ShareThis

Headlines News :
Topics :

    PORTAL MIGAS


    SKK MIGAS

    SKKMigas

    Beyond Communication


    Media Portal Hilirisasi


    PT.ARDA MEDIA TRAINING

    CAKRAWALA TRAINING

    #LetsHepsRohingya


    Web Desain Sosial Media


    Gemma Cakrawala

    Advertisng Iklan
    Tampilkan postingan dengan label #Facebook. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label #Facebook. Tampilkan semua postingan

    Unggah Foto Anak ke Medsos Bisa Kena Denda Rp 650 Juta

    PARIS - Para orangtua di Perancis bisa dikenai denda besar bahkan masuk penjara jika mengunggah foto-foto anak mereka ke media sosial.

    Seperti diberitakan Harian Telegraph, yang dikutip laman Independent, Kamis (3/3/2016), aparat penegak hukum di negara itu, telah mengeluarkan peringatan tersebut kepada para orangtua.

    Penegak hukum berdalih, mengunggah foto anak di media sosial, adalah bentuk pelanggaran terhadap privasi sang anak, sekaligus menempatkan mereka dalam kondisi yang berisiko.

    Salah satu risiko yang mengintai anak adalah incaran para paedopil. pernah terjadi sejumlah kasus di mana foto anak anak dari Facebook muncul di situs paedofil.

    Rasa malu yang mungkin dirasakan si anak bisa menjadi legitimasi untuk mengajukan orangtua mereka ke muka pengadilan.

    Di bawah pengaturan hukum di Perancis, perkara ini bisa megakibatkan vonis denda hingga sekitar Rp 650 juta.

    "Dalam beberapa tahun ke depan, anak-anak itu akan dengan mudah menyeret orangtua mereka ke muka pengadilan karena mempublikasikan foto mereka ketika masih kecil," ungkap Praktisi hukum internet dan etika hukum Perancis.

    Lembaga hukum di Perancis ternyata meniru kebijakan yang sudah lebih dulu dikumandangkan di Jerman.

    Di Negara itu, kampante tentang privasi anak sangat gencar didengungkan. Salah satunya dengan menyantumkan peringatan di laman Facebook para orangtua.

    "Mengunggah foto-foto anak ke Facebook bukan tanpa risiko, lindungilah anak-anak anda," demikian bunyi peringatan tersebut.

    Dalam beberapa kasus di negara itu, sejumlah orangtua pun sudah dipaksa untuk menghilangkan foto-foto bayi atau anak kecil tanpa pakaian dari media sosial.

    Tanggapan Facebook
    Menanggapi kebijakan ini, Vice President Facebook Jay Parikh mengatakan Facebook dalam beberapa waktu ke depan akan membuat sistem notifikasi baru.

    Notifikasi itu akan mengingatkan pengguna terutama orangtua yang mengunggah foto anak mereka, tanpa melengkapinya dengan menu "privasi setting".

    "Jadi jika suatu ketika saya tanpa sadar mengunggah foto anak saya yang bermain di taman, sistem ini akan memunculkan peringatan 'hei ini foto anak anda," kata Parikh.kompas.com


    Editor: Glori K. Wadrianto


    Facebook Messenger Jajal Fungsi Multi Akun

    Jakarta - Facebook Messenger sepertinya akan mengikuti jejak Instagram yang beberapa waktu lalu menambahkan fungsi multiple account atau multi akun. Layanan pesan instant Facebook ini diketahui sedang menjajalnya.

    Dilansir Ubergizmo, Jumat (12/2/2016), untuk menghadirkan fitur tersebut, Facebook sedang melakukan perubahan dari sisi server. Dengan demikian, pengguna tak perlu melakukan update aplikasi untuk bisa menggunakan fungsi multi akun.

    Seperti di Instagram, perubahan ini memungkinkan pengguna menambahkan lebih dari satu akun Facebook Messenger. Bagi pengguna biasa, fitur ini mungkin tidak penting.

    Nyatanya, ada cukup banyak pengguna yang punya lebih dari satu akun. Misalnya, seseorang yang bekerja sebagai manager media sosial sebuah perusahaan dan harus mengurusi beberapa akun. Bagi mereka, fitur tersebut akan memudahkan berganti akun tanpa repot log in dan log out.

    Saat ini belum semua pengguna bisa melihat fungsi multi akun. Facebook sepertinya memang masih menjajalnya, belum merilisnya secara resmi untuk bisa dipakai semua pengguna.


    Detik
    (rns/fyk)


     

    INDOCITA

    IndoPetroNews


    ADS LR

    Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
    Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
    Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
    Proudly powered by Blogger