Banjir yang terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi ini berasal dari luapan Sungai Citarum. Rumah warga yang terendam akibat banjir ini ketinggiannya bervariasi, antara 2 hingga 3 meter.
Warga mengatakan, banjir kali ini termasuk yang paling parah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, akses jalan raya yang menghubungkan antara Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung pun ikut terendam hingga sepinggang orang dewasa.
Hingga kini, ribuan warga masih mengungsi di beberapa lokasi yang aman dari banjir, di antaranya di masjid, puskesmas, sekolah, kantor kecamatan, hingga gedung aula. Mereka rata-rata meninggalkan rumah tanpa sempat membawa perbekalan yang cukup.
“Kebanyakan kalau pengungsi itu kebetulan kalau yang bawa uang ya mendingan. Tapi kalau yang tidak bawa uang itu mungkin menahan lapar,” tambah Ade.
Saat ini pihak Kementerian Sosial telah menyediakan berbagai bantuan, termasuk membangun dapur umum yang setiap harinya menyediakan 4000 nasi bungkus untuk para korban banjir.
Sumber : VOA indonesia

