ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label #Jessica. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label #Jessica. Tampilkan semua postingan

    Beredar Percakapan WhatsApp Jessica Kumala Wongso dan Wayan Mirna Salihin

    JAKARTA -- Beredar di Instagram percakapan WhatsApp antara Jessica Kumala Wongso dan Wayan Mirna Salihin.

    Dalam foto yang diunggah oleh akun @allaboutrans 1 hari lalu, terlihat percakapan dan foto Jessica, Mirna, Hani dan Vera.

    Terlihat dalam gambar perbincangan mereka dalam group WhatsApp membicarakan satu topik.

    Tiba-tiba, Jessica mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan keberadaan klinik di Grand Indonesia.

    Berikut percakapan antara Jessica dan Mirna:

    1/2/16, 1:57:09 PM: Jessica Kumala Wongso: Girls di GI ada dokter umum ga?
    1/2/16, 2:05:47 PM: Mirna Salihin: Not that i know of
    1/2/16, 2:12:49 PM: Mirna Salihin: Mau ke dokter apa Jes emgnya?
    1/2/16, 2:18:07 PM: Jessica Kumala Wongso: Oh ok :) mau minta prescription vitamin D. Yg over the counter ga bagus. Di Sydney pake resep dokter
    1/2/16, 3:25:24 PM: Mirna Salihin: Kalo tau mereknya bs dicari sih i think.

    Selain percakapan tersebut, di bawah terdapat empat orang yang dua di antaranya adalah Jessica dan Mirna.

    allaboutrans: Percakapan 4 orang di whatsapp 4 hari sblm Mirna meninggal. Dan keempat orang itu dulunya adalah sahabat dari Billy Blue College Australia.
    Kiri - Kanan : Wayan Mirna Salihin, Hanie Juwita Boon, Jessica Kumala Wongso dan Vera Rusli.

    Dalam perbincangan dengan salah satu media online, Jessica sempat mengakui percakapan tersebut. Namun, dia mengaku tidak tahu siapa yang menyebarkan isi percakapan WhatsApp tersebut.

    Mirna meninggal setelah minum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016 lalu. Ketika itu, ia bersama dua temannya, Jessica dan Hani.

    Sebelum dibawa ke RS Abdi Waluyo, Menteng, Mirna sempat dibawa ke klinik di Grand Indonesia.

    Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan, kopi yang diminum Mirna mengandung racun sianida.

    Polisi telah menetapkan Jessica sebagai tersangka kasus pembunuhan itu pada Jumat (29/1/2016) malam dan menangkap dia keesokan harinya, Sabtu (30/1/2016) pagi. (*)(TRIBUNNEWS.COM)


    Polisi Bantah Jessica Seorang Psikopat

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti memastikan  Jessica Kumala Wongso (27) dalam kondisi sehat.

    Jessica ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian temannya sendiri, Wayan Mirna Salihin, di Kafe Olivier, Grand Indonesia, 6 Januari 2016 lalu.

    "Sehat, psikolog bilang sehat," kata Krishna kepada pewarta, Kamis (4/2/2016).

    Dalam kesempatan tersebut, Krishna juga membantah anggapan yang beredar bahwa Jessica merupakan seorang psikopat.

    Menurut dia, semua hal belum bisa diungkapkan dengan lengkap sebelum kasus ini dibawa ke pengadilan nanti.

    "Intinya kami masih proses, penyidik masih bekerja, sabar saja," tutur Krishna.

    Kasus yang bergulir hampir sebulan ini disebut sudah hampir bisa dibawa ke pengadilan.

    Perkembangan terakhir, polisi memeriksa saksi yang juga teman Mirna dan Jessica, yaitu Hani, Rabu (3/2/2016).

    Polisi juga telah menggeledah rumah Jessica dan mengamankan beberapa barang, seperti laptop, tisu, dan barang lainnya yang dianggap berkaitan dengan kasus ini.

    Mirna diketahui keracunan zat korosif sianida yang bercampur di dalam es kopi vietnam yang dipesankan oleh Jessica.

    Namun, sampai saat ini, polisi belum menjelaskan apakah benar Jessica yang menaruh sianida itu ke dalam kopi tersebut.

    Andri Donnal Putera/Kompas.com


    Mirna Salihin Hidup Sesuai Tradisi Bali, Meski Lama di Jakarta dan Australia

    GIANYAR - Jauh dari lingkungan ibunya, Ni Ketut Sianti, yang berasal dari Gianyar Bali, semasa hidupnya Wayan Mirna Salihin bertatakrama sesuai tradisi Bali.

    Putri bungsu pasangan Edi Dermawan Salihin dan Ni Ketut Sianti ini memang lahir di Jakarta. Bahkan, ibu Mirna lahir di Jakarta, begitu ujar Ni Nyoman Nini, bibinya yang masih tinggal di Gianyara, Bali.

    Ni Ketut Sianti adalah putri pasangan I Nyoman Tjinta dan Ni Wayan Purni. Kakek Mirna adalah anggota Brimob dan pernah tinggal di Asrama Brimob di Cipinang, sementara nenek Mirna adalah bidan asal Gianyar.

    Hidup Berpakem Tradisi Bali

    Pasangan Dermawan dan Sianti memiliki anak Made Sandy Salihin dan Febriani. Made Sandy Salihin adalah kembaran Wayan Mirna Salihin.

    Dermawan mengenal istrinya, Ni Ketut Sianti, di Jakarta. Meski putrinya besar di Jakarta, belajar di Australia, budaya dan tradisi Bali menjadi pepakem hidup Wayan Mirna Salihin dan saudara kandung lainnya, seperti diajarkan kedua orangtuanya itu.

    Tak jarang, komunikasi keluarga Dermawan menggunakan bahasa Bali. semula pihak keluarga tak menyangka Wayan Mirna Salihin, tewas usai menyeruput es kopi vietnam di Olivier, kafe yang terletak di Grand Indonesia Shopping Town West Mall, Lobby Arjuna Lantai Ground Floor, Jakarta Pusat.

    Kedua orangtua Mirna Wayan Salihin lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Dermawan menyangkal Jessica merupakan teman Wayan Mirna Salihin semasa berkuliah di Billy Blue Collage, Australia.

    Tak lama menyeruput es kopi vietnam kegemarannya di Kafer Olivier yang sudah menjadi lokasi favoritnya, Wayan Mirna Salihin sempat kejang-kejang, keluar busa dari mulutnya, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo di Menteng, dan di sinilah ia meninggal dunia.

    Kabar kematian Wayan Mirna Salihin usai menyeruput kopi menjadi viral di dunia unggah-ungguh dan polisi lalu mendalami kasusnya. Belakangan Wayan Mirna Salihin mati tak wajar, dan beberapa hari hasil autopsi, ada jejak sianida di kandungan dalam tubuh dia.

    Jessica Kumala Wongso sempat mendatangi Rumah Sakit Abdi Waluyo, tempat Wayan Mirna Salihin meninggal dan mengaku kepada Dermawan, ia hanya minum air putih sewaktu bertemu putrinya yang ditemani Hani di Kafe Olivier.

    Jessica Pernah Dibela

    Di hari kematian Wayan Mirna Salihin, Dermawan Salihin tidak menaruh curiga terhadap Jessica Kumala Wongso. Saat itu, pengusaha ekspedisi dokumen yang berkantor di Petojo, Jakarta Pusat itu tidak terpikir Jessica Kumala Wongso disangka meracuni es kopi vietnam yang diseruput anaknya dengan sianida.

    Berbilang hari dan minggu, berbekal informasi dari rekaman kamera pengawas di Kafe Olivier yang sudah dikantongi polisi dan memperlihatkan gerak-gerik Jessica mencurigakan, Dermawan tak percaya lagi dengan teman putrinya itu.

    “Tadinya saya sama sekali tidak ada kepikiran, bahkan saya bela si Jessica di keluarga. Saya bilang sama ibunya memakai bahasa Bali karena istri orang Bali. Sing bisa (enggak mungkin) dia bunuh si Mirna, saya bela Jessica karena dia teman baik Mirna di Australia, enggak mungkin,” cerita Dermawan dalam acara Indonesia lawyer Club di TV One pada Selasa (2/2/2016).

    Kepercayaan Dermawan semakin runtuh, setelah tahu dalam daftar bon minuman yang dipesan Jessica Kumala Wongso, sebelum datang Wayan Mirna Salihin dan Hani, tertera dua cocktail dan satu es kopi vietnam.

    Di bon tersebut tidak ada air mineral seperti pengakuan Jessica saat bertemu Dermawan di hari kematian Wayan Mirna Salihin di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

    Setelah yakin dengan penyelidikannya selama ini, penyelidik Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan menaikkan status Jessica semula saksi menjadi tersangka.

    Pascapenetapan Jessica Kumala Wongso yang pernah bekerja paruh waktu di perusahaan penyewaan ambulans di Australia, polisi belum cukup memeriksa saksi-saksi. Mereka sampai kembali memeriksa pegawai Kafe Olivier, suami Wayan Mirna Salihin, Arief Arif Soemarko, Dermawan, dan saudara kembar Wayan Mirna Salihin, Made Sandy Salihin.

    Dari orang-orang dekat yang diperiksa polisi, ibu kandung Wayan Mirna Salihin, Ni Ketut Sianti, memilih tinggal di rumah, beredar kabar ia masih syok setelah ditinggal putri bungsunya itu.

    Wayan Mirna Salihin sudah dimakamkan, polisi sudah menetapkan Jessica sebagai tersangka, tapi di dunia unggah-ungguh dan dunia nyata, siapa pelaku sebenarnya masih diperdebatkan, tinggal menunggu kasus ini masuk ke persidangan.  (Eka Mita Suputra/TRIBUNNEWS.COM)


    Pesta Pernikahan Wayan Mirna Salihin di Rumah Neneknya di Gianyar

    Laporan Wartawan Tribun Bali, Eka Mita Suputra

    TRIBUNNEWS.COM, BALI - Wayan Mirna Salihin dan keluarganya sudah lama menetap di Jakarta, namun mereka sangat jarang pulang ke rumahnya di Gianyar, Bali.

    Ni Nyoman Sukre bercerita bahwa Wayan Mirna Salihin, masih memiliki nenek yang tinggal di Bali, namanya Ni Wayan Purni. Ibu kandung Wayan Mirna Salihin, Ni Ketut Sianti, adalah anak Ni Wayan Purni.

    Kalau pun ke Bali, keluarga Wayan Mirna Salihin, putri pasangan Ni Ketut Sianti dan Dermawan Salihin, lebih kerap memilih menginap di hotel di wilayah Denpasar atau Badung.


    Menguak Siapakah Jessica Ngadimin, Teman Mirna Yang Pesankan Kopi?

    News.JurnalisRakyat.com-Polisi masih terus berupaya untuk mengungkap kematian Wayan Mirna Salihin (27). Wanita cantik ini diketahui kejang-kejang dengan mulut berbusa usai minum es kopi Vietnam. Pihak kepolisian menemukan titik terang tentang kasus ini. Berdasarkanhasil laboratorium, ada kandungan zat sianida dalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna.

    Dari keterangan saksi-saksi, Mirna tidak memesan es kopi Vietnam tersebut melainkan sang teman, Jessica Ngadimin yang datang terlebih dulu. Jessica saat itu juga memesan segelas cocktail dan segelas fashioned Sazerac.

    "Yang bersangkutan, Mirna tidak memesan, tetapi dipesankan. Sebelum (korban) datang, (kopi) itu sudah ada," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (10/1/2016).

    Krishna menambahkan, kopi tersebut disajikan oleh pegawai kafe di depan customer yang memesan.Untuk diketahui, Mirna datang ke kafe tersebut ditemani kawannya bernama Hani. Sebelum Mirna dan Hani tiba, seorang temannya bernama Jessica sudah tiba lebih dahulu sekitar pukul 16.09 WIB. Mirna dan Hani baru tiba di lokasi sekitar 40 menit kemudian. Jessica kini merupakan sosok yang paling dicurigai netizen di sosial media. Lantas, siapakah sebenarnya sosok Jessica Ngadimin?

    Di Facebook, ada sebuah akun bernama Jessica Ngadimin yang mengaku keluarganya, ia membantahjika Jessica sebagai pembunuh Mirna dan mengancam media yang menyangkutpautkan kematian Mirna dengan Jessica.

    Polisi sudah berusaha menghadirkan teman-teman Mirna sebagai saksi. Namun ada satu teman Mirna, yang diberitakan liputan6.com, merupakan orang yang memesan kopi untuk Mirna, menolak untuk diperiksa polisi sebagai saksi, diduga adalah Jessica.

    Sebelumnya, ada sebuah akun path bernama Fransiska yang menyebutkan Mirna mengkonsumsi obat pelangsing sebelum meminum kopi. Akun tersebut bahkan mengunggah foto prewedding Mirna. Tak diketahui apakah akun tersebut merupakan Jessica atau tidak. Tak diketahui juga apakah motif akun tersebut memberitakan hal yang seperti menjadi pengalihan isu kematian Mirna yang menjadi viral diperbincangkan di sosial media.

    Sementara itu, ayah Mirna, Dharmawan Salihin mencurigai Mirna menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh temannya sendiri.Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan apakah terjadi tindak pidana dalam peristiwa kematian korban ini atau tidak.

    Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan tidak akan melakukan pemeriksaan dengan modal isu yang beredar. Polisi akan periksa semua saksi yang berada di lokasi pada saat Mirna tewas.

    "Polisi itu harus curigai semuanya. Kan kita pakai asas praduga bersalah. Enggak bisa dengan modal isu, pemberitaan, atau sosial media. Semua kami curigai," pungkas Krishna.(Adm/Bra)

    Sumber : brantai.com
     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger