Foto: AFP
TEL AVIV - Pemerintah Israel membantah memiliki kaitan dengan kapal berisi senjata yang ditahan oleh Angkatan Laut Mesir. Sebelumnya disebutkan kapal itu berangkat dari Israel menuju Togo.
"Tidak satupun di Israel yang mengetahui kapal ini. Jelas sekali kapal itu tidak keluar dari (pelabuhan) Israel ataupun pelabuhan di Israel lainnya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor, seperti dikutip AFP, Jumat (5/4/2013).
"Kami tidak mengerti mengapa ada pihak yang mengeluarkan tuduhan yang tidak berbasis itu," lanjutnya.
Sebelumnya, Angkatan Laut Mesir memotong jalur kapal Israel dan menahan kru serta muatan yang berisi senjata. Kapal itu ditangkap setelah terombang-ambing tanpa kejelasan di perairan Mesir. Kapal berisi 105 muatan senjata dan amunisi itu berangkat dari Pelabuhan Eilat menuju Togo.
Pihak Mesir mengatakan, kapal itu menggunakan bendera milik sebuah negara Afrika. Kapal ini diketahui dimiliki oleh sebuah perusahaan keamanan Afrika.
"Kapal tersebut dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bertugas untuk mengamankan rute di Laut Merah, yang selama ini dikenal sebagai surga dari bajak laut Somalia," tutur juru bicara militer Mesir Kolonel Ahmed Mohamed Ali.
Kolonel Ali menambahkan, muatan berisi senjata dan amunisi tersebut berkaitan dengan tugas dan misi dari perusahaan itu. Tetapi pihak Israel membantah keterkaitannya dan menuduh kapal itu membawa senjata seberat 40 ton milik Iran yang ditujukan untuk Suriah.
"Tidak satupun di Israel yang mengetahui kapal ini. Jelas sekali kapal itu tidak keluar dari (pelabuhan) Israel ataupun pelabuhan di Israel lainnya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor, seperti dikutip AFP, Jumat (5/4/2013).
"Kami tidak mengerti mengapa ada pihak yang mengeluarkan tuduhan yang tidak berbasis itu," lanjutnya.
Sebelumnya, Angkatan Laut Mesir memotong jalur kapal Israel dan menahan kru serta muatan yang berisi senjata. Kapal itu ditangkap setelah terombang-ambing tanpa kejelasan di perairan Mesir. Kapal berisi 105 muatan senjata dan amunisi itu berangkat dari Pelabuhan Eilat menuju Togo.
Pihak Mesir mengatakan, kapal itu menggunakan bendera milik sebuah negara Afrika. Kapal ini diketahui dimiliki oleh sebuah perusahaan keamanan Afrika.
"Kapal tersebut dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bertugas untuk mengamankan rute di Laut Merah, yang selama ini dikenal sebagai surga dari bajak laut Somalia," tutur juru bicara militer Mesir Kolonel Ahmed Mohamed Ali.
Kolonel Ali menambahkan, muatan berisi senjata dan amunisi tersebut berkaitan dengan tugas dan misi dari perusahaan itu. Tetapi pihak Israel membantah keterkaitannya dan menuduh kapal itu membawa senjata seberat 40 ton milik Iran yang ditujukan untuk Suriah.
