ShareThis

Headlines News :
Home » , , , » Ini kronologi sadisnya penyiksaan dan pembunuhan aktivis di Lumajang

Ini kronologi sadisnya penyiksaan dan pembunuhan aktivis di Lumajang

Written By Unknown on Senin, 28 September 2015 | 14.54

Trending Media- Merdeka.com -Salim alias Kancil dan Tosan dikeroyok puluhan preman karena sikapnya yang menolak penambangan pasir di Lumajang, Jawa Timur. Bahkan Kancil harus merenggang nyawa karena aksi sadis puluhan preman itu. Sementara Tosan dirawat intensif di RS dengan luka disekujur tubuhnya.Menurut hasil penelusuran tim advokasitolak tambang pasir Lumajang yang terdiri dari Laskar Hijau, WALHI Jawa Timur, KontraSSurabaya, dan LBH Disabilitas, awalnya sekitar Bulan Januari yang lalu masyarakat Desa Selok Awar-awar terkonsolidasi menolak penambangan pasir di Pesisir Pantai Watu Pecak, Lumajang, Jawa Timur.Sikap mereka tersebut muncul dengan didahului membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-awar (FKMPDSA). Pembentukan FKMPDSA tersebut diinisiasi 12 warga beberapa di antaranya yaitu, Tosan, Iksan Sumar, Ansori, Sapari, Salim (Kancil), Abdul Hamid, Turiman, dan sebagainya."Mereka melakukan Gerakan Advokasi Protes tentang penambangan pasir yang mengakibatkan rusaknya lingkungan di desa mereka. Dengan cara bersurat kepada Pemerintahan Desa Selok Awar-awar, Pemerintahan Kecamatan Pasirian, bahkan kepada Pemerintahan Kabupaten Lumajang (Bupati Lumajang)," kata Bagian Advokasi dan Kampanye Walhi Jatim, Rere Christanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9).Pada Bulan Juni silam, FKMPDSA menyurati Bupati Lumajang As'at Malik guna menuntut diberi fasilitas audiensi tentang penolakan tambang pasir. Namun keinginan mereka tidak mendapat respon. Sumber Aktifis
Share this post :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Web Desain | ALFUSOFTMEDIA | IndoPetro
Copyright © 2011. NEWS.JURNALISRAKYAT.COM - All Rights Reserved
Web Desain Publising Media Published by Citizen Journalism
Proudly powered by Blogger