyukai dan mengagumi gaya membalap yang dimiliki rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo. Meski demikian, apabila ada kesempatan untuk berlaga di MotoGP dan memilih tim yang mana yang ingin dibelanya, Ali rupanya lebih ingin gabung dengan Ducati.
Dalam wawancara khusus yang dilakukan bersama Okezone belum lama ini, Ali punya target di lima tahun ke depan harus bisa promosi ke ajang MotoGP. Jika waktunya untuk bertarung di kompetisi balap motor kelas utama itu tiba, rider 22 tahun itu berharap bisa membela Ducati.
“Cita-cita ke MotoGP itu tidak lebih dari lima tahun. Mimpinya sih saya bisa gabung sama Ducati. Aneh nggak? Maunya Ducati, padahal saya sukanya dengan Lorenzo,” kata Ali seraya tertawa.
Pembalap kelahiran Jakarta itu menjelaskan, keinginannya membela Ducati terjadi karena Casey Stoner. Saat menyaksikan Stoner membalap dengan motor Ducati, Adrian mengaku langsung jatuh cinta dan bermimpi untuk membela pabrikan asal Italia itu di masa depan.
“Waktu Stoner masih membalap dengan Ducati, saya melihatnya secara langsung ada sorotan lampu yang indah banget saat ia lagi menikung. Dari situ saya sudah jatuh cinta. Ditambah sekarang Ducati lagi bagus-bagusnya, jadi makin semangat deh gabung ke sana,” terangnya.
Ali saat ini sedang sibuk mempersiapkan diri untuk bertarung di kompetisi CEV European Championship di kelas Moto2. Rencananya, anak kedua dari empat bersaudara tersebut akan bergabung dengan Tim Stop and Go Racing (SAG) di musim 2016. okezone
Menpora Minta Tim Repsol Honda Ikut Kalau Indonesia jadi Tuan Rumah MotoGP
03.12Jakarta - Menpora Imam Nahrawi menyampaikan pesan saat bertemu dengan pebalap dan petinggi tim Repsol Honda.
"Saya sampaikan kepada tim Honda, kami akan menjadi tuan rumah MotoGP. Tolong
Anda datang kembali dan berpartisipasi," ujar Imam Nahrawi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (13/2/2016).
Hari ini, Menpora Imam Nahrawi menyempatkan diri bermain futsal dengan pemain Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.
Selain mereka, Vice President HRC, Shuhei Nakamoto, dan Technical Director Honda Racing Corporation (HRC), Livio Suppo, juga mengikuti laga ini.
"Kami juga meminta mereka untuk memberikan motivasi kepada pebalap-pebalap Indonesia," kata Menpora.
Kepastian kesiapan Indonesia untuk menyediakan venue MOtoGP ditunggu oleh Dorna hingga Juni 2016.
Sebelumnya Indonesia direncanakan akan menggunakan Sirkuit Sentul, namun batal.
Beberapa tempat menjadi nominasi pengganti Sentul di antaranya Palembang, Jakarta, dan Bandung. Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM
Rossi: Motor Saya Lebih Cantik Tanpa Winglet
01.46Tim Movistar Yamaha mulai menggunakan winglet pada Yamaha YZR-M1 sejak pertengahan MotoGP 2015. Namun, ada uji coba pramusim yang berlangsung di sirkuit Sepang, Malaysia lalu Valentino Rossi tidak terlihat menggunakan alat bantu aerodinamis tersebut.
Valentino Rossi tidak yakin akan performa yang dihasilkan oleh winglet yang disediakan tim garpu tala tersebut. Yang ada, Rossi menganggap motornya lebih cantik tanpa penggunaan winglet tersebut.
"Saya mencoba winglet pada saat uji coba, karena Yamaha membawa beberapa bentuk yang berbeda. Sejujurnya, tidak ada perbedaan antara memakai winglet atau tidak. Saya lebih memilih tidak menggunakan winglet, menurutku lebih cantik!" Ungkap Rossi.
Pada uji coba tersebut, rider bernomor 46 itu menggunakan beberapa motor sekaligus antara motor 2015, 2016, atau campuran keduanya.
Rossi akan kembali mencoba motornya pada uji coba pramusim kedua yang akan berlangsung di Australia pada 17-19 Februari mendatang.otoasia.com
Pos via Blogawalking
Valentino Rossi Masih Galau Tentukan Versi Motor
09.29Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku masih galau menentukan motor mana yang akan ia gunakan musim ini. Dalam uji coba pramusim di Sepang, Malaysia pada 1-3 Februari, The Doctor mendapatkan tiga motor YZR-M1 berspesifikasi berbeda untuk dicoba, yakni versi 2015, semi-2015 dan 2016.
Selama tiga hari uji coba, Rossi telah mengerucutkan pilihannya ke dua versi terakhir. Pebalap Italia ini mengaku lebih nyaman berkendara dengan motor semi-2015, namun mengaku bahwa versi 2016 punya tenaga lebih besar dan power delivery yang lebih baik walau menyulitkannya di area pengereman.
"Saya puas atas uji coba ini. Kami menjajal banyak hal dan mendapat begitu banyak informasi untuk meningkatkan performa. Saya mencatatkan 2 menit 0,5 detik, dan saya yakin bisa lebih baik dari itu. Saya berada di posisi kedua, tapi ini tidak buruk walau tugas kami masih menumpuk," ujarnya melalui pernyataan tim.
Rossi mengaku akan kembali menjajal M1 2016 di Phillip Island, Australia pada 17-19 Februari mendatang. "Pertanyaan terbesar tetap sama, yakni memilih antara motor yang lebih mirip dengan 2015, atau motor 2016. Kami akan menjajalnya lagi di Phillip Island, karena motor 2016 sejatinya juga tak terlalu buruk," tambahnya.
Sembilan kali juara dunia ini juga melontarkan pujian kepada engineer Yamaha yang mampu menjinakkan perangkat elektronik (ECU) dan juga kepada Michelin yang ban depannya dinilai telah lebih baik ketimbang tahun lalu. "Saya juga sudah menjajal winglet. Mereka menarik, tapi saya tak merasakan perbedaan. Saya lebih memilih tanpa winglet, karena motor akan lebih cantik!" tutupnya. (ymgp/kny)







